Perlukah Seorang Blogger Masyhur

Ada dua nama yang hari-hari ini jadi hot news di ranah blog: Soeharto dan Rangga Wardhana. Soeharto, kita tahu siapa dia dan kenapa dibicarakan. Mantan presiden ini tengah gering. Hampir semua orang membicarakannya di sekolah, di kantor, di kafe, di pasar, dan sebagainya. Media massa pun melaporkan detik demi detik perkembangan kesehatannya, termasuk perdebatan status hukumnya.

Cerita, pendapat, gosip, komik, dan berita seputar jenderal berbintang lima itu juga bertebaran di ranah blog. Di WordPress Indonesia, setiap hari kita dapat menemukan posting baru yang menyebut Soeharto.

Blog khusus komik, misalnya, membuat komik strip berjudul “Sakit Itu Pedih, Jenderal”. Mimbar Saputro bercerita tentang sebuah warung tongseng langganan Soeharto di Pasar Bibis, Yogyakarta. Blog Klik Di Sini menulis “Balance Sheet of Soeharto’s Policies”. Lalu Rezco malah membuat posting dengan judul lucu: “SARS (Sindrom Aku Rindu Soeharto)”. Selain itu, ada beberapa blog yang isinya khusus mengenai Soeharto, seperti Soeharto Online dan Soeharto Inc Buster.

Tentu saja masih banyak posting dan blog lain tentang Soeharto. Terlalu banyak kalau disebutkan satu per satu. Saya hanya ingin mengatakan penguasa Orde Baru itu ternyata masih laku “dijual” dan menjadi buah bibir, baik di media mainstream maupun blogosphere. Ia tetap menjadi bahan yang enak dibaca dan (belum tentu) perlu bagi banyak orang.

Lalu siapakah Rangga Wardhana? Mengapa ia dibicarakan di beberapa blog? Namanya mencuat dari situs Koaa. Rangga disebut sebagai blogger yang melanggar hukum Amerika karena menayangkan daftar kartu kredit curian dan informasi pribadi. Karena ulahnya itu, lembaga News First Investigates (NFI) meminta Google menutup blog-nya. NFI juga mengontak petugas keamanan Federal dan orang-orang yang nama dan kartu kredit mereka tercantum di blog itu.

Kabar tersebut akhirnya sampai juga di Indonesia melalui Detikinet. Dan gegerlah ranah blog. Beberapa blogger berinisiatif menyelidiki siapa sesungguhnya Rangga alias S-X207. Ada yang menyebut Rangga sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, dan anggota tim polo air pada Kejuaraan Renang Pelajar ASEAN di Bangkok pada 2005. Tapi, hingga tulisan ini dibuat, kabar tersebut belum bisa dimintakan konfirmasi dan diverifikasi.

Dua orang, dua nama, terkenal dengan cara berbeda. Yang pertama terkenal karena namanya memang populer. Yang kedua masyhur karena tindakannya. Sebagai blogger, Anda juga bisa kondang karena alasan pertama atau kedua. Pertanyaannya, haruskah kita masyhur?

>> Diskusi tentang topik ini bisa diikuti di Blog Tempo Interaktif.

Iklan
Perlukah Seorang Blogger Masyhur

7 pemikiran pada “Perlukah Seorang Blogger Masyhur

  1. ga perlu ah..
    yang penting kita bisa tetap berekspresi melalui blog ๐Ÿ˜€
    kalau aktif blogging, kemashyuran akan datang dengan sendirinya hahahaha

  2. Mimbar SAPUTRO berkata:

    Mas Wicak, makasih lho sudah sudi memberikan komentar pada Tongseng Soraren saya. Entah kenapa jadi banyak juga yang kasih komentar, padahal waktu ditulis juli lalu adem-adem saja. Lha masyhur ndak masyhur kadang seseorang kan tidak merencanakannya. Tiba-tiba mak-nyuk sudah didepan mata. Mimbar

  3. Gak perlu mashyur-mashyur…
    Gak perlu aneh-aneh..
    Gak usah ngelakuin kejahatan, entar malah bikin hati gak tenang..
    Yang penting Go NgeBlog….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s