Blog Memang Bukan Untuk Semua Orang

Mat Bloger naik pangkat. Dari semula hanya blogger biasa, kini ia boleh disebut sebagai influencer. Hobinya mengajak orang ngeblog. Berhasilkah? Pada sebuah siang yang lengas, dia mendatangi saya. Tampangnya sekusut Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, selepas jam kantor.

“Saya sering bingung, Mas. Mengapa saya sulit mengajak orang membuat blog? Kenapa, sih, tak semua orang sudi membuat blog? Saya jadi mikir, sebetulnya apakah kita perlu mempunyai blog? Apakah setiap orang harus ngeblog?” begitu Mat Bloger bertanya.

Saya kaget mendapat serangan semacam itu. “Wah, rupanya ada yang mulai putus asa, nih,” saya berkomentar. Mat Bloger nyengir.

“Jangan khawatir, Mat. Orang yang belum mengenal blog, para pemula, memang kerap mengajukan pertanyaan semacam itu. Sebelum saya menjawab apakah setiap orang harus ngeblog, saya mau bertanya dulu. Apakah sampean punya passion setinggi Gunung Merapi?

Katakanlah pada sesuatu yang akan membuat sampean begitu bergairah, baik dalam keadaan senang maupun susah, tanpa mempedulikan apakah minat itu akan mendatangkan keuntungan atau tidak. Apakah sampean menikmati proses menciptakan sesuatu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain?

Lalu, apakah sampean menikmati dialog dan diskusi sepenuh hati? Kalau salah satu atau semua jawabannya ya, berarti sampean perlu punya blog. Sampean berpotensi menjadi blogger yang bagus.

Orang yang tak punya hasrat akan gampang jemu dan ujung-ujungnya menelantarkan blognya. Orang yang tak pernah menikmati proses membuat sesuatu pasti juga tak akan senang mencari ide dan mengisi blog.

Orang yang enggan berdiskusi niscaya bakal menganggap ngeblog itu kegiatan yang membuang-buang waktu saja.

Menurut saya, blog memang bukan untuk semua orang. Sampean pun tak perlu ngeblog seandainya memang tak memiliki cukup waktu luang, hidup sampean tak mendapat nilai tambah apa pun, sulit atau tak nyaman menulis, dikejar-kejar tugas sehari-hari, tak suka perubahan, atau merasa terancam sewaktu menjalin relasi sosial. Pendeknya, orang tak perlu ngeblog jika ogah berkomunikasi.

Jika sampean ini tukang jahit dengan pesanan yang mengalir deras, sampai-sampai tak punya cukup waktu istirahat, ya ndak usah ngeblog. Tapi, seandainya sampean ini desainer baju dan memerlukan media untuk memajang hasil kreasi, barangkali sampean perlu punya blog.

Sampean bisa berkomunikasi dengan pelanggan, membuka ruang konsultasi desain, dan sebagainya. Blog itu ruang interaksi antara sampean dan khalayak. Blog bukan reklame pasif, tapi aktif. Tentu saja blog sampean tak serta-merta bakal dikenal orang dan menyedot perhatian publik begitu muncul pertama kali. Sampean terlebih dulu harus membangun jaringan, berpromosi, dan sebagainya, supaya dikenal.”

“Apa kunci merebut hati khalayak, Mas?”

“Sampean harus berorientasi pada khalayak, menaruh minat, dan berada di antara mereka. Sampean mesti berinteraksi, juga secara konsisten melayani dan memperhatikan mereka. Kalau sampean merasa itu semua berlebihan, cari kesibukan lain. Jangan ngeblog.

Sisi positifnya, blog adalah cara terbaik untuk beratraksi, mendidik, dan berbagi. Dalam sekejap, sampean akan meraih reputasi, memperoleh umpan balik, dan kesenangan lewat blog. Tapi, sekali lagi, pada akhirnya blog memang bukan untuk semua orang, Mat. Hidup jalan terus biarpun sampean tak punya blog.”

Iklan
Blog Memang Bukan Untuk Semua Orang

Satu pemikiran pada “Blog Memang Bukan Untuk Semua Orang

  1. tulisan anda selalu saya tunggu tiap Jumat pagi..
    dan ini salah satu dari yang paling saya sukai. mantaf!
    [saya sebar ke milis2, buat provokasi temen2. hehe..]

    sampai ketemu jumat pagi di ‘lengan kiri loper koran’ mas..!

    *tetaplah menjadi yang saya tunggu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s