Tujuh Keajaiban Dunia

Siang itu, di puncak rasa kantuk yang nyaris tak tertahankan, Mat Bloger, kawan saya, tiba-tiba datang dan menggebrak meja. “Dhuaaar! Ha-ha-ha.. Ngantuk, ya?” begitu dia berteriak.

Keruan saja saya kaget dan gelagapan. “Semprul!” saya memaki ulah Mat Bloger yang mengganggu sebagian nikmat puasa saya itu.

Mat Bloger tergelak. “Siang-siang jangan tidur dong, Mas, nanti sampean dikira sedang puasa lo.”

“Sontoloyo kamu. Siapa yang tidur? Saya lagi baca-baca e-mail, Mat,” saya mengelak.

“Halah. E-mail apa sih, Mas?” tanya Mat Bloger lagi.

“Ini ada e-mail dari seorang kawan yang meminta tolong agar saya ikut voting program Tujuh Keajaiban Dunia yang diadakan oleh The New 7 Wonders Foundation,” jawab saya.

“Lo, itu program lama kan, Mas? Kalau tak salah, dimulai pada 2001,” kata Mat Bloger. “Tahun lalu, program itu bahkan sempat memicu kehebohan di sini karena Candi Borobudur gagal masuk daftar.”

“Betul, Mat. Ini memang program lama. Tahun lalu, jajak pendapat secara global melalui telepon dan Internet yang berhasil menghimpun 100 juta suara itu akhirnya menghasilkan daftar tujuh keajaiban baru dunia, yaitu Kuil Chichen Itza (Yukatán, Meksiko), Patung Jesus Sang Penebus (Rio de Janeiro, Brasil), Tembok Besar (Cina), Komunitas Machu Picchu (Cuzco, Peru), Kota Kuno Petra (Yordania), Koloseum Romawi (Roma, Italia), dan Taj Mahal (Agra, India).

Meski tak diakui oleh Unesco, menurut saya program ini sangat menarik perhatian. Banyak sekali penduduk dunia, terutama yang terhubung dengan Internet, yang mendukung program itu. Koran LA Times bahkan pernah menulis bahwa situs yang menjadi finalis ini ternyata mendapatkan tetesan manfaat. Koloseum yang tadinya dipandang sebelah mata oleh penduduk setempat, misalnya, kini kembali dihargai dan menarik minat wisatawan baru. Jadi, saya kira, acara semacam seperti ini cocok untuk mendukung program pariwisata di negara mana pun, termasuk Indonesia, yang mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata pada 2008 ini.

“Lalu kenapa teman sampean itu meminta kita mengikuti voting lagi, Mas?”

“Program Tujuh Keajaiban Dunia tersebut kembali digelar hingga Desember nanti. Kita bisa membaca informasinya itu di situs New 7 Wonders Nature. Pemerintah Indonesia kebetulan tengah menggalang kampanye agar tiga tempat wisata yang dijagokan masuk sebagai finalis New 7 Wonders of Nature. Nah, teman saya itu meminta agar saya ikut menggolkan target pemerintah itu.”

“Oh, begitu. Ngomong-ngomong, tiga tempat itu apa saja, Mas?”

“Danau Toba, Pulau Komodo, dan Krakatau. Di situs New 7 Wonders, peringkat ketiga tempat itu melorot terus. Terakhir, saya lihat Krakatau berada di peringkat 72, Toba 74, dan Komodo 75. Jauh sekali menuju tujuh besar.”

“Apa yang bisa kita lakukan, Mas?”

“Pertama, tentu saja, ikut memberikan suara. Kedua, sebagai blogger, saya dan sampean membuat posting untuk mengajak orang ikut memilih. Kita bisa mengajak para blogger lain juga menulis tentang program itu, mengulas tiga tempat wisata itu, dan akhirnya meminta tolong para blogger memberikan suara dukungan. Sebagai kelompok pengguna Internet paling aktif, blogger sangat berpotensi memberikan dukungan. Lagi pula, ini zaman kampanye viral, Mat. Posting-posting mereka akan cepat tersebar dan didengar. Bagaimana hasilnya nanti, itu urusan belakangan. Yang penting kita sudah berusaha. Boleh kan, sekali-sekali kita membantu pemerintah, Mat?”

“Boleh dong, Mas.”

Iklan
Tujuh Keajaiban Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s