Perlukah Blog Fokus

Beberapa kawan yang hendak mulai nge-blog sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini: saya sebaiknya membuat blog apa? Apakah isinya tentang satu hal atau pelbagai macam hal? Apakah blog personal akan menarik pengunjung? Apakah saya harus membuat topik khusus?

Buat saya, blog itu bisa menjadi apa saja, bergantung pada tujuan pembuatnya. Blog bisa menjadi media penyalur bakat menulis prosa dan puisi; sarana melepas stres, album kenangan, komunikasi dengan orang lain; tempat berbagi informasi, perasaan, dan gagasan; media pendidikan, terapi, serta konsultasi; sarana merayu; forum cengengesan; dan sebagainya. Pendeknya, Anda bebas membuat blog apa saja, sesuai dengan keinginan, minat, dan pengetahuan.

“Tapi kan, katanya kita harus menentukan satu tema khusus agar unik sehingga pengunjung datang dan datang lagi, Mas?” tanya seorang kawan.

Tak selalu begitu. Kalau Anda membuat blog hanya untuk kesenangan pribadi, ya, tak usah risau dengan berapa banyak pengunjung yang akan datang. Lupakan statistik, jumlah tautan, peringkat Technorati, Google Page Rank, dan aneka alat ukur lainnya. Jika Anda menjadikan blog sebagai sesuatu yang pribadi, ekspresi Andalah yang lebih penting, bukan lalu lintas pengunjung.

Bila itu tujuannya, Anda bebas menulis hal apa saja, mengenai topik apa pun. Hari ini, misalnya, Anda boleh menulis soal kenaikan harga minyak dan pengaruhnya pada anggaran belanja rumah tangga, besok membuat karikatur, lusa mengulas hal anturium, besoknya lagi membahas tren mode, dan seterusnya. Suka-suka Anda sajalah.

Lain ceritanya bila Anda memang bertujuan menarik sebanyak mungkin pengunjung. Katakanlah, karena Anda hendak membuat blog sebagai toko, tempat berjualan barang. Jika begitu tujuannya, Anda memang harus menentukan atau mengubah strategi pembuatan blog. Dalam bahasa pemasaran, Anda harus fokus.

Fokus? Maksudnya?

Konsisten dalam tema dan gaya penulisan. Blog yang tak fokus mengulas apa saja dan berisi tentang berbagai macam topik. Blog seperti ini menyajikan begitu banyak informasi tentang suatu hal, atau sebaliknya, tentang satu hal dengan sedikit informasi. Ia mengulas dari soal politik, resep masakan, lelucon, film, fotografi, masalah sosial, hingga kasus-kasus rumah tangga — seperti hipermarket.

Blog yang fokus hanya menyajikan suatu koleksi bahasan tertentu, misalnya ulasan tentang buku, film, dan musik saja. Gaya penulisannya pun tak berubah-ubah, misalnya dengan gaya bertutur, seolah percakapan di antara dua atau tiga orang. Fokus akan menjadi semacam jalur perjalanan sebuah blog. Jalur itu bisa lebar, bisa sempit, bergantung pada kebutuhan.

Beberapa blogger memang mengatakan bahwa semakin sempit fokus sebuah blog, semakin berhasil pula dia menarik pengunjung. Namun, rumus ini ternyata kadang bisa meleset. Blog dengan fokus yang agak lebar tetap berpotensi menarik pengunjung karena, misalnya, gaya penulisannya yang kuat, unik, dan khas.

Yang penting, jika Anda ingin pengunjung datang terus, Anda harus menulis terus.

Iklan
Perlukah Blog Fokus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s