Blog Hanya Trend Sesaat

Tahukah sampean berapa lama rata-rata blogger Indonesia merawat blognya?

Mat Bloger bengong ketika saya mengajukan pertanyaan itu. Lalu pelan-pelan ia menggelengkan kepala. “Nggak tahu, Mas. Saya nggak pernah menghitung. Sampean tahu?”

“Dua tahun, Mat.”

“Kok bisa? Dari mana sampean menyimpulkan?”

“Dari survei, Mat.”

“Halah. Survei apa?”

“Itu lo, Mat, Survei Blogger Indonesia 2009. Hasil survei tersebut memang belum diumumkan secara resmi, tapi saya sudah mendapatkan sedikit bocoran.”

“Huh, curang. Mentang-mentang wartawan,” Mat Bloger mengumpat seraya bersungut-sungut.

Saya tergelak.

Survei Blogger 2009 dilakukan oleh perusahaan konsultan kehumasan IndoPacific Edelman dan komunitas blogger Blogfam. Ini survei komprehensif pertama di Indonesia yang menggali lebih dalam tentang profil, aktivitas, dan perilaku blogger. Survei digelar sejak akhir 2008 hingga awal 2009, diikuti lebih dari 200 blogger. Sebanyak 45 persen blogger yang berpartisipasi tinggal di Jakarta. Selebihnya tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua.

“Apa sih, pentingnya survei semacam itu, Mas?”

“Begini, Mat. Blog dan blogger itu makin populer, dari tahun ke tahun jumlahnya naik terus. Pada awal 2000-an, aktivitas ngeblog hanya dilakukan segelintir orang. Hingga kuartal pertama tahun ini, jumlah blog Indonesia nyaris satu juta. Sebagian besar dari mereka memanfaatkan layanan hosting di Blogspot, WordPress, dan Multiply.

Kehadiran blog dan para blogger pun makin dilirik orang. Dulu hanya dimaksudkan sebagai jurnal perorangan untuk kepentingan pribadi, tapi sekarang blog ditujukan ke khalayak yang lebih luas dan mampu membentuk opini publik. Sebagai media komunikasi baru, blog juga dipandang berperan mendukung kegiatan pemasaran dan kehumasan. Karena itu, perusahaan-perusahaan pun mulai mendekati blog dan blogger. Nah, pemahaman tentang sosok dan perilaku para blogger melalui survei itu jelas sangat penting untuk menentukan strategi komunikasi pemasaran.”

“Oh, begitu…. Lantas hasilnya bagaimana, Mas?”

“Ada beberapa temuan menarik dari survei itu, Mat,” jawab saya. “Salah satunya adalah rata-rata responden berhenti ngeblog setelah dua tahun. Survei itu tak memberi tahu alasannya. Tapi saya menduga karena mengelola blog memang tak mudah, penuh tantangan. Pada mulanya harus ada niat. Lalu waktu, energi, perhatian, hasrat, serta tujuan. Kalau sejak awal memang sudah tak memiliki niat yang kuat, waktu luang, dan tenaga memadai, seorang blogger pasti akan mudah jenuh dan meninggalkan aktivitas ngeblog.

Menurut saya, itu sesuatu yang wajar, Mat. Blog memang bukan untuk semua orang. Tak semua orang sanggup merawat, memiliki hasrat yang besar dan keinginan untuk berbagi melalui blog. Apalagi bila mereka tak merasa bahwa ngeblog itu memberikan manfaat ekonomi.

Selain itu, saya menduga ada sebab lain. Kemunculan jejaring sosial anyar seperti Facebook, juga micro blogging seperti Plurk dan Twitter, telah memalingkan para blogger dari blognya. Facebook, Twitter, dan Plurk yang sedang meniti gelombang popularitas itu mungkin dianggap lebih gampang dirawat ketimbang blog. Blogger tak perlu berpikir lebih serius seperti ketika membuat posting di blog. Di Facebook, mereka hanya cukup mengubah status, melihat kabar terbaru teman-temannya, atau mengunggah foto.”

“Berarti benar dong Mas, blog itu hanya tren sesaat, he-he-he….”

“Hus, sembarangan! Blog itu bukan Tamagochi, yang pernah ngetop sebentar, sesudah itu dilupakan orang. Blog bukan sekadar tren. Bukan pula mainan. Blog itu media yang terus berkembang sebagaimana koran, majalah, radio, televisi, dan film. Beberapa koran, misalnya, memang sudah gulung tikar. Tapi yang lain kan terus hidup. Dan kita, toh, tak bisa serta merta mengatakan bahwa koran hanya tren sesaat, bukan?

Iklan
Blog Hanya Trend Sesaat

Satu pemikiran pada “Blog Hanya Trend Sesaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s