<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kolom Blog Wicaksono &#187; blog</title>
	<atom:link href="http://kolomblog.wordpress.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kolomblog.wordpress.com</link>
	<description>koleksi tulisan tentang blog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2009 11:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kolomblog.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d6d409aa8d0d7ca7f0c28d95ac116e4d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kolom Blog Wicaksono &#187; blog</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kolomblog.wordpress.com/osd.xml" title="Kolom Blog Wicaksono" />
		<item>
		<title>Membuat Blog Korporat</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/07/13/membuat-blog-korporat/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/07/13/membuat-blog-korporat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 10:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[korporat]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Hari-hari ini, Mat Bloger seperti layang-layang kurang angin. Badannya loyo. Geraknya lamban. Tampangnya pun lusuh. Saya jadi penasaran, ada apa gerangan dengan kawan saya yang biasanya bergerak liar bagaikan Kali Ciliwung di musim hujan ini?
&#8220;Jago saya keok, Mas,&#8221; jawab Mat Bloger singkat. 
&#8220;Jago? Memangnya sampean masih suka sabung ayam? Nggak takut ditangkap polisi, Mat?&#8221; 
&#8220;Hus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=207&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari-hari ini, Mat Bloger seperti layang-layang kurang angin. Badannya loyo. Geraknya lamban. Tampangnya pun lusuh. Saya jadi penasaran, ada apa gerangan dengan kawan saya yang biasanya bergerak liar bagaikan Kali Ciliwung di musim hujan ini?</p>
<p>&#8220;Jago saya keok, Mas,&#8221; jawab Mat Bloger singkat. </p>
<p>&#8220;Jago? Memangnya sampean masih suka sabung ayam? Nggak takut ditangkap polisi, Mat?&#8221; </p>
<p>&#8220;Hus, ini bukan judi sabung ayam, Mas. Ini tentang pemilihan presiden itu lo. Jago saya kalah karena mendapat suara lebih sedikit dibanding sang pemenang.&#8221; </p>
<p>&#8220;Oalah, pilpres to. Kirain sabung ayam. Ya sudah, nggak usah dipikirkan, Mat. Tenang saja. Lima tahun mendatang bakal ada lagi. Lebih baik kita ngobrol soal lain.&#8221; <span id="more-207"></span></p>
<p>&#8220;Misalnya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Membuat blog perusahaan. Ini juga seperti pilpres lo, Mat. Ada taktik dan strateginya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, sampean bisa saja, Mas. Dari pilpres kok langsung ke blog. Beloknya terlalu jauh itu, Mas,&#8221; kata Mat Bloger sambil tergelak. </p>
<p>Saya nyengir. Saya lalu menjelaskan alasan mengajak Mat Bloger berdiskusi tentang blog perusahaan. Kebetulan ada seorang kawan yang ingin membuat blog untuk perusahaannya (<em>corporate blog</em>). Karena nyaris tak tahu apa pun soal blog, dia lalu mengontak saya. </p>
<p>Nah, setelah bertemu dan ngobrol ngalor-ngidul, dari A sampai Z, tentang blog, dia mengajukan pertanyaan, &#8220;Bagaimana cara membuat pelanggan atau pengunjung datang dan datang lagi ke blog perusahaan saya, Mas&#8221;</p>
<p>Menurut saya, blog perusahaan dibuat, antara lain, untuk membentuk kesadaran, memberikan edukasi, dan menambah pengetahuan pelanggan. Karena itu, buatlah posting secara reguler. Isinya bukan tentang perusahaan itu sendiri, melainkan isu-isu yang berkaitan dengan industri yang digeluti. </p>
<p>Kalau sampean bergerak di industri seluler, buatlah tulisan, misalnya, tentang jenis-jenis ponsel; kelebihan dan kekurangan teknologi GSM, HSDPA, atau CDMA; atau paket data. Jika sampean bekerja di industri makanan, bisa saja menulis tentang makanan sehat, bahaya bahan pengawet, pentingnya gizi, dan seterusnya. </p>
