Depresi

Hampir semua blogger pernah mengalaminya. Mungkin Anda juga. Seperti halnya ada siang dan malam, ada kiri dan kanan, aktivitas mengisi blog pun mengenal saat-saat yang menyenangkan dan menyedihkan. Ada masa-masa ketika cobaan datang bertubi-tubi dan Anda tertekan.

Contohnya begini. Anda bersemangat menulis, berkreasi, mengisi blog setiap hari. Lalu tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Katakanlah Anda membuat kesalahan ketik atau ada ketidakakuratan data pada sebuah posting. Semula Anda akan menganggapnya sebagai sebuah masalah sepele, sampai kemudian ada seseorang yang menulis komentar atau kritik keras pada Anda secara pribadi, dan bukan untuk kesalahan itu. Ego Anda tersenggol. Anda merasa tak dihargai.

Di lain kesempatan, seorang blogger menulis hal-hal yang buruk mengenai salah satu tulisan Anda — atau justru menulis tentang Anda — di blog. Dia mengejek Anda sebagai blogger gombal dengan karya tak bermutu. Anda terpengaruh, merasa ejekan itu memang benar adanya. Anda lalu merasa dunia seakan runtuh. Semangat Anda untuk nge-blog anjlok drastis. Anda hanya bisa terpaku menatap panel Write Post yang kosong. Gagasan mendadak lenyap. Ide-ide beterbangan.

Apa yang harus dilakukan?

Jangan khawatir. Anda tak perlu memaksakan diri mengisi blog setiap hari. Rileks saja. Lupakan barang sejenak semua urusan blog yang melelahkan dan membuat Anda tertekan. Berpikirlah soal lain. Cari udara segar dan lihat kehidupan nyata di sekeliling Anda. Atau berkonsentrasilah pada pekerjaan utama Anda. Esok pasti lebih baik.

Dengan meninggalkan sementara hal-hal yang membuat Anda tertekan, siapa tahu Anda justru menemukan ide-ide baru yang segar. Anda mungkin mendapatkan bahan tulisan tentang, misalnya, pengalaman seorang kawan yang bertahun-tahun menjadi istri gelap seorang petinggi perusahaan negara, sebuah kafe dengan menu baru dan desain ruangan unik, atau resep masakan langka. Bukankah temuan baru semacam ini menarik dan membuat Anda tertantang nge-blog lagi?

Pembaca setia blog Anda, toh, tak akan ke mana-mana. Mereka niscaya akan menunggu. Mengapa? Karena mereka pasti juga pernah mengalaminya. Kalaupun mereka sekarang belum, ini cuma soal waktu. Mereka akan maklum kalau Anda libur sebentar. Mendapatkan tekanan, mengalami masa-masa tak menyenangkan ketika nge-blog, adalah sesuatu yang alamiah. Normal. Hanya, memang, jarang ada yang memperbincangkannya dengan orang lain.

Ingatlah selalu bahwa badai pasti berlalu. Waktu akan menyembuhkan. Jika Anda memang mencintai aktivitas nge-blog, seandainya menulis itu benar-benar merangsang otak dan passion, antusiasme yang sempat hilang itu pasti bakal kembali. Pikiran yang kreatif bakal bergemuruh lagi — jika Anda bersedia membiarkan gangguan itu pergi.

Bila jurnal digital itu merupakan cara Anda mempertahankan reputasi, lahan mendapatkan uang tambahan, baik secara langsung maupun tidak, atau alat pemasaran, Anda harus segera kembali nge-blog. Tenggelam dalam kesedihan tidak hanya akan membuat Anda tak sehat secara psikologis, tapi juga membuat blog Anda tak terurus, dan akhirnya pengunjung benar-benar pergi selamanya.

Anda tentu tak menginginkan hal itu terjadi, bukan?

Iklan
Depresi

Satu pemikiran pada “Depresi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s