Pak Nuh dan Sengkarut Blog

Seseorang meninggalkan pesan di blog sebelah. Sepertinya dia risau. Ia menulis begini, “Website kami bagaimana? Soalnya website itu berisi rekaman/streaming pengajian yang dikelola masyarakat muslim Indonesia di Melbourne. Banyak jemaah virtual kami ada di Indonesia. Kasihan mereka.”

Penulis itu sedang merisaukan aksesibilitas situsnya setelah dalam sepekan ini terjadi sengkarut di ranah maya. Kekisruhan diawali oleh “tikus” bernama Fitna. Film karya politikus Belanda, Geert Wilders, yang melukai hati umat Islam ini dilarang beredar oleh pemerintah Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informasi Muhammad Nuh lalu meminta para penyedia layanan akses Internet (ISP) dan NAP (network access point) dengan segenap daya dan upaya memblokir situs ataupun blog yang memuat film Fitna itu, melalui surat kepada ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) bertanggal 2 April 2008.

Sebagian provider langsung menutup situs tertentu, seperti Youtube, Multiply, Rapidshare, MySpace, dan sebagainya, yang menampung Fitna. Daftar situs yang diblokir ini berubah terus, kadang berkurang, kadang bertambah, karena tak semua provider bersedia menutup.

Reaksi tersebut ibarat menangkap tikus dengan membakar lumbung. Situs-situs yang ditutup itu adalah gudang besar yang tak hanya menampung film Fitna, tapi juga jutaan data dan informasi lain, baik berupa gambar, teks, maupun video. Kalau situs itu ditutup, jutaan pemakai Internet di Indonesia jelas dirugikan. Mereka tak lagi bisa membuka dokumen lain yang ada di situs-situs, seperti yang dikhawatirkan penulis komentar di blog saya ini.

Kekisruhan makin menjadi-jadi setelah ada orang yang disebut-sebut sebagai pakar menyatakan bahwa blogger itu kelompok yang doyan mencela pemerintah dan menyamun situs, membuat masyarakat ketakutan mengakses Internet, dan seterusnya. Isu berkembang sampai dikotomi blogger positif dan negatif.

Para blogger jadi gerah, sebagian lagi waswas. Mereka bertanya-tanya, benarkah blogger mendapatkan cap yang begitu buruk di mata masyarakat? Bagaimana nasib blog-blog yang “indekos” di Multiply? Mereka juga jadi ragu-ragu ketika hendak memberi ceramah tentang blog di sekolah, pesantren, dan komunitas terpencil. “Saya takut dicap mengajarkan ilmu terlarang, Mas,” kata seorang kawan yang selama ini rajin memperkenalkan blog di pesantren-pesantren.

Karena itu, komunitas teknologi informasi bertemu dengan Menteri Nuh untuk minta klarifikasi pada Senin lalu. Dari pertemuan itu, saya mendapatkan beberapa poin penting, di antaranya pemerintah sama sekali tak berniat memblokir Youtube, tapi hanya film Fitna. Pemerintah memahami konsekuensi timbulnya korban, misalnya penutupan beberapa situs, tapi berjanji akan membicarakannya dengan para provider untuk mencari solusi.

Pemerintah juga tak pernah menganggap komunitas blogger sebagai musuh, apalagi memisahkannya menjadi kelompok positif dan negatif. “Blogger itu bagian dari keluarga kita,” kata Menteri Nuh. “Tak mungkin ada Bapak yang menyembelih anaknya sendiri.”

>> Diskusi tentang topik ini bisa diikuti di sini.

Iklan
Pak Nuh dan Sengkarut Blog

3 pemikiran pada “Pak Nuh dan Sengkarut Blog

  1. katanya blogspot juga sempet susah diakses?
    katanya lagi, google mau nego sama pemerintah indonesia?
    kok ga ada tentang pelintirannya 😆

  2. mudah-mudahan semuanya reda kembali, seperti angin topan musti akan reda. Dan kemudian kita ngeblog kembali, sesuai dengan niat kita kembali. LKalau niatnya baik insya Allah hasilnya juga baik. Kalai niatnya jahat hasilnya kejahatan untuk dirinya sendiri.
    Selamat ngeblog terus

  3. Gara-gara fakir internet kemarenan ini, saya sampai ketinggalan berita panas macem ini…. Kalo blogger se Indonesia berdemo, kira2 dalam bentuk apa ya?
    *jail mode on*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s