<p>Blog perusahaan sebaiknya menjadi semacam tempat edukasi pelanggan. Bukan tempat promosi. Buatlah informasi edukasi tersebut semenarik mungkin dan membuat pembaca membutuhkannya tanpa harus menyebut merek produk atau jasa tempat sampean bekerja. </p>
<p>Usahakan agar pelanggan dapat berinteraksi tentang informasi itu, misalnya mereka dapat bertanya atau memberi masukan. Semakin sering sampean menulis hal-hal seperti itu tanpa terkesan sedang berpromosi, semakin baik juga citra perusahaan di mata pelanggan.&#8221; </p>
<p>&#8220;Boleh nggak Mas, kalau blog perusahaan dijadikan tempat publikasi siaran pers?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Kenapa tidak? Tapi buatlah seringkas mungkin. Dan yang penting, pelanggan dapat menanggapi isinya. Interaksi itu penting karena blog memang dirancang sebagai tempat dialog antara perusahaan dan pelanggan. </p>
<p>Agar blog perusahaan makin menarik, eluslah ego pelanggan. Tampilkan profil mereka sekali sepekan. Lengkapi dengan foto mereka. Kalau mereka juga punya blog, sertakan tautannya. Pelanggan yang diperlakukan secara personal pasti akan loyal. </p>
<p>Yang juga penting, meski ini blog perusahaan, jangan sampai isinya terkesan serius. Gunakan bahasa yang santai dan ringan. Lalu buatlah agar posting di blog itu menghibur dan menyenangkan orang. Contohnya dengan membuat permainan daring, kuis, atau jajak pendapat berhadiah. Dan, untuk memperluas jaringan, jangan lupa tautkan blog itu dengan Facebook dan media-media sosial lainnya.&#8221; </p>
Posted in Gagasan Tagged: blog, korporat, perusahaan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=207&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/07/13/membuat-blog-korporat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlukah Kita Ganyang Blog Malaysia?</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/21/perlukah-kita-ganyang-blog-malaysia/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/21/perlukah-kita-ganyang-blog-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 13:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[narablog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Malaysia tak hanya memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Ambalat. Di ranah blog, provokasi dari negeri jiran itu juga bertebaran. Salah satunya diungkapkan oleh seorang yang mengaku sebagai pendukung Malaysia yang katanya pernah berkunjung ke Indonesia. Blog tersebut, menurut sang pemilik yang mengaku masih 18 tahun, dibuat sebagai tandingan blog-blog Indonesia yang menghujat Malaysia. Blog anti-Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=198&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malaysia tak hanya memprovokasi Indonesia di perairan sekitar Ambalat. Di ranah blog, provokasi dari negeri jiran itu juga bertebaran. Salah satunya diungkapkan oleh seorang yang mengaku sebagai pendukung Malaysia yang katanya pernah berkunjung ke Indonesia. Blog tersebut, menurut sang pemilik yang mengaku masih 18 tahun, dibuat sebagai tandingan blog-blog Indonesia yang menghujat Malaysia. Blog anti-Indonesia itu mendapat pasokan &#8220;bahan bakar&#8221; dari isu tentang Ambalat dan berita seputar Manohara Pinot.</p>
<p>&#8220;Alamat blognya di mana, Mas? Saya mau ganyang dia,&#8221; kata Mat Bloger berapi-api.</p>
<p>&#8220;Halah, kemlinthi. Memangnya sampean itu siapa, Mat? Polisi? Preman? Anggota laskar atau front pembela ini dan itu? Saya justru sengaja tak mau memberi tahu alamat blog itu supaya sampean tak ikut-ikutan menyerang blog itu. Bukannya berhenti, nanti blog itu malah populer, dan tujuannya menarik perhatian tercapai kalau kita bereaksi.&#8221; <span id="more-198"></span></p>
