15 Februari 2009 • 1:10 am
Perlukah pewarta warga (citizen journalist) memiliki kartu anggota yang berfungsi seperti kartu pers?
Mat Bloger mengajukan pertanyaan itu ketika kami tengah membaca blog Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Di situ ada posting baru mengenai pembagian kartu anggota untuk para blogger, pewarta warga, atau siapa saja yang berminat.
Peminat hanya perlu membayar Rp 25 ribu sampai Rp 45 ribu, tergantung domisili, untuk memperoleh kartu. Mereka yang ingin mendapatkan kartu itu juga diharuskan mengisi formulir pendaftaran, mematuhi kode etik pewarta warga, dan beberapa persyaratan lain. Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , citizen, journalist, kartu, pewarta, warga
Mat Bloger benar-benar tukang pamer. Mentang-mentang baru mendapat kado BlackBerry dari pamannya, sekarang dia selalu menenteng alat buatan Kanada itu ke mana-mana, ke kantor, sekolah anaknya, lapangan futsal, pasar, mal, kafe, dan tempat-tempat yang biasa dikunjunginya. Selain untuk menelepon, mengirim SMS, dan mengecek surat elektronik, sesekali ia mengarahkan perangkat mobile itu ke wajah setiap kawan yang ditemuinya, lalu jeprat-jepret memotretnya.
“Buat koleksi pribadi, Mas,” kata Mat Bloger.
Saya cuma bisa mengumpat dalam hati melihat kelakuannya yang kekanak-kanakan itu. Maksud hati menasihati, tapi saya khawatir dikira iri hati karena belum punya BlackBerry. Akhirnya saya biarkan saja ia menikmati egonya yang sedang membengkak seperti gunung hendak meletus. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , blackberry, blog, blogger, blogging, citizen, journalism, journalist, mobile
Komentar Terakhir