Bila Boediono Mendengar Lewat Blog

Seorang blogger baru telah lahir. Kenalkan, namanya Boediono. Ya, Boediono yang calon wakil presiden itu. Dia sekarang memiliki blog berjudul Boediono Mendengar. Di ruang sosial daring inilah mantan gubernur Bank Indonesia itu akan berinteraksi dengan khalayak, baik yang mendukung maupun menentangnya.

“Ah, yang bener, Mas? Memangnya siapa yang mengajari Pak Boed membuat blog?” tanya Mat Bloger.

“Saya nggak tahu, Mat. Dan nggak penting juga mengetahui siapa yang memberi dia inspirasi dan pelajaran mengenai blog.”

“Halah, kemlinthi. Sampean pasti kura-kura dalam perahu. Ya kan, Mas?” Lanjutkan membaca “Bila Boediono Mendengar Lewat Blog”

Iklan
Bila Boediono Mendengar Lewat Blog

Jangan Asal Meniru Obama

Sebuah kejutan datang di siang hari yang mendung. Seorang anggota tim pendukung Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla tiba-tiba menelepon saya dan mengabarkan bahwa sang Wakil Presiden hendak mengundang para blogger untuk hadir dalam acara bincang-bincang.

Sang penelepon juga menawarkan jatah satu kursi kosong untuk blogger yang berminat mengikuti perjalanan kampanye Kalla ke Makassar dan Palembang.

Saya kaget. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, blogger diundang oleh Wakil Presiden, ketua umum partai, untuk bertatap muka dan memantau tamasya politiknya ke daerah. Lanjutkan membaca “Jangan Asal Meniru Obama”

Jangan Asal Meniru Obama

Demam Plurk

Saya sedang menatap layar notebook ketika Mat Bloger mendekat dan langsung ikut melihat-lihat. Matanya liar seperti kucing lapar. “Lagi ngapain, Mas?” tanya Mat Bloger tiba-tiba.

“Kerja dong,” jawab saya kurang senang.

“Kerja, kok, sambil senyam-senyum? Chatting, ya?” tanya Mat penuh rasa curiga.

“Ah, chatting sih sudah nggak musim, Mat. Sekarang zaman Plurk.”

“Plurk? Makanan apa itu, Mas?” tanya dia lagi.

“Hush, ngawur! Plurk itu bukan makanan, tapi layanan micro blogging baru.”

“Micro blogging? Halah, apa lagi itu, Mas?” Lanjutkan membaca “Demam Plurk”

Demam Plurk

Media Sosial

Mat Bloger sedang keranjingan Obama. Ke mana-mana dia memamerkan pin bertulisan “vote Obama” yang terpasang di dadanya. Layar laptopnya bergambar wajah Obama. Interior mobilnya penuh dengan stiker dan foto Obama dalam pelbagai pose. Di kantor, di warung, di lapangan futsal, Mat selalu memperbincangkan tokoh yang dikaguminya itu.

Tentu saja kita tahu siapa Barack Obama, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat itu. Pekan lalu, Obama mengalahkan Hillary Clinton, pesaingnya dalam konvensi Partai Demokrat. Bukan hanya warga Amerika Serikat yang terjangkit virusnya. Beberapa warga Jakarta, seperti Mat Bloger, ikut-ikutan kena demam Obama yang memang pernah bersekolah di kawasan Menteng.

“Sampean tahu, apa kunci kemenangan Obama ketika melawan Clinton tempo hari, Mas?” tanya Mat Bloger.

“Nggak, Mat. Saya bukan pengamat politik Amerika. Dugaan saya sih, Obama menang karena dia membawa harapan dan angin perubahan bagi bangsa Amerika. Mungkin juga lantaran faktor lain,” jawab saya asal-asalan. Lanjutkan membaca “Media Sosial”

Media Sosial