<p>&#8220;Lo, nggak bisa begitu dong, Mas. Ini soal nasionalisme dan patriotisme. Harga diri. Kalau ada orang asing yang menjelek-jelekkan Indonesia, kita harus membela. Bila perlu, kita balas menyerang mereka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ho-ho-ho&#8230; keren. Tapi menurut saya nggak usah sampai segitunya, Mat. Narablog (<em>blogger</em>) itu mestinya bukan orang yang bersumbu pendek. Tak perlulah kita terpancing dan menanggapi provokasi semacam itu. Lagi pula kemunculan sejumlah narablog pendukung Malaysia itu hanyalah semacam gelombang aksi balasan setelah banyak narablog Indonesia yang membuat blog kecaman terhadap negeri jiran tersebut. </p>
<p>Sampean tentunya masih ingat Mat, ketika dua tahun lalu meletus perang antarblog Indonesia dan Malaysia. Api peperangan dipicu oleh klaim Malaysia atas lagu Rasa Sayange, batik, dan sebagainya. Narablog Indonesia lalu membuat posting di blog, lengkap dengan banner, yang meledek negeri jiran itu sebagai maling. Aksi ini dibalas oleh blog yang membuat tulisan parodi dengan judul <em>Pancagila Negara Indon</em>.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh iya, Mas. Waktu itu saya sempat ikut-ikutan menyebarkan banner bertulisan &#8216;Malingsia&#8217; ke mana-mana, ha-ha-ha&#8230;,&#8221; kata Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Oalah, dasar sampean anak nakal. Ya sudah, nggak usah diulangi. Perang kata di blog sih boleh-boleh saja, Mat. Selain lebih sehat, baku serang lewat tulisan itu tak menelan korban jiwa. Tapi apakah sampean tak jadi lelah sendiri? Adakah faedahnya? </p>
<p>Menurut saya sih, tak ada. Buat saya, blog-blog semacam itu tak lebih dari selingan di antara pekerjaan sehari-hari yang menguras tenaga dan pikiran. Sebuah lelucon belaka. Saya tak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius, misalnya kampanye hitam bagi Indonesia, melainkan hanya sekadar buah karya orang iseng. </p>
<p>Di ranah Internet semua orang bisa melakukan apa saja, termasuk berbuat usil. Selalu ada saja narablog yang memancing di air keruh untuk mempopulerkan blognya. Bahkan dalam setiap kejadian yang kontroversial, selalu ada orang yang mengambil posisi berlawanan arus demi mengejar statistik, menaikkan jumlah kunjungan dan komentar yang berderetan.</p>
<p>Terlalu berlebihan kalau kita buang-buang waktu, tenaga, juga pikiran untuk menanggapi atau bereaksi keras terhadap blog itu. Anggap saja pemilik blog itu seperti petasan kecil yang meletup di malam Lebaran. Masih banyak urusan yang lebih penting dan mendesak ketimbang memperhatikan blog kontroversial itu. Seperti halnya blog-blog sejenis yang pernah muncul, blog yang menjengkelkan itu pasti bakal segera dilupakan orang. Oke?&#8221;</p>
<p>&#8220;Siap, Mas!&#8221; </p>
<p>&#8220;Lanjutkan!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wooo &#8230; malah sampean malah ikut-ikutan kampanye. Semprul!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ha-ha-ha &#8230;.&#8221;</p>
Posted in Ulasan Tagged: blog, indonesia, malaysia, narablog <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=198&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/21/perlukah-kita-ganyang-blog-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila Boediono Mendengar Lewat Blog</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/13/bila-boediono-mendengar-lewat-blog/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/13/bila-boediono-mendengar-lewat-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 19:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[boediono]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Seorang blogger baru telah lahir. Kenalkan, namanya Boediono. Ya, Boediono yang calon wakil presiden itu. Dia sekarang memiliki blog berjudul Boediono Mendengar. Di ruang sosial daring inilah mantan gubernur Bank Indonesia itu akan berinteraksi dengan khalayak, baik yang mendukung maupun menentangnya.
&#8220;Ah, yang bener, Mas? Memangnya siapa yang mengajari Pak Boed membuat blog?&#8221; tanya Mat Bloger.
