Menelanjangi Anggota DPR

BENDERA start kampanye terbuka dikibarkan mulai awal pekan ini. Partai-partai peserta pemilu dan para calon legislator pun kian agresif menjual diri. Mereka makin sering memasang iklan di media massa dan aktif menyelenggarakan pawai terbuka, bertemu dengan konstituen di daerah-daerah, dan seterusnya.

“Tapi saya malah tambah bingung, Mas,” kata Mat Bloger, kawan saya. “Saya masih belum tahu bakal mencontreng siapa. Jumlah partai terlalu banyak, apalagi calegnya.”

“Sampean contreng sambil merem saja, Mat,” saya memberi saran asal-asalan.

“Ealah, nggak bisa begitu dong, Mas. Nanti kalau salah contreng, suara saya malah nggak sah.”

“He-he-he… ya sudah, pilih saja partai yang sampean anggap paling bagus. Pilih caleg yang bersih.”

“Nah, itu dia masalahnya, Mas. Saya nggak tahu partai dan caleg mana yang paling bersih dan berpihak kepada rakyat. Saya nggak tahu rekam jejak mereka,” mat Bloger mengeluh.

Aha, rekam jejak. Ini salah satu masalah terbesar di kalangan para calon legislator. Setahu saya, hingga saat ini tak ada satu lembar catatan resmi yang mudah diakses dan menunjukkan bagaimana hitam-putih para kandidat itu. Poster-poster caleg yang tertempel di pohon tak memberikan informasi apa pun kecuali sebuah potret.

Akibatnya, sebagian besar pemilih tak mengetahui profil dan kinerja para calon. Bahkan anggota Dewan yang akan kembali bertarung menjadi caleg di Pemilu 2009 ini pun tak diketahui secara luas bagaimana kinerja mereka selama ini. Publik, misalnya, tak tahu apakah mereka selalu hadir di setiap rapat dan sidang, apakah mereka memberi suara setuju atau menolak ketika diadakan voting menentukan lolosnya sebuah undang-undang, bagaimana arus dana yang keluar dan masuk ke kantong mereka, dan sebagainya.

Sayang, kita belum mempunyai blog atau situs yang merekam kinerja anggota Dewan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Padahal, kata Hanny, teman saya yang bekerja di sebuah kantor konsultan kehumasan, di Inggris ada situs They Work for You (TWFY) (http://theyworkforyou.com) yang dibuat oleh lembaga My Society (http://mysociety.org).

TWFY adalah situs interaktif pemantau kinerja wakil rakyat. Di situs ini, warga Inggris dapat mengetahui siapa wakil dari daerah mereka yang duduk di parlemen, dan memantau kinerja mereka. Warga hanya perlu masukkan kode pos wilayah tempat tinggalnya, secara otomatis situs akan menampilkan siapa saja wakil mereka di parlemen. Para pemilih juga dapat mengetahui agenda sidang beserta hasil-hasilnya.

Dengan adanya situs pemantau itu, setiap anggota legislatif bahkan bisa dilacak semua jejaknya, misalnya riwayat suara mereka (voting record), kebijakan yang mereka dukung, isu-isu yang menjadi ketertarikan mereka, sidang-sidang yang mereka hadiri, dan laporan keuangan. Berkat arsip semacam itu, warga dapat memantau dan mengukur kinerja wakil mereka. Warga jadi tahu apakah wakilnya tak menyelewengkan anggaran, bolos melulu dari rapat, dan sebagainya. Pendeknya, kita dapat “menelanjangi” para anggota Dewan dengan situs pemantau.

“Kita sebenarnya juga berpeluang membuat situs seperti itu, Mat. Secara teknis, situs semacam itu tak sulit dibuat. Masalahnya, siapa yang bersedia membuatnya? Kita, para blogger? Lalu bersediakah anggota Dewan dipantau konstituennya secara telanjang? Maukah aktivitas politik mereka dicatat? Jangan lupa, ini Indonesia, Mat. Bukan Inggris. Tahu kan, maksud saya, Mat?”

Mat Bloger mengangguk, lalu tergelak. “Ha-ha-ha… ya, ini Indonesia, Mas.”

Iklan
Menelanjangi Anggota DPR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s