Belajar dari Kasus Prita Mulyasari

Kasus Prita Mulyasari telah membuka mata sekaligus membangkitkan rasa jeri di kalangan blogger. Ibu dua anak balita itu digugat oleh Rumah Sakit Internasional Omni, Tangerang, karena dianggap mencemarkan nama baik lewat surat elektronik. Warga Tangerang ini bahkan sempat mendekam di penjara wanita selama 20 hari.

Mat Bloger, misalnya, baru tahu bahwa sebuah e-mail ternyata bisa mengirim seseorang ke meja hijau, bahkan ke penjara, meski hanya sebentar. Baru kali ini dia mengerti semua aktivitasnya di ranah Internet berpotensi menuai tuntutan hukum. Setiap orang bisa dilaporkan ke polisi atau digugat karena tulisan yang dipublikasikan di Internet. Tak mengherankan bila Mat Bloger jadi takut kasus Prita juga bakal menimpa dirinya.

“Ngeri juga kan, Mas, kalau harus masuk bui hanya karena tulisan di blog dianggap mencemarkan nama baik seseorang. Apalagi saya memang sering mengkritik, Mas,” kata Mat Bloger. Lanjutkan membaca “Belajar dari Kasus Prita Mulyasari”

Belajar dari Kasus Prita Mulyasari

Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni

MAT Bloger mendadak datang dengan paras memerah seperti kerbau disunat. Matanya melotot. Mulutnya berbusa-busa. Tak henti-hentinya dia mengumpat dan memberondongkan sumpah serapah.

“Asem, semprul, sontoloyo. Rumah sakit macam apa itu? Bukannya menolong orang sakit, malah mengirimkan mantan pasiennya ke penjara,” begitu Mat Bloger melontarkan makian.

Saya kaget. Kenapa Mat Bloger mendadak berang tanpa ada angin dan hujan. Sambil meletakkan koran yang sedang saya baca, saya pun menyapa dia. “Waduh, ada apa gerangan, Mat? Kenapa sampean tiba-tiba marah-marah begini? Kalah taruhan?” Lanjutkan membaca “Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni”

Prita Dipenjara Karena Gugatan Omni

Blogger Disamakan dengan Jurnalis

Sebuah kado datang dari Mahkamah Konstitusi. Pada awal Mei lalu, Mahkamah menolak permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Teknologi yang diajukan oleh Narliswandi Piliang alias Iwan Piliang, Edy Cahyono, Nenda Inasa Fadhilah, Amrie Hakim, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia, Aliansi Jurnalis Indonesia, serta Lembaga Bantuan Hukum Pers.

Putusan itu merupakan jawaban bagi para pemohon yang menggugat Pasal 27 ayat 3. Pasal ini berisi larangan bagi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Dalam permohonan mereka, para penggugat menganggap pasal tersebut multitafsir sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian hukum. Tidak ada kejelasan apakah yang dimaksud penyebaran informasi itu adalah perbedaan pendapat, kritik, atau bahkan penghinaan terhadap presiden atau pejabat publik.

“Berarti kado pahit dong, Mas?” tanya Mat Bloger. Lanjutkan membaca “Blogger Disamakan dengan Jurnalis”

Blogger Disamakan dengan Jurnalis

Blog Hanya Trend Sesaat

Tahukah sampean berapa lama rata-rata blogger Indonesia merawat blognya?

Mat Bloger bengong ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Lalu pelan-pelan ia menggelengkan kepala. “Nggak tahu, Mas. Saya nggak pernah menghitung. Sampean tahu?”

“Dua tahun, Mat.”

“Kok bisa? Dari mana sampean menyimpulkan?”

“Dari survei, Mat.”

“Halah. Survei apa?”

“Itu lo, Mat, Survei Blogger Indonesia 2009. Hasil survei tersebut memang belum diumumkan secara resmi, tapi saya sudah mendapatkan sedikit bocoran.” Lanjutkan membaca “Blog Hanya Trend Sesaat”

Blog Hanya Trend Sesaat

Video Mesra Rani Juliani dan Antasari

Kasus pembunuhan seorang direktur BUMN yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan perempuan muda bernama Rani Juliani sedang jadi buah bibir. Tapi Mat Bloger justru menutup bibir rapat-rapat ketika menemui saya siang itu.

“Ada apa, Mat? Kenapa tampang sampean begitu ajaib?” saya bertanya.

“Saya baru saja tertipu, Mas.”

“Kok bisa? Bagaimana ceritanya?”

“Tadi saya beli DVD. Sampul dan judulnya menggoda sekali, Video Mesra Antasari dan Rani Juliani. Eh, setelah saya beli dan putar di rumah, ternyata palsu. Isinya ndak ada Antasari atau Rani sedikit pun, tapi film kartun. Semprul!” Lanjutkan membaca “Video Mesra Rani Juliani dan Antasari”

Video Mesra Rani Juliani dan Antasari

Video Insiden Jebolnya Situ Gintung

Setelah bendungan Situ Gintung ambrol tempo hari, saya selalu melihat Mat Bloger menenteng handycam di mana pun dia berada. Sewaktu nongkrong di kafe bersama teman-temannya sesama blogger, piknik ke Puncak, atau ke tempat kerja, Mat Bloger tak lupa menyelipkan kamera video tipe terbaru yang baru dibeli di ranselnya. Tumben, pikir saya.

Karena penasaran, saya pun bertanya. “Buat apa kamu bawa-bawa kamera video, Mat? Nggak takut dicopet?”

“Kecopetan itu risiko hidup di Jakarta, Mas. Tapi saya nggak mau kehilangan momen. Saya mau meniru orang-orang itu lo, Mas.” jawab Mat Bloger sedikit kemlinti. Lanjutkan membaca “Video Insiden Jebolnya Situ Gintung”

Video Insiden Jebolnya Situ Gintung

Blog Sudah Mati

SESEORANG bertanya kepada Mat Bloger, “Benarkah blog sudah mati?” Mat Bloger, yang tak tahu apa jawabannya, meneruskan pertanyaan tersebut ke saya.

Sebelum menjawab, saya malah balik bertanya, “Kapan matinya? Dikubur di mana, Mat?”

Mat Bloger ngakak. “Sampean ini lo, kalau ditanya selalu ngeles. Ayo dong Mas, dijawab. Benarkah blog sudah memasuki senja kala?” Lanjutkan membaca “Blog Sudah Mati”

Blog Sudah Mati