&#8220;Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=192&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang blogger baru telah lahir. Kenalkan, namanya Boediono. Ya, Boediono yang calon wakil presiden itu. Dia sekarang memiliki blog berjudul <a href="http://boedionomendengar.com">Boediono Mendengar</a>. Di ruang sosial daring inilah mantan gubernur Bank Indonesia itu akan berinteraksi dengan khalayak, baik yang mendukung maupun menentangnya.</p>
<p>&#8220;Ah, yang bener, Mas? Memangnya siapa yang mengajari Pak Boed membuat blog?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Saya nggak tahu, Mat. Dan nggak penting juga mengetahui siapa yang memberi dia inspirasi dan pelajaran mengenai blog.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, kemlinthi. Sampean pasti kura-kura dalam perahu. Ya kan, Mas?&#8221; <span id="more-192"></span></p>
<p>&#8220;Eh, kok nggak percaya sih? Ya sudah, terserah sampean.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke, Mas. Lantas, menurut sampean, untuk apa Pak Boed membuat blog? Apakah dia juga akan merawat blognya seperti halnya sampean?&#8221;</p>
<p><a href="http://boedionomendengar.com"><img src="http://kolomblog.files.wordpress.com/2009/06/boediono-blog1.jpg?w=300&#038;h=196" alt="boediono-blog" title="boediono-blog" width="300" height="196" class="aligncenter size-medium wp-image-196" /></a></p>
<p>&#8220;Begini, Mat,&#8221; saya memulai diskusi dengan Mat Bloger. &#8220;Para pemasar dan para juru poles citra (d/h petugas humas) di luar sana sudah lama memakai blog sebagai senjata pelengkap menjual dagangan. Di ranah politik, para politikus juga mulai memanfaatkan blog sebagai alat pemasaran. Yang dipasarkan tentu saja diri mereka sendiri. Pemicunya adalah kesuksesan Barack Obama meraih kursi kepresidenan satu di Amerika Serikat, antara lain berkat keberhasilannya memanfaatkan blog dan media sosial daring (online).</p>
<p>Para politikus Tanah Air pun ternyata hendak mengikuti jejak Obama. Mereka menganggap Internet dan ekosistemnya, antara lain blog, microblogging, dan Facebook, merupakan tiket mencapai kesuksesan. Para calon presiden dan wakil presiden merasa perlu berbicara dan harus tampil sebanyak mungkin di media-media sosial daring&#8211;seperti yang dilakukan Obama.</p>
<p>Upaya ini tentu sah-sah saja. Bahkan, menurut saya, langkah itu sudah tepat. Blog memang bisa menolong seorang kandidat calon memperkenalkan diri, berkampanye, dan membentuk brand image. Konstituen bisa menengok profil, rekam jejak, juga gagasan yang ditawarkan seorang calon legislator di blog. Dari bloglah publik mengenal profil sang calon sehingga bisa memutuskan akan memilih atau tidak.</p>
<p>Hanya, diperlukan ketekunan dan keseriusan para politikus mengelola media sosial seperti blog. Membangun blog adalah langkah pertama. Langkah berikutnya ada merawatnya. Caranya? Pertama, berlakulah seperti layaknya penerbit koran. Buatlah tulisan dan terbitkan secara rutin sehingga pengunjung selalu mendapatkan hal baru. Isi blog yang selalu basi tak membuat orang tertarik datang lagi.</p>
<p>Berikutnya, kenali khalayak dan ciptakan komunitas. Cari tahu bagaimana profil, preferensi, tabiat mereka. Penuhi apa yang mereka suka dan tidak. Blogger yang mengabaikan pembacanya pasti dianggap ogah akrab dan bakal dijauhi. Blogger yang loyal akan membentuk komunitas dengan sendirinya. Komunitas adalah basis pendukung yang setidaknya akan meningkatkan statistik blog.</p>
<p>Selain itu, buatlah agar blog menjadi media interaktif. Sebab, pada dasarnya blog adalah ruang dialog, tempat pemiliknya mendengar dan berbicara. Tapi jangan sampai mengontrol respons khalayak. Mereka pasti tak suka. Lebih baik lakukan pendekatan persuasif.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah kiat-kiat itu pasti akan berhasil memikat khalayak, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Saya nggak tahu, Mat. Khalayak memiliki kearifan sendiri. Tapi saya rasa dengan cara-cara sederhana seperti itu, setidaknya seorang blogger telah menunjukkan niat baik. Apakah hasilnya akan diterima publik atau tidak, itu urusan belakangan. Yang penting bagi seorang blogger, siapa pun dia, adalah membuktikan bahwa blognya memang dibangun atas dasar hasrat berbagi dan bukan semata-mata menjual kecap.&#8221;</p>
Posted in Ulasan Tagged: blog, boediono, cawapres, obama <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=192&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/06/13/bila-boediono-mendengar-lewat-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kolomblog.files.wordpress.com/2009/06/boediono-blog1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">boediono-blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video Mesra Rani Juliani dan Antasari</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/05/04/video-mesra-rani-juliani-dan-antasari/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/05/04/video-mesra-rani-juliani-dan-antasari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 01:32:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[3gp]]></category>
		<category><![CDATA[antasari]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[rani juliani]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Kasus pembunuhan seorang direktur BUMN yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan perempuan muda bernama Rani Juliani sedang jadi buah bibir. Tapi Mat Bloger justru menutup bibir rapat-rapat ketika menemui saya siang itu.
