Membuat Blog Korporat

Hari-hari ini, Mat Bloger seperti layang-layang kurang angin. Badannya loyo. Geraknya lamban. Tampangnya pun lusuh. Saya jadi penasaran, ada apa gerangan dengan kawan saya yang biasanya bergerak liar bagaikan Kali Ciliwung di musim hujan ini?

“Jago saya keok, Mas,” jawab Mat Bloger singkat.

“Jago? Memangnya sampean masih suka sabung ayam? Nggak takut ditangkap polisi, Mat?”

“Hus, ini bukan judi sabung ayam, Mas. Ini tentang pemilihan presiden itu lo. Jago saya kalah karena mendapat suara lebih sedikit dibanding sang pemenang.”

“Oalah, pilpres to. Kirain sabung ayam. Ya sudah, nggak usah dipikirkan, Mat. Tenang saja. Lima tahun mendatang bakal ada lagi. Lebih baik kita ngobrol soal lain.” Lanjutkan membaca “Membuat Blog Korporat”

Membuat Blog Korporat

Video Mesra Rani Juliani dan Antasari

Kasus pembunuhan seorang direktur BUMN yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan perempuan muda bernama Rani Juliani sedang jadi buah bibir. Tapi Mat Bloger justru menutup bibir rapat-rapat ketika menemui saya siang itu.

“Ada apa, Mat? Kenapa tampang sampean begitu ajaib?” saya bertanya.

“Saya baru saja tertipu, Mas.”

“Kok bisa? Bagaimana ceritanya?”

“Tadi saya beli DVD. Sampul dan judulnya menggoda sekali, Video Mesra Antasari dan Rani Juliani. Eh, setelah saya beli dan putar di rumah, ternyata palsu. Isinya ndak ada Antasari atau Rani sedikit pun, tapi film kartun. Semprul!” Lanjutkan membaca “Video Mesra Rani Juliani dan Antasari”

Video Mesra Rani Juliani dan Antasari

Video Insiden Jebolnya Situ Gintung

Setelah bendungan Situ Gintung ambrol tempo hari, saya selalu melihat Mat Bloger menenteng handycam di mana pun dia berada. Sewaktu nongkrong di kafe bersama teman-temannya sesama blogger, piknik ke Puncak, atau ke tempat kerja, Mat Bloger tak lupa menyelipkan kamera video tipe terbaru yang baru dibeli di ranselnya. Tumben, pikir saya.

Karena penasaran, saya pun bertanya. “Buat apa kamu bawa-bawa kamera video, Mat? Nggak takut dicopet?”

“Kecopetan itu risiko hidup di Jakarta, Mas. Tapi saya nggak mau kehilangan momen. Saya mau meniru orang-orang itu lo, Mas.” jawab Mat Bloger sedikit kemlinti. Lanjutkan membaca “Video Insiden Jebolnya Situ Gintung”

Video Insiden Jebolnya Situ Gintung

Menelanjangi Anggota DPR

BENDERA start kampanye terbuka dikibarkan mulai awal pekan ini. Partai-partai peserta pemilu dan para calon legislator pun kian agresif menjual diri. Mereka makin sering memasang iklan di media massa dan aktif menyelenggarakan pawai terbuka, bertemu dengan konstituen di daerah-daerah, dan seterusnya.

“Tapi saya malah tambah bingung, Mas,” kata Mat Bloger, kawan saya. “Saya masih belum tahu bakal mencontreng siapa. Jumlah partai terlalu banyak, apalagi calegnya.”

“Sampean contreng sambil merem saja, Mat,” saya memberi saran asal-asalan.

“Ealah, nggak bisa begitu dong, Mas. Nanti kalau salah contreng, suara saya malah nggak sah.” Lanjutkan membaca “Menelanjangi Anggota DPR”

Menelanjangi Anggota DPR

Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. “Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?”

Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. “Syukur…. Risiko jadi orang terkenal, Mas,” kata Mat Bloger.

Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun bermaksud mengirim jawaban seraya mengingat-ingat bagaimana kawan-kawan saya dulu membangun komunitas blogger.

“Jadi bagaimana memulainya, Mas?” tanya Mat Bloger tak sabar. Lanjutkan membaca “Komunitas Penggemar Maria Ozawa”

Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Kode Etik atau Kode Buntut

Perlukah blogger memiliki kode etik? Kalau iya, siapa yang membuat? Pertanyaan ini menari-nari di kepala setelah juragan saya mengajak ngobrol tentang ranah blog dan aktivitas para blogger Indonesia.

Bincang-bincang ringan itu terjadi di tepi kuburan Pasar Senen, Purwakarta, Senin lalu. Kami tengah menghadiri pemakaman Yusril Djalinus, jurnalis senior dan pendiri Tempo Interaktif yang wafat setelah terkena serangan stroke. Langit mendung. Gerimis sesekali jatuh. Tanah liat becek, membuat sol sepatu kami menebal.

Mula-mula juragan saya itu bertanya, “Apakah blogger itu memiliki kode etik seperti para jurnalis mempunyai kode etik jurnalistik?”

Saya kaget karena tiba-tiba dia bertanya seperti itu. Saya pun balik bertanya, “Kenapa sampean bertanya soal itu? Kalau saya tahunya cuma kode buntut, he-he-he ….” Lanjutkan membaca “Kode Etik atau Kode Buntut”

Kode Etik atau Kode Buntut

Blogger Peduli Bencana

Perang adalah tragedi kemanusiaan yang menyedihkan. Begitulah yang kita saksikan pada agresi militer Israel ke Jalur Gaza, Palestina. Ratusan warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, meninggal akibat bom, roket, dan peluru yang dimuntahkan kedua belah pihak, baik Israel maupun pejuang Hamas.

“Kenapa perang terus terjadi, Mas? Tidakkah mereka jemu dan lelah?” tanya Mat Bloger, kawan saya.

Saya dan Mat Bloger sedang menonton televisi yang menayangkan berita tentang serbuan tentara Israel ke Palestina. Di layar terlihat adegan seorang bapak yang tengah membopong seorang anak yang kepalanya berlumuran darah. Saya tertegun memandang adegan itu dan tak segera menjawab pertanyaan Mat Bloger.

“Saya nggak tahu, Mat. Yang jelas perang tak pernah membawa manfaat apa pun kecuali penderitaan dan kesedihan.”

Mat Bloger diam. Sepi menemani kami. Lanjutkan membaca “Blogger Peduli Bencana”

Blogger Peduli Bencana