Hujan Gugatan di Facebook

RANAH Internet makin lama kian mirip ladang ranjau. Kalau tak hati-hati melangkah, kita bakal dapat masalah. Kasus Prita Mulyasari, ibu rumah tangga yang digugat karena dianggap mencemarkan nama baik lewat surat elektronik, baru saja selesai. Eh, sekarang sudah terbit lagi beberapa kasus sejenis.

Di Bogor, misalnya, ada Ujang yang dilaporkan ke polisi gara-gara mencaci-maki temannya melalui Facebook. Ujang dianggap telah mencemarkan nama baik kawannya. Polisi lalu menjerat Ujang dengan pasal pencemaran nama baik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Di Lampung, pegawai honorer Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, M Iqbal, 27 tahun, diadukan ke Kepolisian Kota Besar Bandarlampung dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik. Dia disebut mencela nama rekan kerjanya dengan kata-kata kasar dan kotor yang tidak pantas untuk diucapkan di ruang publik, seperti Facebook. Lanjutkan membaca “Hujan Gugatan di Facebook”

Iklan
Hujan Gugatan di Facebook

Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni

MAT Bloger mendadak datang dengan paras memerah seperti kerbau disunat. Matanya melotot. Mulutnya berbusa-busa. Tak henti-hentinya dia mengumpat dan memberondongkan sumpah serapah.

“Asem, semprul, sontoloyo. Rumah sakit macam apa itu? Bukannya menolong orang sakit, malah mengirimkan mantan pasiennya ke penjara,” begitu Mat Bloger melontarkan makian.

Saya kaget. Kenapa Mat Bloger mendadak berang tanpa ada angin dan hujan. Sambil meletakkan koran yang sedang saya baca, saya pun menyapa dia. “Waduh, ada apa gerangan, Mat? Kenapa sampean tiba-tiba marah-marah begini? Kalah taruhan?” Lanjutkan membaca “Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni”

Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni

Menangkal Para Penjiplak

Apa yang harus dilakukan bila tulisan kita di blog diambil seutuhnya dan dimuat situs lain? Perlukah kita mengirim somasi atau menggugat?

Begitulah pertanyaan seorang kawan di pabrik yang sedang bergairah ngeblog. Blognya berisi cerita perjalanan jurnalistiknya ke pelbagai pelosok Indonesia. Tulisan-tulisannya yang memikat dan foto-fotonya yang elok ternyata menarik minat sebuah situs pariwisata. Tanpa ba-bi-bu, situs itu tiba-tiba memuat salah satu tulisan kawan saya.

“Memang situs itu mencantumkan nama saya dan tautan ke posting aslinya, Mas. Tapi kenapa dia tak memberi tahu sebelumnya, ya? Apakah kita memang boleh begitu saja mengambil tulisan di blog orang lain?” tanya kawan saya itu.

Mat Bloger, yang ikut mendengarkan keluhan teman saya itu, langsung nyeletuk, “Wah itu sih, namanya kurang ajar. Gugat saja. Kasih dia pelajaran biar kapok.” Lanjutkan membaca “Menangkal Para Penjiplak”

Menangkal Para Penjiplak