28 Desember 2007 • 9:00 am
Inilah ritual setiap kali almanak berganti: orang ramai membuat resolusi pribadi. Mereka mencanangkan rencana, tekad, niat, dan aktivitas baru yang akan dilakukannya tahun depan. Para usahawan, misalnya, membuat proyeksi bisnis mendatang. Para seniman merancang masterpiece berikutnya. Karyawan membicarakan rencana kerja tahun depan. Para politikus mengira-ngira kegiatan kampanye terbarunya. Koruptor berniat menciptakan modus kejahatan yang lebih canggih dan seterusnya.
Anda mungkin termasuk orang yang sudah memiliki resolusi pribadi. Apa resolusi Anda? Barangkali ada di antara Anda yang punya resolusi berhenti merokok. Mungkin ada yang ingin beli rumah baru, hidup lebih sehat, lebih memperhatikan keluarga, mau mencari beasiswa, dan lain-lain. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , blog, blogger, content, new year, posting, resolution
30 November 2007 • 12:16 am
Hampir semua blogger pernah mengalaminya. Mungkin Anda juga. Seperti halnya ada siang dan malam, ada kiri dan kanan, aktivitas mengisi blog pun mengenal saat-saat yang menyenangkan dan menyedihkan. Ada masa-masa ketika cobaan datang bertubi-tubi dan Anda tertekan.
Contohnya begini. Anda bersemangat menulis, berkreasi, mengisi blog setiap hari. Lalu tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Katakanlah Anda membuat kesalahan ketik atau ada ketidakakuratan data pada sebuah posting. Semula Anda akan menganggapnya sebagai sebuah masalah sepele, sampai kemudian ada seseorang yang menulis komentar atau kritik keras pada Anda secara pribadi, dan bukan untuk kesalahan itu. Ego Anda tersenggol. Anda merasa tak dihargai.
Di lain kesempatan, seorang blogger menulis hal-hal yang buruk mengenai salah satu tulisan Anda — atau justru menulis tentang Anda — di blog. Dia mengejek Anda sebagai blogger gombal dengan karya tak bermutu. Anda terpengaruh, merasa ejekan itu memang benar adanya. Anda lalu merasa dunia seakan runtuh. Semangat Anda untuk nge-blog anjlok drastis. Anda hanya bisa terpaku menatap panel Write Post yang kosong. Gagasan mendadak lenyap. Ide-ide beterbangan.
Apa yang harus dilakukan? Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , blog, blogger, content, depress, passion
16 November 2007 • 2:20 am
UNTUK siapakah sebenarnya kita membuat blog? Untuk diri sendiri atau orang lain? Begitulah pertanyaan yang sering saya dapatkan. Mereka mengajukan pertanyaan tersebut karena, menurut mereka, “kepada siapa kita nge-blog”, itu akan menentukan isi blog.
“Misalnya saya ini, Mas. Saya kan cuma mau menumpahkan isi kepala saya. Boleh, nggak?” begitu tanya seorang kawan.
Tentu saja tak ada yang melarang. Bila sebuah blog dimaksudkan hanya untuk dibaca sendiri oleh pembuatnya, isi blog tentu boleh asal-asalan atau sesuka hati asalkan tak menyinggung perasaan orang lain. Pemilik blog bebas mengisinya dengan catatan harian yang tak penting bagi orang lain, gambar atau foto pribadi, agenda, dan sebagainya.
Konsekuensinya, dengan isi yang sangat personal itu, seorang blogger tak perlu terlalu berharap blog-nya akan dikunjungi orang atau tidak, apakah blog-nya akan duduk di posisi atas peringkat versi Technorati dan Google PageRank atau tidak, atau apakah dia akan jadi terkenal atau setitik debu di belantara ratusan ribu blog lain. Ekspresi lebih penting ketimbang statistik traffic ataupun jumlah komentar yang masuk. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , blog, blogger, content, readers
9 November 2007 • 4:15 am
Mantan Menteri-Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra akhirnya ikut tren nge-blog juga. Ia tak mau ketinggalan dari menteri atau mantan menteri lain yang sudah lebih dulu membuat jurnal harian online atau situs web pribadi, seperti Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari, dan mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Sarwono Kusumaatmadja.
Terlambat? Begitulah. Seandainya ia nge-blog ketika masih jadi pejabat tinggi, ceritanya tentu bakal lain. Tapi tak perlu khawatir. Dengan nge-blog, Yusril tak perlu lagi merasa dikuyo-kuyo, seperti yang dikeluhkannya kepada saya, serta beranggapan diperlakukan tak adil oleh media massa dan jurnalis. Sekarang dia bisa menyuarakan pendapatnya sendiri melalui blog. Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , blog, blogger, content, executive, minister, writing
Komentar Terakhir