Blogger Peduli Bencana

Perang adalah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Begitulah yang kita saksikan pada agresi militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal akibat bom, roket, dan peluru yang dimuntahkan kedua belah pihak, baik Israel maupun pejuang Hamas.

“Kenapa perang terus terjadi, Mas? Tidakkah mereka jemu dan lelah?” tanya Mat Bloger, kawan saya.

Saya dan Mat Bloger sedang menonton televisi yang menayangkan berita tentang serbuan tentara Israel ke Palestina. Di layar terlihat adegan seorang bapak yang tengah membopong seorang anak yang kepalanya berlumuran darah. Saya tertegun memandang adegan itu dan tak segera menjawab pertanyaan Mat Bloger.

“Saya nggak tahu, Mat. Yang jelas perang tak pernah membawa manfaat apa pun kecuali penderitaan dan kesedihan.”

Mat Bloger diam. Sepi menemani kami. Lanjutkan membaca “Blogger Peduli Bencana”

Iklan
Blogger Peduli Bencana

Menjadi Blogger Gaul

Meski sudah berbulan-bulan ngeblog, Mat Bloger masih merasa ada yang kurang. Dia menganggap jurnal pribadinya itu belum cukup dikenal blogger lain. Jumlah rekannya sesama blogger pun tak bertambah. Padahal ia sudah cukup berusaha, misalnya mengunjungi blog kawan-kawan sekantornya.

“Apa sebabnya, Mas?” tanya Mat Bloger penasaran.

“Sampean kurang gaul, sih, Mat,” saya berkomentar.

“Kurang gaul bagaimana, Mas? Saya sudah blog walking ke mana-mana lo, sudah meninggalkan komentar di blog teman-teman kantor. Kurang apa lagi?”

“Banyak, Mat,” jawab saya. Lanjutkan membaca “Menjadi Blogger Gaul”

Menjadi Blogger Gaul