BlogBerry Alias Mobile Blogging

Mat Bloger benar-benar tukang pamer. Mentang-mentang baru mendapat kado BlackBerry dari pamannya, sekarang dia selalu menenteng alat buatan Kanada itu ke mana-mana, ke kantor, sekolah anaknya, lapangan futsal, pasar, mal, kafe, dan tempat-tempat yang biasa dikunjunginya. Selain untuk menelepon, mengirim SMS, dan mengecek surat elektronik, sesekali ia mengarahkan perangkat mobile itu ke wajah setiap kawan yang ditemuinya, lalu jeprat-jepret memotretnya.

“Buat koleksi pribadi, Mas,” kata Mat Bloger.

Saya cuma bisa mengumpat dalam hati melihat kelakuannya yang kekanak-kanakan itu. Maksud hati menasihati, tapi saya khawatir dikira iri hati karena belum punya BlackBerry. Akhirnya saya biarkan saja ia menikmati egonya yang sedang membengkak seperti gunung hendak meletus.

“Makanya, sampean beli juga, Mas,” kata Mat Bloger seperti bisa menebak isi hati saya.

“Halah, kuno, Mat. BlackBerry itu kan sudah ada sejak lama. Kamu saja yang ketinggalan zaman hanya karena baru dikasih pamanmu itu,” jawab saya.

“Yang ini lain, Mas. Bisa buat motret,” katanya tak mau kalah.

“Terus hasil fotonya buat apa?” tanya saya lagi.

“Ya buat disimpan saja, Mas.”

“Ah, kamu memang ndesit. Punya BlackBerry canggih, tapi hanya untuk memotret. Kamu seperti OKB-OKB itu.”

“Memangnya bisa buat apa lagi, Mas?”

“Sampean tahu nggak kalau kita bisa ngeblog dengan BlackBerry alias BlogBerry?”

“Yang bener, Mas? Bagaimana caranya?”

“Begini, Mat. BlackBerry dan peranti mobile lain, seperti handphone, smartphone, PDA phone, adalah peranti “wajib” bagi blogger, jurnalis, dan orang-orang lapangan yang bekerja untuk media dalam lingkaran (online), termasuk blog. Dengan perangkat itu, kita bisa membuat posting dari mana saja, kapan saja, ke blog.

“Oh, begitu.”

“Tapi, sampean harus memiliki blog dulu di Blogspot, WordPress, atau blog hosting mana pun. Kalau sudah punya, sampean tinggal mengatur agar blog sampean itu bisa menerima kiriman posting melalui e-mail. Kalau masih belum jelas, masuk saja ke halaman pengaturan blog dan ikuti petunjuk mengirim posting via e-mail.”

“Lalu?”

“Gunakan perangkat mobile sampean untuk menulis atau memotret sesuatu. Lalu kirimkan hasilnya, baik dalam bentuk teks maupun foto ke blog, lewat e-mail. Secara otomatis, kiriman itu akan langsung ditayangkan di blog.”

“Begitu saja?” tanya Mat lagi.

“Iya. Gampang, kan?”

“Tapi sebenarnya, apa pentingnya sih, kita mengirim posting lewat e-mail, Mas?”

“Penting, Mat. Ini yang disebut dengan mobile blogging atawa nge-blog tanpa batas ruang dan waktu. Kalau sampean seorang citizen journalist, misalnya, sampean bisa langsung melaporkan situasi kemacetan lalu lintas dan pembaca juga dapat membaca laporannya beberapa menit kemudian.

Atau katakanlah sampean ‘beruntung’ melihat kecelakaan sebuah bus masuk jurang. Ketika wartawan lain belum sampai di lokasi, sampean sudah memotret, menulis sedikit keterangan tambahan, lalu menayangkannya di blog lewat e-mail yang dikirim via peranti mobile.

Laporan sampean mungkin jauh lebih cepat ketimbang wartawan situs berita mana pun. Sewaktu belum ada satu pun situs yang mempublikasikan laporan wartawannya, blog sampean justru sudah menayangkan lengkap dengan fotonya. Inilah kekuatan jurnalisme publik. Tentu saja masih banyak manfaat lain dari perangkat mobile. Sampean bisa berkreasi sendiri.”

“Wah, asyik juga ya, Mas. Saya mau nyoba, ah,” kata Mat dengan sinar mata berbinar-binar.

“Silakan. Makanya, jangan cuma bisa pamer BlackBerry ya, Mat.”

“Iya, Mas. He-he-he … “

Iklan
BlogBerry Alias Mobile Blogging

2 pemikiran pada “BlogBerry Alias Mobile Blogging

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s