Jangan Asal Meniru Obama

Sebuah kejutan datang di siang hari yang mendung. Seorang anggota tim pendukung Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla tiba-tiba menelepon saya dan mengabarkan bahwa sang Wakil Presiden hendak mengundang para blogger untuk hadir dalam acara bincang-bincang.

Sang penelepon juga menawarkan jatah satu kursi kosong untuk blogger yang berminat mengikuti perjalanan kampanye Kalla ke Makassar dan Palembang.

Saya kaget. Inilah untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, blogger diundang oleh Wakil Presiden, ketua umum partai, untuk bertatap muka dan memantau tamasya politiknya ke daerah. Lanjutkan membaca “Jangan Asal Meniru Obama”

Iklan
Jangan Asal Meniru Obama

Menelanjangi Anggota DPR

BENDERA start kampanye terbuka dikibarkan mulai awal pekan ini. Partai-partai peserta pemilu dan para calon legislator pun kian agresif menjual diri. Mereka makin sering memasang iklan di media massa dan aktif menyelenggarakan pawai terbuka, bertemu dengan konstituen di daerah-daerah, dan seterusnya.

“Tapi saya malah tambah bingung, Mas,” kata Mat Bloger, kawan saya. “Saya masih belum tahu bakal mencontreng siapa. Jumlah partai terlalu banyak, apalagi calegnya.”

“Sampean contreng sambil merem saja, Mat,” saya memberi saran asal-asalan.

“Ealah, nggak bisa begitu dong, Mas. Nanti kalau salah contreng, suara saya malah nggak sah.” Lanjutkan membaca “Menelanjangi Anggota DPR”

Menelanjangi Anggota DPR

Telanjang di Depan Google

Namanya Abdul Hadi Djamal. Dia anggota Partai Amanat Nasional dan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia juga memiliki blog di sini. Senin malam awal pekan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Hadi. Ia diduga menerima uang suap.

Dalam sekejap, blog Hadi diserbu pengunjung. Mereka ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci maki dan hujatan di shout box. Aksi kecaman ini bahkan diberitakan di media-media daring, seperti Tempo Interaktif.

Entah kenapa, pada Selasa malam, blog itu mendadak tak bisa diakses. Blokir berlangsung sekitar satu jam, pukul 18.00-19.00 WIB. Dalam kurun tersebut, pengakses hanya mendapatkan satu halaman bertulisan “Blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja”.

Ada apa gerangan? Lanjutkan membaca “Telanjang di Depan Google”

Telanjang di Depan Google

Pelajaran dari Sebuah Angkringan

Barangsiapa hendak menjadi calon legislator dan ingin memanfaatkan blog sebagai media kampanye, tak perlu jauh-jauh meniru Barack Obama di Amerika Serikat. Lagi pula belum tentu cocok diterapkan di Indonesia. Mungkin lebih baik datang saja ke warung angkringan Wetiga di Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Memangnya kenapa, Mas?” tanya Mat Bloger kawan saya. “Warung ndeso saja kok dibangga-banggakan. Lagi pula, apa hubungannya antara caleg dan warung angkringan?”

Justru karena kendesoan dan kekerean itulah para calon legislator, terutama yang belum dikenal dan modalnya tak cukup besar untuk berkampanye, layak meniru. Kenapa?

Baiklah, saya akan menceritakan alasannya. Warung Wetiga itu milik Iqbal Prakasa, lelaki lajang asli Solo yang mengadu nasib di Ibu Kota. Lanjutkan membaca “Pelajaran dari Sebuah Angkringan”

Pelajaran dari Sebuah Angkringan