Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. “Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?”

Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. “Syukur…. Risiko jadi orang terkenal, Mas,” kata Mat Bloger.

Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun bermaksud mengirim jawaban seraya mengingat-ingat bagaimana kawan-kawan saya dulu membangun komunitas blogger.

“Jadi bagaimana memulainya, Mas?” tanya Mat Bloger tak sabar.

“Ya, mulai saja,” jawab saya. “Mulailah mengajak blogger lain membentuk komunitas. Cari blogger yang memiliki kesamaan, misalnya keinginan, cita-cita, minat, hobi atau daerah tempat tinggal. Sampean bahkan dapat membuat komunitas penggemar artis kondang, misalnya Maria Ozawa alias Miyabi.

Setelah itu, buatlah aktivitas bersama secara rutin. Contohnya berenang, bersepeda, arisan, belanja, atau memancing. Buatlah aktivitas itu bisa berjalan secara paralel, baik secara offline maupun online. Komunitas, misalnya, dapat membuat acara bersepeda bersama di akhir pekan, lalu menuliskan dan mengunggah foto-foto kegiatan itu ke blog komunitas.

Blog komunitas adalah forum komunikasi antaranggota komunitas. Blog ini berisi tulisan-tulisan tentang, misalnya, profil anggota, kegiatan yang pernah dilakukan, serta foto-foto kegiatan. Blog juga menampung alamat blog anggota. Ia menjadi agregator, pengumpul posting setiap anggota, sekaligus papan pengumuman bagi orang di luar komunitas tersebut. Mereka yang tertarik bergabung dapat mengintip apa, siapa, dan bagaimana kegiatan sebuah komunitas melalui blog ini.”

“Lantas bagaimana cara merekrut anggotanya, Mas?” tanya Mat Bloger.

“Komunitas tak dibangun dalam semalam. Untuk memulainya, sampean cukup mengumpulkan tiga, empat, atau lima orang. Bertemulah secara rutin di tempat yang disepakati bersama sebagai markas. Bisa di rumah salah seorang anggota, kafe, taman kota, atau tempat yang nyaman lainnya. Yang penting, carilah lokasi yang relatif dekat, gampang aksesnya, dan cukup lebar untuk menampung seluruh anggota. Markas ini penting karena akan menjadi tempat berkumpul dan memulai aktivitas bersama.

Sampean tak perlu berfokus dulu pada bagaimana merekrut anggota baru atau berharap dalam waktu singkat menambah anggota. Komunitas yang anggotanya terlalu cepat bertambah biasanya justru rapuh dan kemungkinan besar bubar dalam waktu singkat. Relasi antaranggota yang kuat tentu membutuhkan waktu.

Lagi pula banyaknya anggota tak menjamin keberhasilan sebuah komunitas. Meski jumlah anggotanya tak lebih dari sepuluh orang, sebuah komunitas bisa saja sangat aktif bila kegiatannya banyak, semua anggota terlibat, dan membuat semua orang ketagihan ingin mengulangi lagi.

Lebih baik sampean memikirkan bentuk kegiatan yang dapat diikuti oleh semua anggota. Makin banyak anggota yang terlibat, makin baik. Mulai saja dari yang sederhana. Kalau anggota komunitas rata-rata suka menonton film, buatlah acara nonton bareng. Jika anggota hobi makan, ajaklah mereka ramai-ramai mencicipi sebuah kafe atau restoran baru. Sampean bahkan dapat mengajak anggota bereksplorasi, misalnya mencoba hobi baru menyulam.

Jangan lupa, membangun komunitas itu berarti membuat setiap anggota merasa spesial. Perlakukan setiap anggota sebagai individu yang nyata dan bukan sekadar nama pena (nickname). Buatlah agar mereka merasa dihargai. Libatkan mereka dalam setiap kegiatan. Beri penghargaan untuk setiap partisipasi. Selebihnya, biarkan waktu yang akan mengujinya.”

Iklan
Komunitas Penggemar Maria Ozawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s