Setelah bendungan Situ Gintung ambrol tempo hari, saya selalu melihat Mat Bloger menenteng handycam di mana pun dia berada. Sewaktu nongkrong di kafe bersama teman-temannya sesama blogger, piknik ke Puncak, atau ke tempat kerja, Mat Bloger tak lupa menyelipkan kamera video tipe terbaru yang baru dibeli di ranselnya. Tumben, pikir saya.
Karena penasaran, saya pun bertanya. “Buat apa kamu bawa-bawa kamera video, Mat? Nggak takut dicopet?”
“Kecopetan itu risiko hidup di Jakarta, Mas. Tapi saya nggak mau kehilangan momen. Saya mau meniru orang-orang itu lo, Mas.” jawab Mat Bloger sedikit kemlinti. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , beoscope, blog, iteve, layar tancap, narsistv, video, webicara
SESEORANG bertanya kepada Mat Bloger, “Benarkah blog sudah mati?” Mat Bloger, yang tak tahu apa jawabannya, meneruskan pertanyaan tersebut ke saya.
Sebelum menjawab, saya malah balik bertanya, “Kapan matinya? Dikubur di mana, Mat?”
Mat Bloger ngakak. “Sampean ini lo, kalau ditanya selalu ngeles. Ayo dong Mas, dijawab. Benarkah blog sudah memasuki senja kala?” Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , blog, blogger, politikana
Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. “Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?”
Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. “Syukur…. Risiko jadi orang terkenal, Mas,” kata Mat Bloger.
Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun bermaksud mengirim jawaban seraya mengingat-ingat bagaimana kawan-kawan saya dulu membangun komunitas blogger.
“Jadi bagaimana memulainya, Mas?” tanya Mat Bloger tak sabar. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , blog, blogger, komunitas, maria ozawa, miyabi
Namanya Abdul Hadi Djamal. Dia anggota Partai Amanat Nasional dan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia juga memiliki blog di sini. Senin malam awal pekan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Hadi. Ia diduga menerima uang suap.
Dalam sekejap, blog Hadi diserbu pengunjung. Mereka ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci maki dan hujatan di shout box. Aksi kecaman ini bahkan diberitakan di media-media daring, seperti Tempo Interaktif.
Entah kenapa, pada Selasa malam, blog itu mendadak tak bisa diakses. Blokir berlangsung sekitar satu jam, pukul 18.00-19.00 WIB. Dalam kurun tersebut, pengakses hanya mendapatkan satu halaman bertulisan “Blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja”.
Ada apa gerangan? Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , abdul hadi djamal, blog, cache, caleg, google, koruptor, makassar, pan, tembolok
Komentar Terakhir