Narablog Vs Jurnalis

Mat Bloger dan Kang Jurnalis ibarat air dan minyak. Tak pernah akur. Setiap kali bertemu, mereka selalu adu mulut. Mat Bloger kerap meledek pekerjaan Kang Jurnalis yang dianggapnya ketinggalan zaman. Laporannya selalu kalah cepat dibanding narablog (blogger) yang berada di mana-mana dan sangat lekas mempublikasikan informasi.

“Lihat saja sewaktu terjadi aksi kekerasan terhadap para pengunjuk rasa di Iran setelah pemilu kemarin, Kang. Siapa yang mengirim foto-foto dan kabar itu ke seluruh dunia? Siapa yang mengunggah video yang menayangkan bentrok antara aparat keamanan Iran dan para demonstran di YouTube? Pewarta warga dan para blogger, Kang. Bukan jurnalis tradisional seperti sampean,” kata Mat Bloger.

Kang Jurnalis merah padam karena diledek seperti itu. “Halah, baru sekali saja sudah bangga. Huh!” Lanjutkan membaca “Narablog Vs Jurnalis”

Narablog Vs Jurnalis

Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?

Malaysia tak hanya memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Ambalat. Di ranah blog, provokasi dari negeri jiran itu juga bertebaran. Salah satunya diungkapkan oleh seorang yang mengaku sebagai pendukung Malaysia yang katanya pernah berkunjung ke Indonesia. Blog tersebut, menurut sang pemilik yang mengaku masih 18 tahun, dibuat sebagai tandingan blog-blog Indonesia yang menghujat Malaysia. Blog anti-Indonesia itu mendapat pasokan “bahan bakar” dari isu tentang Ambalat dan berita seputar Manohara Pinot.

“Alamat blognya di mana, Mas? Saya mau ganyang dia,” kata Mat Bloger berapi-api.

“Halah, kemlinthi. Memangnya sampean itu siapa, Mat? Polisi? Preman? Anggota laskar atau front pembela ini dan itu? Saya justru sengaja tak mau memberi tahu alamat blog itu supaya sampean tak ikut-ikutan menyerang blog itu. Bukannya berhenti, nanti blog itu malah populer, dan tujuannya menarik perhatian tercapai kalau kita bereaksi.” Lanjutkan membaca “Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?”

Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?