&#8220;Ada apa, Mat? Kenapa tampang sampean begitu ajaib?&#8221; saya bertanya.
&#8220;Saya baru saja tertipu, Mas.&#8221;
&#8220;Kok bisa? Bagaimana ceritanya?&#8221;
&#8220;Tadi saya beli DVD. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=170&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kasus pembunuhan seorang direktur BUMN yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar dan perempuan muda bernama Rani Juliani sedang jadi buah bibir. Tapi Mat Bloger justru menutup bibir rapat-rapat ketika menemui saya siang itu.</p>
<p>&#8220;Ada apa, Mat? Kenapa tampang sampean begitu ajaib?&#8221; saya bertanya.</p>
<p>&#8220;Saya baru saja tertipu, Mas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kok bisa? Bagaimana ceritanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tadi saya beli DVD. Sampul dan judulnya menggoda sekali, <em>Video Mesra Antasari dan Rani Juliani</em>. Eh, setelah saya beli dan putar di rumah, ternyata palsu. Isinya ndak ada Antasari atau Rani sedikit pun, tapi film kartun. Semprul!&#8221; <span id="more-170"></span></p>
<p>Saya ngakak. &#8220;Kenapa sampean ndak mencoba dulu sebelum membeli?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ndak boleh, Mas. Pedagangnya bilang itu video langka. Jadi ndak boleh dilihat dulu.&#8221;</p>
<p>Saya ngakak lebih kencang. Nama Antasari dan Rani Juliani memang sedang menjadi kata kunci paling dicari di Internet. Keduanya menduduki ranking teratas mesin-mesin pencarian. Para pendekar SEO pun langsung memainkan jurus-jurus dengan memanfaatkan dua kata kunci itu.</p>
<p>&#8220;Kenapa bisa begitu, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Ya memang begitulah <em>rule of the game</em> di dunia daring. Setiap kali ada kasus yang sedang hangat, orang pasti akan mencari tahu siapa saja tokoh yang terlibat. Mereka lalu mengetikkan kata yang dicari di Google. Begitu juga dalam kasus Antasari ini. Nah, kebiasaan itulah yang ditangkap oleh para blogger sebagai peluang. Mereka membuat posting yang berkaitan dengan kasus tersebut.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pantas saja para blogger itu ndak pernah kehabisan bahan nge-blog ya, Mas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Nggak juga, Mat. Blogger bisa saja kehabisan ide tulisan karena itu manusiawi. Kehilangan fokus bisa dialami siapa saja. Tapi para blogger seperti saya tak pernah risau. Selalu ada jalan. Jika mengalami kebuntuan, saya biasanya malah meninggalkan laptop di meja, lantas keluar rumah atau kantor. Saya berusaha melupakan semua yang berhubungan dengan blog.&#8221; </p>
<p>&#8220;Kenapa, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebab, itu tandanya saya harus menemukan kembali gagasan di luar sana. Ide bergelantungan di udara. Sampean tinggal memilih dan memetiknya. Begitu nasihat seorang kawan. Masalahnya, di ranting sebelah mana gagasan itu berada, bukan? </p>
<p>Nah, gagasan bertebaran di buku, koran, majalah, televisi, billboard di pinggir jalan, di dalam bus Transjakarta, kereta api, museum, perpustakaan, kafe/restoran, mal, bandar udara, di gedung bioskop, film atau video yang sampean tonton, di Internet, di mana saja.</p>
<p>Bahkan kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, yang menyeret nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar itu bisa jadi ide tulisan bukan? Apalagi kasus itu juga menyenggol nama <a href="http://rani-juliani.blogspot.com">Rani Juliani</a> yang juga blogger itu.</p>
<p>Bila sampean gemar membaca, buatlah ulasan atau ringkasan sebuah novel. Lalu mintalah pendapat pembaca. Bisa juga sampean membuat posting ulasan buku tematik. Misalnya, minggu ini tentang novel detektif, minggu depan soal buku-buku manajemen, minggu berikutnya tentang komik-komik, dan sebagainya.</p>
