Top 100 dan Zona Kenyamanan

Popularitas itu candu yang mengelus ego. Dan sebagian blogger menyukainya. Itu sebabnya, peringkat blogger terpopuler, daftar blogger terfavorit, atau peringkat blogger paling hot — siapa pun pembuatnya dan bagaimanapun metodenya — selalu menarik perhatian.

Begitulah yang terjadi ketika blog Indonesia Matters mengeluarkan Top 100 Indonesian Blog pekan lalu. Para blogger pun ramai-ramai menyelisik satu per satu daftar itu. Siapa tahu blog-nya ada dalam daftar. Yang blog-nya tercantum boleh jadi menyeringai lega, egonya terangkat. Yang namanya tak tertera ada kemungkinan berharap daftar itu bakal berubah suatu saat nanti.

Terus terang saya tak terlalu terpukau oleh daftar peringkat itu, meskipun salah satu — di antara belasan blog saya lainnya — ada di sana karena popularitas dan statistik bukan tujuan saya. Anda boleh berbeda pendapat soal ini. Buat saya, keterkenalan dan peringkat kuantitatif itu hanya alat ukur sementara, dan bukan segalanya. Popularitas dan statistik mungkin penting. Tapi, lalu apa setelah ini? Apakah popularitas akan menambah pengetahuan? Apakah tingginya jumlah pengunjung blog bakal membuat jumlah orang miskin dan penganggur turun? Apakah banyaknya komentar akan menjadikan korupsi lekas pergi?

Memang sah-sah saja Anda memiliki blog yang terkenal. Tidak ada salahnya pula jika blog Anda dikunjungi ratusan atau ribuan pengunjung tiap hari. Tapi pernahkah sesekali terpikir Anda keluar dari zona kenyamanan yang sedang Anda nikmati setiap hari? Pernahkah mencoba sesuatu yang lain dari sekadar menyesap manisnya madu popularitas?

Mencoba keluar dari zona kenyamanan itulah yang menari-nari di pikiran saya belakangan ini. Meski sudah mempunyai blog yang cukup populer, pengunjungnya lumayan banyak, dan ranking-nya tak memalukan amat, saya merasa belum puas. Saya harus melompat ke ranah lain–sesuatu yang berbeda dan bermanfaat. Bagaimana caranya?

Saya kira ada banyak cara keluar dari zona kenyamanan. Anda juga bisa melakukannya. Anda dapat memulainya dengan, misalnya, membuat posting yang sama sekali lain dari yang sudah Anda buat selama ini. Kalau selama ini Anda hanya mengisi blog dengan teks, cobalah sesekali menayangkan gambar/foto atau sebaliknya.

Jika Anda selama ini hanya menampilkan ulasan mengenai film dan musik, kenapa tak mencoba menyuguhkan cuplikan video klipnya sekaligus? Anda juga bisa memunculkan fitur-fitur anyar, seperti Podcast, plugin, dan widget. Pendeknya, cobalah selalu cara lain. Sering-seringlah memberi kejutan kepada para pengunjung setia blog Anda. Suguhi kemungkinan-kemungkinan baru, yang unik, khas, dan, kalau bisa, berguna bagi pembaca.

Tentu saja Anda perlu “modal” lebih dulu. Untuk keluar dari zona kenyamanan, Anda harus mendapatkan sebanyak mungkin ide baru. Gagasan anyar bertebaran di Internet. Anda tinggal menggalinya lebih dalam. Cari informasi termutakhir, dapatkan perkembangan teknologi blog terbaru. Selanjutnya Anda tinggal mengolahnya sebagai bahan posting atau layanan baru di blog.

Bagaimana menurut Anda? Sudahkah Anda mencoba keluar dari zona kenyamanan?

Iklan
Top 100 dan Zona Kenyamanan

3 pemikiran pada “Top 100 dan Zona Kenyamanan

  1. Iya ya, banyak yang seneng kalau blognya masuk top 100. Knapa ya? Padahal kualitas tulisan bukan ditentukan dari banyaknya komentar atau pengunjung atau ukuran-ukuran kuantitatif yang dipakai di top 100 itu.

    Untungnya saya ga terlalu peduli…….. 😀 :mrgreen:

  2. Tapi kalau aku prinsipnya bukan banyak berkunjung tapi bagaimana aku bisa mengekspresikan diri..kalau ada yang baca, syukur, kalau gak ada ya, gak pa2 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s