Ada Saatnya Mengambil, Ada Kalanya Membagi

Dari blog Semprul Sontoloyo milik seorang kawan, saya membaca dialog rekaan ini.

“Kayaknya kita terlalu tuwir untuk ngeblog ya, Dul?” tanya seorang pria.

“Oh, ndak. Masalahmu apa, Kang? Ndak bisa nulis? Mosok sarjana ndak bisa nulis?” jawab si Dul.

“Bukan begitu. Blog itu isinya cuma saluran narsistis dan ekshibisionis. Ndak ilmiah. Childish.”

“Loh, mau ditulis serius, sok ngilmiyah, juga boleh kok. Kayak kolom di koran atau jurnal, Kang.”

“Ngapain capek nggak ada honornya, Dul?”

“Tapi sampean download video saru (mesum) kok ndak capek, Kang? Ndak ada honornya juga, kan?”

Ho-ho-ho… saya ngakak membaca posting yang dibuat dalam bentuk komik itu. Dialog itu terasa begitu nyata karena kebetulan saya juga sering ditanyai beberapa kawan yang ingin tahu soal blog dengan dialog seperti itu.

Mereka bertanya ini dan itu, tapi akhirnya batal membuat blog. Alasan mereka, selain sibuk, adalah karena merasa keberatan mengerjakan sesuatu tanpa imbalan. “Ngapain capek-capek bikin blog dan mengisinya dengan aneka tulisan bila tak dibayar?” begitu alasan mereka.

Saya tentu saja tak bisa memaksakan kehendak, apalagi menyalahkan mereka yang urung bikin blog setelah tahu tak ada bayarannya dan betapa besar tantangannya. Ngeblog itu memang pekerjaan gratisan. Tak semua orang masih punya cukup waktu luang untuk mengelola blog di sela rutinitas pekerjaan. Belum tentu juga setiap orang bergairah menulis dan mempublikasikannya lewat blog.

Padahal ngeblog itu menguras energi dan kesempatan. Seorang pemilik blog, misalnya, harus menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan pengunjung. Merawat blog itu juga butuh konsentrasi dan ketekunan. Anda harus mengisi dan memperbarui blog secara rutin dan ajek. Jadi, kalau Anda tak cukup punya energi, kesempatan, gairah, ketekunan, lupakan saja niat punya blog.

Ngeblog itu pada mulanya adalah soal niat dan minat. Lalu keinginan berbagi. Dan akhirnya kesempatan. Anda harus punya niat untuk membuat sesuatu–blog. Kita juga mesti memiliki minat — makin besar makin baik — mengembangkan diri, belajar, dan berpikiran terbuka. Anda mustahil punya blog jika tak punya niat, apalagi minat mengenal cakrawala baru kehidupan.

Setelah niat dan niat ada, diperlukan kesediaan berbagi dengan orang lain. Menulis, merekam, atau mendokumentasikan gagasan lalu mempublikasikannya itu berhubungan dengan kerelaan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, pengarung Internet. Tanpa itu, lebih baik simpan saja semua ide, gagasan, dan sebagainya itu ke dalam laci.

Lupakan juga soal berapa uang yang akan mengalir ke kantong untuk sementara. Membuat posting di blog itu tak serta-merta mendatangkan rupiah. Anda tak selalu dibayar oleh apa yang Anda publikasikan. Ringkasnya, Anda mengerjakannya dengan gratis.

Anda tak perlu merasa rugi. Sebab, bukankah selama ini Anda juga sudah sering kali mendapatkan manfaat dan keuntungan dari Internet secara gratis? Misalnya berita, artikel, layanan e-mail, foto, lagu-lagu berformat MP3, klip video dari YouTube, dan sebagainya. Anggap saja ngeblog itu sebagai balasan Anda untuk semua yang sudah Anda peroleh dari Internet secara gratis. Cukup adil, bukan?

:: Diskusi tentang topik ini bisa diikuti di Blog Tempo Interaktif

Iklan
Ada Saatnya Mengambil, Ada Kalanya Membagi

5 pemikiran pada “Ada Saatnya Mengambil, Ada Kalanya Membagi

  1. Saya sendiri masih bingung, ngapain sih musti ngeblog sgala? Terkenal juga nggak, seleb blog apalagi. Yang berkunjung juga cuman sgitu2 doang, yang kasih komen juga itu2 aja. Popularitas? huh makanan apa tuh
    Jadi ngapain dong saya ngeblog? hehe

  2. Pada awalnya, tujuan saya nge-blog ga jauh-jauh dari narsis dan cuma ikut tren. Tapi ternyata tantangannya guedhe banget ga tanggung-tanggung. Sempet nyerah, hampir setahun blog saya ga dillongok. Tapi kemudian, ternyata dengan teknologi, nge-blog itu jadi gampang. Tapi tak dapat dipungkiri, walaupun begitu, nge-blog tetap menantang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s