<p>Jika sampean suka makan, datanglah ke salah satu tempat jajan baru. Lalu ceritakanlah tentang tempat itu. Apa menu andalannya? Berapa harganya? Bagaimana layanannya? Ajaklah pembaca melakukan tamasya kuliner. Supaya terjadi dialog, mintalah pembaca membandingkan, contohnya, menu yang sama di restoran lain.</p>
<p>Seandainya sampean suka memotret, pergilah ke kebun binatang. Ambil gambar-gambar pemandangan, koleksi binatang, perilaku pengunjung. Sampean bahkan bisa membuat serial foto tentang menu sarapan sampean setiap hari. Potretlah apa yang sampean santap di Senin pagi, Selasa, Rabu, Kamis, dan seterusnya. </p>
<p>Kalau sampean senang ngobrol, bertanyalah kepada teman atau saudara tentang sebuah isu atau masalah. Contohnya tentang pengalaman mencontreng di Pemilu 2009, pandangan mereka tentang koalisi partai-partai, pernikahan beda agama, fenomena hubungan sesama jenis, tantangan membuat skripsi, dan sebagainya. Lalu, tuliskan hasil obrolan itu dan mintalah pendapat pembaca.</p>
<p>Internet adalah perpustakaan digital yang mahaluas. Berkelanalah. Susurilah halaman demi halaman web. Sampean bakal menemukan beraneka rupa ide untuk menulis di sana. Dengan membaca blog-blog lain, mengikuti diskusi di sebuah forum atau mailing list, sampean mungkin akan terinspirasi. Barangkali sampean mendapatkan satu topik diskusi yang bisa diteruskan di blog sampean. Bisa jadi sampean menemukan blog yang menarik dibahas, dan sebagainya.</p>
<p>Begitulah yang biasa saya lakukan bila menemui jalan buntu, kehilangan fokus, kehabisan gagasan, merasa tak mempunyai bahan posting. Kalau saya bisa, kenapa sampean tidak, Mat?&#8221; </p>
Posted in Gagasan Tagged: 3gp, antasari, blog, rani juliani, video <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=170&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/05/04/video-mesra-rani-juliani-dan-antasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video Insiden Jebolnya Situ Gintung</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/19/video-insiden-jebolnya-situ-gintung/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/19/video-insiden-jebolnya-situ-gintung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 06:14:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[beoscope]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[iteve]]></category>
		<category><![CDATA[layar tancap]]></category>
		<category><![CDATA[narsistv]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[webicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Setelah bendungan Situ Gintung ambrol tempo hari, saya selalu melihat Mat Bloger menenteng handycam di mana pun dia berada. Sewaktu nongkrong di kafe bersama teman-temannya sesama blogger, piknik ke Puncak, atau ke tempat kerja, Mat Bloger tak lupa menyelipkan kamera video tipe terbaru yang baru dibeli di ranselnya. Tumben, pikir saya.
Karena penasaran, saya pun bertanya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=167&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah bendungan Situ Gintung ambrol tempo hari, saya selalu melihat Mat Bloger menenteng <em>handycam</em> di mana pun dia berada. Sewaktu nongkrong di kafe bersama teman-temannya sesama blogger, piknik ke Puncak, atau ke tempat kerja, Mat Bloger tak lupa menyelipkan kamera video tipe terbaru yang baru dibeli di ranselnya. Tumben, pikir saya.</p>
<p>Karena penasaran, saya pun bertanya. &#8220;Buat apa kamu bawa-bawa kamera video, Mat? Nggak takut dicopet?&#8221;</p>
<p>&#8220;Kecopetan itu risiko hidup di Jakarta, Mas. Tapi saya nggak mau kehilangan momen. Saya mau meniru orang-orang itu lo, Mas.&#8221; jawab Mat Bloger sedikit <em>kemlinti.</em> <span id="more-167"></span></p>
