Ada Apa dengan Blog Anak

Meski sudah berkali-kali mengulas pernak-pernik blog dan aneka rupa masalahnya, ternyata tetap membuat seorang kawan bertanya-tanya. “Kenapa sampean tak pernah menulis tentang blog anak-anak, Mas? Apakah anak-anak bukan kelompok usia yang menjadi perhatian sampean?”

Terus terang, saya terpana mendengar pertanyaan ini. Saya seperti diingatkan bahwa blog bukan dunia yang hanya ditempati oleh remaja dan orang dewasa. Ada penduduk lain di wilayah yang terus bergemuruh itu: anak-anak.

Kebetulan belakangan ini saya juga mulai melihat derasnya kemunculan blog-blog buatan anak-anak usia sekolah dasar. Mereka ngeblog dengan pelbagai alasan. Mungkin karena orang tua mereka juga memiliki blog, atau barangkali karena tugas sekolah.

Apa pun alasannya, blog anak adalah fenomena yang sangat menarik. Kalaupun saya belum sempat membahasnya, itu bukan lantaran saya diskriminatif, melainkan karena soal waktu saja. Buat saya, anak-anak justru kelompok umur yang sangat menarik dibicarakan. Di tangan merekalah masa depan blog kita titipkan.

“Kenapa bisa begitu, Mas?” teman saya itu bertanya lagi.

“Anak-anak, seperti kata Tagore, adalah pesan bahwa Tuhan belum jera pada manusia. Mereka simbol eksistensi manusia di muka bumi. Generasi penerus kita.”

“Maksudnya apa itu, Mas?”

“Embuh, ha-ha-ha…, ” saya ngakak.

Teman saya cemberut. Wajahnya ditekuk jadi tujuh. “Halah, sampean ini ya Mas, mbok ya jangan asal-asalan begitu. Kasihan yang nanya,” Mat Bloger, yang ternyata diam-diam sudah duduk di samping saya, berkomentar.

“Lo, ada kamu, Mat. Wah, maaf-maaf… saya cuma bercanda kok,” jawab saya.

“Oke, Mas. Ndak apa-apa. Tapi saya malah jadi tertarik ngobrol soal blog anak-anak ini, Mas. Sebetulnya, perlukah anak-anak ngeblog? Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk anak-anak yang hendak ngeblog, Mas?” Mat Bloger bertanya.

“Perlu, Mat. Anak-anak dapat memakai blog untuk bermacam-macam kepentingan, misalnya mengembangkan hobi, belajar berpendapat, dan berbagi. Beberapa blog anak yang pernah saya lihat berisi foto-foto dan tautan alamat grup-grup band kesukaan mereka.

Ada begitu banyak aspek positif blog buat anak-anak. Blog membantu mereka mengembangkan kemampuan dan keterampilan berbahasa atau berkomunikasi. Blog juga membuat mereka lebih percaya diri. Jaringan pertemanan yang terbangun melalui blog akan memberi mereka kemampuan tentang hubungan sosial.

Kelak, anak-anak bisa memetik pelajaran berharga dari sebuah komunitas yang dibentuk dari blog. Saya bahkan mendengar ada guru-guru di sekolah tertentu yang juga sudah mulai meminta murid-muridnya membuat blog. Di blog itu, mereka lalu mendiskusikan pekerjaan rumah atau tugas-tugas sekolah.”

“Masalahnya, ada sebagian orang tua yang merasa cemas seandainya anak-anak mereka membuka Internet, Mas. Mereka takut anak-anak tanpa sengaja melihat gambar-gambar porno yang bertebaran di ranah maya,” kawan saya itu kembali bertanya.

“Oh iya. Kecemasan seperti ini wajar, tapi jangan sampai menghalangi akses anak ke Internet. Untuk menangkal ekses seperti itu, para orang tua harus mendampingi anak-anak setiap kali mereka hendak mengakses Internet dan mengelola blog.

Internet adalah wilayah yang terbuka. Isinya ada yang terang benderang, ada pula yang remang-remang. Selalu ada potensi bahaya di sana, juga kemungkinan penyalahgunaan. Tugas kita sebagai orang tua adalah melindungi anak-anak dari bahaya itu dan memastikan mereka berinternet dengan nyaman dan sehat.”

Iklan
Ada Apa dengan Blog Anak

Satu pemikiran pada “Ada Apa dengan Blog Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s