Narablog Vs Jurnalis

Mat Bloger dan Kang Jurnalis ibarat air dan minyak. Tak pernah akur. Setiap kali bertemu, mereka selalu adu mulut. Mat Bloger kerap meledek pekerjaan Kang Jurnalis yang dianggapnya ketinggalan zaman. Laporannya selalu kalah cepat dibanding narablog (blogger) yang berada di mana-mana dan sangat lekas mempublikasikan informasi.

“Lihat saja sewaktu terjadi aksi kekerasan terhadap para pengunjuk rasa di Iran setelah pemilu kemarin, Kang. Siapa yang mengirim foto-foto dan kabar itu ke seluruh dunia? Siapa yang mengunggah video yang menayangkan bentrok antara aparat keamanan Iran dan para demonstran di YouTube? Pewarta warga dan para blogger, Kang. Bukan jurnalis tradisional seperti sampean,” kata Mat Bloger.

Kang Jurnalis merah padam karena diledek seperti itu. “Halah, baru sekali saja sudah bangga. Huh!” Lanjutkan membaca “Narablog Vs Jurnalis”

Narablog Vs Jurnalis

Blogger Disamakan dengan Jurnalis

Sebuah kado datang dari Mahkamah Konstitusi. Pada awal Mei lalu, Mahkamah menolak permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Teknologi yang diajukan oleh Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang, Edy Cahyono, Nenda Inasa Fadhilah, Amrie Hakim, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Aliansi Jurnalis Indonesia, serta Lembaga Bantuan Hukum Pers.

Putusan itu merupakan jawaban bagi para pemohon yang menggugat Pasal 27 ayat 3. Pasal ini berisi larangan bagi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dalam permohonan mereka, para penggugat menganggap pasal tersebut multitafsir sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian hukum. Tidak ada kejelasan apakah yang dimaksud penyebaran informasi itu adalah perbedaan pendapat, kritik, atau bahkan penghinaan terhadap presiden atau pejabat publik.

“Berarti kado pahit dong, Mas?” tanya Mat Bloger. Lanjutkan membaca “Blogger Disamakan dengan Jurnalis”

Blogger Disamakan dengan Jurnalis

Blog Hanya Trend Sesaat

Tahukah sampean berapa lama rata-rata blogger Indonesia merawat blognya?

Mat Bloger bengong ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Lalu pelan-pelan ia menggelengkan kepala. “Nggak tahu, Mas. Saya nggak pernah menghitung. Sampean tahu?”

“Dua tahun, Mat.”

“Kok bisa? Dari mana sampean menyimpulkan?”

“Dari survei, Mat.”

“Halah. Survei apa?”

“Itu lo, Mat, Survei Blogger Indonesia 2009. Hasil survei tersebut memang belum diumumkan secara resmi, tapi saya sudah mendapatkan sedikit bocoran.” Lanjutkan membaca “Blog Hanya Trend Sesaat”

Blog Hanya Trend Sesaat

Blog Sudah Mati

SESEORANG bertanya kepada Mat Bloger, “Benarkah blog sudah mati?” Mat Bloger, yang tak tahu apa jawabannya, meneruskan pertanyaan tersebut ke saya.

Sebelum menjawab, saya malah balik bertanya, “Kapan matinya? Dikubur di mana, Mat?”

Mat Bloger ngakak. “Sampean ini lo, kalau ditanya selalu ngeles. Ayo dong Mas, dijawab. Benarkah blog sudah memasuki senja kala?” Lanjutkan membaca “Blog Sudah Mati”

Blog Sudah Mati

Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. “Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?”

Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. “Syukur…. Risiko jadi orang terkenal, Mas,” kata Mat Bloger.

Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun bermaksud mengirim jawaban seraya mengingat-ingat bagaimana kawan-kawan saya dulu membangun komunitas blogger.

“Jadi bagaimana memulainya, Mas?” tanya Mat Bloger tak sabar. Lanjutkan membaca “Komunitas Penggemar Maria Ozawa”

Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Kontroversi Puyer dan Ponari

Puyer dan Ponari. Itulah dua kata kunci yang beberapa hari belakangan ini paling dicari orang di Internet. Publik ingin mengetahui informasi mengenai puyer setelah di milis-milis dan beberapa blog muncul perdebatan tentang manfaat dan mudaratnya. Ponari jadi buah bibir setelah sebagian orang yakin bocah Jombang itu memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khalayak ingin mengetahui perkembangan dukun kecil yang ternyata bisa sakit tersebut.

Mat Bloger ikut-ikutan arus kebingungan khalayak dan terjun ke dalam pusaran kontroversi dua isu besar itu. Sebagai blogger sok tahu, dia merasa wajib tahu perihal puyer dan Ponari yang memicu geger. Dia sibuk bertanya ke kiri dan kanan, membongkar koran dan majalah, serta tekun mengikuti setiap berita di televisi yang membahas dua kasus tersebut. Saya sampai geli sendiri melihat polahnya yang tak keruan itu. Lanjutkan membaca “Kontroversi Puyer dan Ponari”

Kontroversi Puyer dan Ponari

Nama Asli atau Alias

“Kenapa blogger suka memakai nama alias?” tanya seorang kawan tiba-tiba melalui fasilitas BlackBerry Messenger.

Terus terang saya agak kaget bercampur heran mendapat pertanyaan ini karena yang bertanya itu senior saya di pabrik. Selain itu, dia bukan blogger. Meski dia memiliki account di Facebook, saya tahu dia kurang paham tentang teknologi informasi dan media sosial seperti blog.

“Apakah blogger tak mau menggunakan nama asli agar bebas menghina?” tanya teman saya lagi setelah beberapa detik menunggu dan saya tak segera menjawab. Lanjutkan membaca “Nama Asli atau Alias”

Nama Asli atau Alias