Bagaimana Wajah Ranah Blog di 2009

ALMANAK telah disobek. Tahun berganti yang baru. Bagaimana wajah ranah blog pada 2009 ini? Apa saja yang akan jadi trend?

“Bagaimana penerawangan sampean terhadap perkembangan blog pada 2009, Mas?” Mat Bloger mendadak bertanya ketika kami duduk di teras pabrik sambil memandang angkasa pada sebuah siang yang mendung.

“Halah, ramalan to? Memangnya saya tukang nujum, Mat,” jawab saya.

Mat Bloger tergelak. “Yah, iseng-iseng, Mas. Siapa tahu ramalan sampean tepat seperti Mama siapa itu atau Ki sapa itu.”

“Di tahun 2009, blog Indonesia jelas akan berlipat-lipat jumlahnya dibanding tahun lalu, naik dari 600 ribu menjadi sekitar 1 juta. Lompatan ini terjadi karena beberapa hal. Membuat blog itu makin mudah, jumlah penyedia hosting blog gratis pun semakin banyak. Akibatnya, blog kian populer dan orang pun semakin tertarik memanfaatkan blog untuk pelbagai keperluan.”

“Apakah jumlah blog dengan isi tulisan yang memperlihatkan passion pemiliknya lantas akan meningkat, Mas?” tanya Mat Bloger.

“Belum tentu, Mat. Peningkatan jumlah blog tak serta-merta membuat jumlah blog yang layak kunjung setiap hari, ngangeni, tulisannya mencerahkan pikiran, lantas ikut melejit. Ada memang penambahan blog yang nendang, tapi tentu tak sebanyak yang biasa-biasa saja.

Konsekuensinya, seiring dengan meroketnya populasi blog dan blogger, kasus-kasus yang sengketa, perselisihan, dan konflik pun kemungkinan makin banyak. Tahun lalu ada dua blogger yang diadukan ke polisi gara-gara tulisan di blog. Tahun depan, bukan tak mungkin akan semakin banyak blogger yang dilaporkan ke hamba hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik, fitnah, atau menyebarkan kabar bohong.

Blog-blog sensasional, seperti yang tempo hari memuat karikatur Nabi Muhammad atau memparodikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta blog-blog yang menjelek-jelekkan agama tertentu, ada kemungkinan juga terus bermunculan. Bukankah orang iseng yang mendambakan popularitas selalu ada di sekitar kita?”

“Apakah kita harus cemas melihat kecenderungan naiknya jumlah blog dan blogger nakal seperti itu, Mas?” Mat Bloger penasaran.

“Tidak, asalkan kita membuat posting yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengasah ketajaman pikiran, melatih dialog, meningkatkan kepekaan sosial, serta berbagi ilmu atau informasi. Ini perlu untuk menyongsong peluang yang terbit dari makin ampuhnya blog sebagai media pemasaran, kehumasan, pendidikan, kampanye politik, dan pemberdayaan sosial.

“Peluang apa, Mas?”

“Beberapa perusahaan di Indonesia menganggap blogger bisa dijadikan ikon atau social influencer. Mereka juga mulai berancang-ancang memasang iklan di blog-blog terpilih. Beberapa blogger bahkan sudah menerima pesanan untuk membuat semacam pariwara di blog, sebagian lainnya mendapat pesanan pemasangan banner iklan. Ini kan pertanda baik. Karena itu, teruslah ngeblog dengan passion agar kecipratan rezeki.

Pemilu legislatif dan presiden kemungkinan besar juga akan meneteskan berkah berupa iklan ke ranah blog. Jangan heran bila beberapa bulan lagi ada banyak blog yang memasang banner iklan partai atau wajah calon legislator tertentu. Ada blogger yang bahkan sudah dikontak untuk ditanya kesediaannya membuat tulisan berbayar (paid posting) tentang tokoh tertentu.

Tulisan berbayar memang akan semakin bertebaran seiring dengan naiknya kecenderungan jumlah blogger yang berniat mencari uang lewat blog (blog monetizing). Selain memasang Google Adsense, mereka berharap dapat upah dari paid posting. Upaya menjaring rupiah melalui blog tentu sah-sah saja, asalkan tidak menghalalkan segala cara, misalnya dengan mengakali mesin pencari dengan kata kunci tertentu atau menjiplak blog milik orang lain tanpa izin.”

Iklan
Bagaimana Wajah Ranah Blog di 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s