Aksi Deface Situs Malaysia

Demit-demit dunia maya meretas ratusan situs web Malaysia. Mereka mengubah tampilan halaman depan situs-situs itu dengan bendera Merah-Putih yang berkibar disertai tulisan “Hacked by Indonesia”. Aksi yang dilakukan pada Minggu malam sampai Senin dinihari pekan lalu itu bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Malaysia.

Di tengah sedikit ketegangan hubungan antara Jakarta dan Kuala Lumpur terkait dengan iklan promosi wisata Malaysia buatan Discovery Channel, yang menampilkan tari Pendet, aksi penyamunan digital itu kontan jadi buah bibir. Media sosial daring dan mailing list ramai membicarakan aksi para hacker itu sepanjang pekan ini.

“Sampean nggak ikut aksi itu, Mas?” tanya Mat Bloger.

“Ikut-ikutan? Buat apa? Kayak kurang kerjaan saja, Mat,” jawab saya.

“Wah, berarti sampean kurang nasionalis. Sampean ndak mau membela negara kita yang diserang. Aksi mengubah halaman depan ratusan web itu kan reaksi balasan ulah seseorang di sebuah forum daring yang mengubah syair lagu Indonesia Raya dan mempelesetkan teks Pancasila. Itu penghinaan dan pantas dilawan, Mas.”

“Ealah, Mat. Saya ini blogger, bukan hacker. Saya ndak tahu cara meretas situs. Lagi pula, aksi seperti itu sama saja dengan aksi sweeping terhadap warga asing, yang pernah dilakukan oleh front pembela ini dan itu tempo hari. Yang dimusuhi negaranya, tapi warga asing yang tak tahu apa-apa juga jadi korban. Ini jelas ndak benar, Mat.”

“Perang memang selalu makan korban, Mas.”

“Masalahnya, siapa sedang yang berperang? Saya merasa kita tak sedang memerangi siapa pun, termasuk Malaysia. Konyol sekali bila kita berperang melawan negara tetangga tanpa alasan yang kuat dan masuk akal.”

“Lho kita sedang perang melawan mereka, Mas. Negeri jiran itu kan yang memulai. Sebelumnya, mereka mengklaim, mengaku-ngaku kekayaan budaya kita sebagai milik mereka, Mas. Batik, reog Ponorogo, tari Pendet.”

“Sabar, Mat. Sampean ndak usah bereaksi berlebihan. Santai saja. Semua sengkarut itu belum tentu kebijakan pemerintah Malaysia. Misalnya dalam kasus pelesetan lagu Indonesia Raya. Lagu itu kan ditayangkan di Internet. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa pelakunya adalah orang Malaysia? Jangan-jangan sampean pelakunya, atau teman sampean, barangkali orang dari negeri entah berantah yang sengaja memancing di air keruh. Taruh kata pelakunya memang orang Malaysia. Tapi apakah kita bisa menyimpulkan bahwa tindakan tersebut mewakili sikap seluruh rakyat atau kebijakan pemerintah Malaysia?”

“Errr… belum tentu sih, Mas. Tapi kan kita jadi panas, nih.”

“Makanya jangan emosional. Lihat persoalan secara jernih dan pikiran tenang. Klaim-klaim dan aksi yang menghina, melecehkan bangsa Indonesia, atau mengklaim budaya kita barangkali memang dilakukan oleh segelintir orang Malaysia. Ini mirip aksi demonstrasi membakar bendera negara asing. Bukankah tindakan ini juga bisa digolongkan sebagai penghinaan/pelecehan terhadap negara tersebut? Tapi apakah tindakan ini juga mencerminkan seluruh bangsa Indonesia anti terhadap negara tersebut?

Saya maklum teman-teman para peretas digital itu mungkin hendak menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air dengan cara seperti itu. Tapi sebetulnya mereka ndak perlu berlebihan menyikapi provokasi-provokasi dari siapa pun. Saling serang di Internet, menjarah situs web, pun rasanya cuma buang-buang energi. Ndak ada manfaatnya. Kecuali hanya untuk pamer.”

Iklan
Aksi Deface Situs Malaysia

Satu pemikiran pada “Aksi Deface Situs Malaysia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s