Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?

Malaysia tak hanya memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Ambalat. Di ranah blog, provokasi dari negeri jiran itu juga bertebaran. Salah satunya diungkapkan oleh seorang yang mengaku sebagai pendukung Malaysia yang katanya pernah berkunjung ke Indonesia. Blog tersebut, menurut sang pemilik yang mengaku masih 18 tahun, dibuat sebagai tandingan blog-blog Indonesia yang menghujat Malaysia. Blog anti-Indonesia itu mendapat pasokan “bahan bakar” dari isu tentang Ambalat dan berita seputar Manohara Pinot.

“Alamat blognya di mana, Mas? Saya mau ganyang dia,” kata Mat Bloger berapi-api.

“Halah, kemlinthi. Memangnya sampean itu siapa, Mat? Polisi? Preman? Anggota laskar atau front pembela ini dan itu? Saya justru sengaja tak mau memberi tahu alamat blog itu supaya sampean tak ikut-ikutan menyerang blog itu. Bukannya berhenti, nanti blog itu malah populer, dan tujuannya menarik perhatian tercapai kalau kita bereaksi.” Lanjutkan membaca “Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?”

Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?

Blog Hanya Trend Sesaat

Tahukah sampean berapa lama rata-rata blogger Indonesia merawat blognya?

Mat Bloger bengong ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Lalu pelan-pelan ia menggelengkan kepala. “Nggak tahu, Mas. Saya nggak pernah menghitung. Sampean tahu?”

“Dua tahun, Mat.”

“Kok bisa? Dari mana sampean menyimpulkan?”

“Dari survei, Mat.”

“Halah. Survei apa?”

“Itu lo, Mat, Survei Blogger Indonesia 2009. Hasil survei tersebut memang belum diumumkan secara resmi, tapi saya sudah mendapatkan sedikit bocoran.” Lanjutkan membaca “Blog Hanya Trend Sesaat”

Blog Hanya Trend Sesaat

Pelajaran dari Matt Mullenweg

SEPANJANG akhir pekan lalu saya rela menghabiskan waktu untuk belajar ketimbang jalan-jalan ke mal. Bukan sembarang belajar, melainkan menimba ilmu blog dari salah satu dewa di Internet, Matt Mullenweg. Pendiri layanan free blog hosting WordPress ini menjadi pembicara utama Wordcamp Indonesia di Erasmus Huis, Jakarta Pusat.

Matt Mullenweg lahir 25 tahun silam di Houston, Texas, Amerika Serikat. Tahun lalu, majalah Business Week menobatkannya sebagai satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di Internet.

Ia juga masuk daftar peringkat pengusaha daring terkaya di bawah usia 30 tahun versi Retire. Lanjutkan membaca “Pelajaran dari Matt Mullenweg”

Pelajaran dari Matt Mullenweg

Blogger Peduli Bencana

Perang adalah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Begitulah yang kita saksikan pada agresi militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal akibat bom, roket, dan peluru yang dimuntahkan kedua belah pihak, baik Israel maupun pejuang Hamas.

“Kenapa perang terus terjadi, Mas? Tidakkah mereka jemu dan lelah?” tanya Mat Bloger, kawan saya.

Saya dan Mat Bloger sedang menonton televisi yang menayangkan berita tentang serbuan tentara Israel ke Palestina. Di layar terlihat adegan seorang bapak yang tengah membopong seorang anak yang kepalanya berlumuran darah. Saya tertegun memandang adegan itu dan tak segera menjawab pertanyaan Mat Bloger.

“Saya nggak tahu, Mat. Yang jelas perang tak pernah membawa manfaat apa pun kecuali penderitaan dan kesedihan.”

Mat Bloger diam. Sepi menemani kami. Lanjutkan membaca “Blogger Peduli Bencana”

Blogger Peduli Bencana

Bagaimana Wajah Ranah Blog di 2009

ALMANAK telah disobek. Tahun berganti yang baru. Bagaimana wajah ranah blog pada 2009 ini? Apa saja yang akan jadi trend?

“Bagaimana penerawangan sampean terhadap perkembangan blog pada 2009, Mas?” Mat Bloger mendadak bertanya ketika kami duduk di teras pabrik sambil memandang angkasa pada sebuah siang yang mendung.

“Halah, ramalan to? Memangnya saya tukang nujum, Mat,” jawab saya.

Mat Bloger tergelak. “Yah, iseng-iseng, Mas. Siapa tahu ramalan sampean tepat seperti Mama siapa itu atau Ki sapa itu.” Lanjutkan membaca “Bagaimana Wajah Ranah Blog di 2009”

Bagaimana Wajah Ranah Blog di 2009

Tujuh Keajaiban Dunia

Siang itu, di puncak rasa kantuk yang nyaris tak tertahankan, Mat Bloger, kawan saya, tiba-tiba datang dan menggebrak meja. “Dhuaaar! Ha-ha-ha.. Ngantuk, ya?” begitu dia berteriak.

Keruan saja saya kaget dan gelagapan. “Semprul!” saya memaki ulah Mat Bloger yang mengganggu sebagian nikmat puasa saya itu.

Mat Bloger tergelak. “Siang-siang jangan tidur dong, Mas, nanti sampean dikira sedang puasa lo.”

“Sontoloyo kamu. Siapa yang tidur? Saya lagi baca-baca e-mail, Mat,” saya mengelak. Lanjutkan membaca “Tujuh Keajaiban Dunia”

Tujuh Keajaiban Dunia

Sinterklas van Serang

Mat Bloger menonton televisi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Berkali-kali mulutnya berdecak. Parasnya terlihat kesal.

“Serius amat. Nonton apa sih, Mat?” tanya saya.

“Ini lo, Mas. Ada sinterklas di Serang.”

“Heh? Sinterklas? Memangnya Natal sudah tiba, Mat?”

“Belum, Mas. Tapi, di Serang ada orang yang mirip sinterklas, bagi-bagi duit dari pesawat Cessna. Lantas penduduk berlarian dan berebutan di lapangan. Kasihan sekali, deh. Hati saya kok malah jadi miris melihat mereka. Itu tadi ada ibu-ibu yang sampai lari ngos-ngosan dan jatuh segala. Kok, ya ada orang yang tega-teganya membuat rakyat kecil jadi seperti mainan, disuruh terbirit-birit mengejar uang. Kalau cuma mau bagi-bagi duit, apa nggak ada cara lain yang lebih manusiawi ya, Mas?” Lanjutkan membaca “Sinterklas van Serang”

Sinterklas van Serang