<p>&#8220;Orang-orang? Siapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Itu lo, mereka yang suka mengirim rekaman video bencana alam atau kecelakaan ke televisi swasta.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh, itu. Namanya perekam video amatir, Mat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, video amatir. Nah, saya ingin mengikuti jejak mereka yang sering mengabadikan peristiwa-peristiwa monumental seperti itu. Tapi karena bencana dan kecelakaan tak pernah memberi tahu kapan datangnya, saya harus selalu membawa kamera video setiap saat agar tak kehilangan momen. Jadi bila kelak saya benar-benar menemukan sebuah peristiwa langka atau unik, saya tinggal merekamnya lalu mengirimkan ke televisi swasta.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, boleh juga idemu, Mat. Tumben, sampean cerdas,&#8221; saya memuji.</p>
<p>&#8220;Teman siapa dulu dong, Mas, he-he-he&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, belagu. Tapi sebetulnya sampean tak perlu menunggu kecelakaan atau bencana datang, Mat. Sampean juga tak harus menenteng <em>handycam</em> ke mana-mana setiap hari, dan mengirimkan karya video sampean ke televisi swasta.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa begitu, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena untuk menjadi seorang juru kamera video amatir itu diperlukan kreativitas, bukan hanya menanti durian runtuh. Sampean bahkan dapat menghasilkan karya-karya yang lebih informatif, membetot perhatian, tanpa menunggu pesawat jatuh atau Jakarta kebanjiran.&#8221;</p>
<p>&#8220;Caranya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Buatlah blog video yang saat ini tengah ambil ancang-ancang di depan pintu popularitas ranah daring seiring dengan meningkatnya jumlah penyedia layanan blog video gratis. Blog video bisa diisi dengan rekaman yang serius dan berat, seperti laporan pandangan mata sampean tentang aksi kampanye seorang calon presiden, liputan pertunjukan teater di gedung kesenian, atau makin sedikitnya ruang hijau dan terbuka di Jakarta.</p>
<p>Boleh juga sampean menayangkan rekaman yang ringan-ringan, misalnya cara memasak ayam bulgogi. Bisa juga tip menyetek kaktus. Pengalaman berburu makanan unik di pasar-pasar. Kalau suka film, rekam saja pendapat sampean tentang sebuah film yang baru ditonton, lengkapi dengan komentar atau ulasan teman-teman mengenai film yang sama. Sampaikan dengan gaya sampean sendiri, kalau bisa seekspresif mungkin. Gila-gilaan juga boleh. Pengunjung juga tertarik kepada yang remeh-temeh begini lo.</p>
<p>Unggahlah rekaman video itu ke penyedia layanan penyimpan video lokal, seperti <a href="http://www.beoscope.com/">Beoscope</a>, <a href="http://layartancap.com">Layar Tancap</a>, <a href="http://narsis.uploaded.tv/">NarsisTV</a>, <a href="http://i-teve.com">iTeve</a>, atau <a href="http://www.webicara.com">Webicara</a>.</p>
<p>Layanan seperti itu biasanya menyediakan kode-kode program video yang bisa dikutip lalu dipasang (<em>embedded</em>) di blog kita agar dapat dinikmati semua orang.</p>
<p>Jangan takut salah atau khawatir hasilnya jelek. Sebagaimana kita dulu belajar menulis, makin sering sampean membuat rekaman, lama-kelamaan sampean akan terbiasa, dan bagus hasilnya. Yang penting coba dulu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oke. Siap, Mas!&#8221; kata Mat Bloger sambil memberi hormat.</p>
Posted in Gagasan Tagged: beoscope, blog, iteve, layar tancap, narsistv, video, webicara <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=167&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/19/video-insiden-jebolnya-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blog Sudah Mati</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/05/blog-sudah-mati/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/05/blog-sudah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:44:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[politikana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/05/blog-sudah-mati/</guid>
		<description><![CDATA[SESEORANG bertanya kepada Mat Bloger, &#8220;Benarkah blog sudah mati?&#8221; Mat Bloger, yang tak tahu apa jawabannya, meneruskan pertanyaan tersebut ke saya.
