Blog Biografi

Ini sungguh pekan yang kelabu. Bayangkan, hanya dalam tempo sepekan kita kehilangan tiga tokoh nasional sekaligus: politikus, aktor, dan sutradara Sophan Sophiaan; mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, dan jurnalis senior S.K. Trimurti.

“Berita meninggalnya tiga tokoh itu mestinya sesuatu yang menarik ditulis di blog ya, Mas. Tapi, saya heran, mengapa tak banyak blog yang menulis tentang mereka? Kalaupun ada, satu-dua yang menulis, penuturannya kurang asyik, lengkap, dan menggugah,” kata Mat Bloger, teman saya.

“Saya tak tahu persis sebabnya, Mat, dan tak perlu kita cari tahu. Lebih baik kita lihat dari perspektif lain. Dengan makin sedikitnya blogger yang piawai menulis tentang para tokoh, sampeyan justru memiliki kesempatan meraih sukses di ranah blog. Caranya, ya, dengan membuat blog biografi,” jawab saya.

“Blog biografi? Apa itu?” tanya Mat.

“Blog yang melulu berisi kisah-kisah manusia, kehidupan seseorang, atau sepenggal momen dalam kehidupannya. Ibaratnya, sampeyan mendokumentasikan kehidupan seseorang. Sebagai tema alternatif, blog biografi akan menjadi semacam mutiara di antara belantara media daring (online) yang butuh keragaman.”

“Mengapa biografi, Mas?”

“Kisah tentang tokoh terkenal selalu memancing rasa ingin tahu pembaca. Kita mengenal orang-orang yang mengubah kehidupan. Beberapa di antaranya kita kenal dengan baik, secara pribadi, misalnya sahabat dan keluarga. Sebagian lagi kita tahu dari sumber lain, misalnya buku dan media massa.

Sikap keras Ali Sadikin sebagai gubernur dan jalan lurus Sophan Sophiaan di ranah politik, misalnya, sedikit-banyak telah mempengaruhi pandangan, keputusan, juga perasaan kita terhadap kehidupan dan segala isinya. Jika sampeyan bisa menulis ulang kisah mereka, lalu membagikannya kepada orang lain, boleh jadi akan menginspirasi pembaca.”

“Bagaimana cara menulisnya?”

“Sebuah biografi biasanya dimulai dengan pertanyaan-pertanyaan seperti ini, apa yang menarik dari orang itu? Adakah sesuatu yang lain dari masa kecil seseorang yang membentuk kepribadiannya? Adakah karakter khusus yang mendorong kesuksesannya atau kemajuannya di masa depan? Kata-kata sifat apa yang akan kita gunakan untuk menggambarkan sosoknya? Apakah ada satu masa yang menjadi titik balik dalam kehidupannya? Apa perannya dalam sejarah?

Tulisan biografi biasanya juga mengandung informasi, seperti tempat serta tanggal lahir dan meninggalnya, latar belakang keluarganya, prestasi semasa hidup, kejadian-kejadian penting, juga bagaimana pengaruhnya dalam kehidupan sosial.

Tentu saja data mentah seperti itu tak ditampilkan begitu saja, Mat. Sampeyan harus menggali lebih dalam untuk memberi warna pada tulisan. Menulis itu bukan untuk membosankan pembaca, melainkan menarik perhatian.”

“Ada contohnya, Mas?”

“Misalnya sampeyan jangan menulis kalimat, ‘Ali Sadikin lahir di Kampung Cangkudu, Sumedang, 7 Juli 1926.’ Kalimat ini sangat kering dan datar. Coba sampeyan ubah menjadi, misalnya, ‘Pada siang yang lengas pada 7 Juli 1926, seorang bocah lelaki lahir. Tangisan pertamanya begitu kencang, mengagetkan warga Kampung Cangkudu, Sumedang. Oleh orang tuanya, bocah itu diberi nama Ali Sadikin.’ Gampang, kan?”

“Oh, iya. Saya jadi pengen bikin blog biografi ah, Mas.”

“Silakan.”

Iklan
Blog Biografi

2 pemikiran pada “Blog Biografi

  1. blog nya si zen itu mungkin bisa dijadikan sebagai bahan referensi dhe :D, karena sebagian besar itu kan dia ngebahas biografi tokoh-tokoh sejarah. IMHO.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s