Undangan untuk Blogger

Wartawan diundang menghadiri peluncuran produk baru? Ah, sudah biasa. Tapi kalau blogger mendapat undangan perkenalan produk anyar atau menonton film, nah ini yang belum biasa.

Saya mendapat undangan semacam itu dua kali. Yang pertama undangan nonton dari publicist film Radit dan Jani bulan lalu. Undangan kedua dari PT Toyota Astra Motor untuk acara Blogger Luncheon with Corolla, sekaligus exclusive preview sedan Toyota Corolla terbaru pada Rabu lalu. Selain saya, beberapa blogger lain mendapat dua undangan yang sama.

Awalnya saya agak kebingungan memposisikan diri ketika mendapatkan undangan itu. Profesi saya jurnalis. Tapi saya memang blogger juga. Saya tak ingin terjadi konflik kepentingan dan mengundang fitnah.

Untuk memastikan, saya pun bertanya pada pengundangnya, “Ini undangan ke saya sebagai wartawan atau blogger?”

“Sebagai blogger, Mas,” mereka menjawab tegas.

Saya bingung lagi, karena baru kali ini saya menghadiri undangan mewakili diri saya sendiri sebagai blogger dan bukan institusi tempat saya bekerja. Biasanya saya mendapatkan undangan sebagai wartawan. Karena itu, saya harus menimbang-nimbang agar tak terjadi konflik kepentingan.

Dalam situasi dilematis, saya melihat undangan itu sebagai perkembangan baru dalam khazanah blog. Mungkin ini awal dari dimulainya era blogger sebagai citizen journalist. Ada bukti bahwa blog dan blogger semakin mendapat pengakuan sebagai kekuatan informasi baru di Indonesia.

Selama ini blog belum dipandang sebagai salah satu marketing tool yang membantu aktivitas public relations. Belum banyak perusahaan di Indonesia yang memanfaatkan blog seperti itu.

Sejauh yang saya tahu pula, ya, baru produser Radit dan Jani serta PT Toyota Astra Motor yang pernah mengundang untuk hadir di acara mereka. Saya pun belum tahu apakah strategi merangkul kalangan blogger akan diikuti produsen lain. Karena itu, rasanya tak ada salahnya memenuhi undangan mereka dan menyimak perkembangan baru ini lebih lanjut.

“Tapi hati-hati, Mas. Nggak ada makan siang yang gratis, lo,” kata seorang teman mengingatkan. “Tentu saja,” saya menjawab.

Selalu ada kepentingan di balik setiap rangkulan. Justru di sinilah tantangannya. Seperti halnya jurnalis, mestinya sosok independen. Ia bebas mau datang atau tidak, mau menulis atau tidak, dan mau memuji atau memaki pengundangnya. Kecuali sang blogger memang diminta menulis blogvertorial sesuai dengan pesanan produsen.

Dalam kasus saya, tentu saja saya tak akan menerbitkan tulisan tentang acara itu di koran ini, melainkan di blog pribadi. Saya juga akan mencantumkan semacam “disclaimer” untuk memberi tahu pembaca bahwa tulisan tersebut dibuat setelah saya, misalnya, diundang makan siang.

Peringatan atau pernyataan semacam itu penting untuk menjaga independensi saya sebagai blogger. Dengan demikian, pengunjung bisa menilai apakah tulisan saya independen atau mengandung bias tertentu, apakah tulisan tersebut “pesanan” atau bukan.

Diskusi topik ini bisa diikuti di Blog Tempo Interaktif.

Iklan
Undangan untuk Blogger

Satu pemikiran pada “Undangan untuk Blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s