Sinyal Petak-Umpet

Hati Mat Bloger puspas, antara marah, kesal, lelah, dan tak sabar. Sudah berpuluh-puluh menit dia berusaha masuk jaringan Internet melalui kartu data modemnya, tapi gagal melulu. Sempat dia terkoneksi barang beberapa detik hanya untuk putus lagi.

“Semprul! Sinyal kok petak-umpet. Kadang muncul, kadang hilang,” kata Mat Bloger kesal.

Saya tergelak melihat tampangnya yang kusut dan berkeringat. “Sabar, Mat. Sabar. Operator-operator seluler itu sedang kekenyangan pelanggan, jalur Internetnya jadi sering macet,” saya mencoba menyabarkan Mat Bloger.

“Saya nggak bisa ngeblog dong, Mas.”

“Namanya juga fakir bandwidth, Mat. Susah ngeblog. Nanti deh, kalau WiMax sudah mendarat di sini,” jawab saya.

“WiMax? Apa itu, Mas?”

“WiMax itu teknologi telekomunikasi nirkabel yang memungkinkan sampean tersambung ke Internet melalui pelbagai peranti bergerak, seperti laptop, PDA, SmartPhone, dan sebagainya.”

“Apa bedanya WiMax dengan Wi-Fi? Apa pula beda antara Wi-Max dengan akses Internet tanpa kabel yang sudah ada, Mas?”

“WiMax itu ibarat telepon seluler berkualitas telepon kabel di rumah sampean itu. Sedangkan Wi-Fi itu seperti telepon rumah tanpa kabel atawa cordless phone. Perbedaan Wi-Max dengan akses Internet nirkabel lain–seperti HSDPA, GSM, EDGE, atau GPRS–ada pada jangkauan dan kecepatannya.

Sambungan Internet tanpa kabel lewat Wi-Fi seperti yang biasa sampean gunakan di kafe-kafe atau tempat kongko itu daya jangkaunya pendek. Paling hanya sekitar 10 meter. Itu pun dengan catatan tak ada penghalang seperti tembok.

Kalau sampean membuka laptop dari tempat parkir, misalnya, sementara antena Wi-Fi ada di dalam kafe, sampean mungkin tak mendapat akses koneksi ke Internet, kecuali ada tambahan penguat sinyal.

Nah, daya jangkau sinyal WiMax lebih jauh. Tanpa halangan apa pun, sinyalnya bisa mencapai jarak 40 kilometer. Tentu saja bila ada tembok tebal, gedung, pepohonan, jangkauan ini daya jangkau sinyal WiMax pun memendek.

Kecepatan akses WiMax juga berlipat-lipat lebih kencang dibanding akses HSDPA, GSM, EDGE, atau GPRS.

“Lalu apa hubungannya WiMax dengan blog, Mas?”

“Begini, Mat. Berkat Wimax, sampean jadi makin mudah dan enak ngeblog. Dengan jarak jangkau sinyal yang semakin jauh, berarti operator tak perlu membuat banyak pemancar sinyal (BTS). Investasi dihemat. Tarif akses pun bisa diturunkan. Biaya ngeblog pun turun. Lalu dengan kecepatan akses yang kian kencang, sampean juga bisa membuat aneka macam eksperimen dengan blog.”

“Misalnya?”

“Sampean bisa membuat klip video pendek tentang situasi lalu lintas kawasan tertentu dengan ponsel canggih sampean itu. Video itu lalu sampean kirimkan seketika dalam bentuk e-mail ke blog. Pengunjung blog sampean bisa melihatnya lewat aneka peranti bergerak di kendaraan. Video berisi informasi situasi lalu lintas akan membantu pengguna jalan menentukan alternatif rute. Blog sampean jadi berguna buat masyarakat.”

“Ada lagi contoh lain?”

“Kalau sampean bosan dengan blog konvensional, yang isinya hanya tulisan dan foto melulu, buatlah video blog. Isinya tentang apa saja. Mirip-mirip YouTube itu. Berkat WiMax, sampean tak perlu khawatir pengunjung sulit mengakses video blog seperti yang terjadi sekarang karena tak ada lagi cerita sinyal petak-umpet, Mat.”

“Woh, keren,” kata Mat Bloger.

Iklan
Sinyal Petak-Umpet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s