Nge-Blog Itu Untuk Siapa

UNTUK siapakah sebenarnya kita membuat blog? Untuk diri sendiri atau orang lain? Begitulah pertanyaan yang sering saya dapatkan. Mereka mengajukan pertanyaan tersebut karena, menurut mereka, “kepada siapa kita nge-blog”, itu akan menentukan isi blog.

“Misalnya saya ini, Mas. Saya kan cuma mau menumpahkan isi kepala saya. Boleh, nggak?” begitu tanya seorang kawan.

Tentu saja tak ada yang melarang. Bila sebuah blog dimaksudkan hanya untuk dibaca sendiri oleh pembuatnya, isi blog tentu boleh asal-asalan atau sesuka hati asalkan tak menyinggung perasaan orang lain. Pemilik blog bebas mengisinya dengan catatan harian yang tak penting bagi orang lain, gambar atau foto pribadi, agenda, dan sebagainya.

Konsekuensinya, dengan isi yang sangat personal itu, seorang blogger tak perlu terlalu berharap blog-nya akan dikunjungi orang atau tidak, apakah blog-nya akan duduk di posisi atas peringkat versi Technorati dan Google PageRank atau tidak, atau apakah dia akan jadi terkenal atau setitik debu di belantara ratusan ribu blog lain. Ekspresi lebih penting ketimbang statistik traffic ataupun jumlah komentar yang masuk.

“Tapi kenapa ada blog personal yang populer, Mas?” tanya yang lain.

“Kenapa tidak?” saya balik bertanya.

Bisa saja sebuah blog pribadi memanen pengunjung, meski pemiliknya tidak secara sengaja membuat blog-nya populer. Ini mungkin terjadi, misalnya, karena kebetulan tulisan-tulisan di blog tersebut memang menarik, cocok dengan selera pengunjung, lucu, unik, dan sebagainya.

Sebaliknya, seandainya sebuah blog dibuat untuk melayani kepentingan pembacanya, isinya pun harus disesuaikan. Posting di blog tersebut perlu mempertimbangkan unsur kebaruan, ketertarikan pembaca, magnitude, dan sebagainya. Pengunjung ada kemungkinan akan sering mampir jika isi blog sering diperbarui. Jika sebuah blog sering menampilkan tulisan yang menarik pembaca, otomatis blog bakal kerap dikunjungi.

Saya sendiri pada mulanya membuat blog untuk menyimpan koleksi foto-foto anak saya. Saya mau menjadikannya album kenangan yang bisa dilihat hingga anak-anak dewasa nanti. Saya tak peduli apakah orang akan tertarik datang dan menikmati album foto itu atau tidak. Karena itu, saya jarang memberitahukan keberadaan blog itu kepada banyak orang. Saya cuma ingin menikmati sendiri dan memamerkannya kepada keluarga dan para sahabat terdekat.

Lama-kelamaan, saya mengetahui bahwa blog memiliki manfaat lain yang mengasyikkan. Blog ternyata bisa menjadi sarana berbagi informasi, pendapat, gagasan, pengalaman, lelucon, kampanye, dan sebagainya.

Akhirnya, saya membuat beberapa blog lagi–dengan sengaja–untuk menarik pengunjung datang. Salah satu caranya adalah dengan membuat posting yang berkaitan dengan isu yang sedang hangat, dan terutama kontroversial, di masyarakat. Dengan cara ini, pengunjung tergoda untuk datang dan berkomentar.

Anda bebas memilih apakah mau menikmati blog pribadi Anda untuk diri sendiri atau demi menarik pengunjung. Pilihan ada di tangan Anda.

Iklan
Nge-Blog Itu Untuk Siapa

4 pemikiran pada “Nge-Blog Itu Untuk Siapa

  1. Menurutku blog telah menjadi tempat yang bagus banget tuk melepaskan pendapat kita. Walaupun nantinya yang membaca hanya sedikit, minimal pemikiran kita telah terdokumentasikan.
    Selama ini bangsa Indonesia tidak dapat melepaskan pendapatnya. Setelah adanya blog, saya melihat kelegaan bangsa Indonesia untuk berekspresi, untuk melepaskan kefrustrasiannya dengan pemerintah, untuk memprotes ketidakadilan2 yang telah menimpa mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s