Sebelum menjawab, saya malah balik bertanya, &#8220;Kapan matinya? Dikubur di mana, Mat?&#8221;
Mat Bloger ngakak. &#8220;Sampean ini lo, kalau ditanya selalu ngeles. Ayo dong Mas, dijawab. Benarkah blog sudah memasuki senja kala?&#8221; 
Saya nyengir. &#8220;Bagaimana menjawabnya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=163&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SESEORANG bertanya kepada Mat Bloger, &#8220;Benarkah blog sudah mati?&#8221; Mat Bloger, yang tak tahu apa jawabannya, meneruskan pertanyaan tersebut ke saya.</p>
<p>Sebelum menjawab, saya malah balik bertanya, &#8220;Kapan matinya? Dikubur di mana, Mat?&#8221;</p>
<p>Mat Bloger ngakak. &#8220;Sampean ini lo, kalau ditanya selalu ngeles. Ayo dong Mas, dijawab. Benarkah blog sudah memasuki senja kala?&#8221; <span id="more-163"></span></p>
<p>Saya nyengir. &#8220;Bagaimana menjawabnya, Mat? Lha wong yang namanya blog itu masih hidup sampai sekarang. Blog-blog baru malah terus tumbuh dan berkembang. Dan komunitas blogger di Indonesia terus bermunculan. </p>
<p>Situs-situs penyedia layanan blog yang populer di sini, misalnya, Blogger dan WordPress, atau <a href="http://dagdigdug.com">dagdigdug</a> dan <a href="http://blogdetik.com">Blogdetik</a>, masih terus bergemuruh. Setiap hari selalu ada posting baru di layanan itu. </p>
<p>Jika dulu hanya para <em>early adopter</em> yang memelopori penggunaan blog, sekarang mereka yang tergolong sebagai laggards atawa kelompok yang skeptis terhadap inovasi bahkan ikut-ikutan membuat blog agar tak ketinggalan zaman. Yang tergolong jenis ini antara lain artis, menteri, politikus, dan para calon legislator, yang dulunya tak pernah bersentuhan dengan teknologi. Kenapa dikatakan blog sudah mati?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tapi, kata teman saya itu, banyak blogger yang sudah tak memperbarui lagi blognya. Blogger-blogger yang dulu rajin menulis sekarang menghilang entah ke mana. Saya bisa melihatnya dari <em>RSS reader</em> yang makin sepi. Apakah ini gara-gara Facebook ya, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mungkin iya, mungkin tidak. Saya memang melihat ada kecenderungan di antara para <em>early adopter</em>, para blogger pelopor, yang jarang memperbarui isi blognya. Barangkali saja mereka sedang jenuh. Mungkin juga mereka menemukan mainan baru yang asyik, seperti Koprol dan <a href="http://politikana.com">Politikana</a>. </p>
<p>Bersama Facebook, Twitter, dan Plurk, layanan baru seperti itu tampaknya berhasil menggaet perhatian para early adopter, dan membuat mereka seolah melupakan blog. Ini wajar-wajar saja. Sifat mereka memang selalu ingin mencoba yang baru.</p>
<p>Meski begitu, saya juga menyaksikan blogger-blogger baru yang baru saja mengenal blog dan terus membuat ranah blog berderak-derak. Kalau kemudian dikatakan bahwa blog sudah mati, itu mungkin yang dimaksud adalah euforianya. </p>
<p>Ingar-bingar blog memang sudah lewat. Dan yang berlangsung saat ini adalah fase datar. Inilah masa ketika blog sudah menempati posisi dikenal secara luas. Tugas para blogger berikutnya adalah merawat blog dan terus memperbaiki kualitasnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana caranya, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger lagi.</p>
<p>&#8220;Misalnya, buatlah blog sampean semakin bersih dan fokus. Singkirkan pernak-pernik hiasan blog yang tak perlu, misalnya jam dan statistik pengunjung. Lihat apakah masih ada <em>banner</em> dan <em>button</em> yang sudah kedaluwarsa, misalnya pengumuman tentang suatu kegiatan yang sudah berlangsung. Jika ada, copot saja. Percayalah, pengunjung blog tak akan kehilangan pernak-pernik itu.</p>
<p>Lalu tulislah terus hal-hal yang memang sampean kuasai saja dan tak perlu ikut-ikutan menulis sesuatu yang sedang populer padahal sampean tak memahaminya. Kalau dulunya sampean blogger khusus masalah sepeda motor, janganlah tiba-tiba menjadi pengamat politik dadakan hanya karena ada pemilu. Sampean pasti akan gagap di tengah jalan. </p>
<p>Tanpa upaya yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki dan merawatnya, bukan tak mungkin blog akan benar-benar mati.&#8221; </p>
Posted in Ulasan Tagged: blog, blogger, politikana <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=163&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/04/05/blog-sudah-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Komunitas Penggemar Maria Ozawa</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/14/komunitas-penggemar-maria-ozawa/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/14/komunitas-penggemar-maria-ozawa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 17:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gagasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[maria ozawa]]></category>
		<category><![CDATA[miyabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. &#8220;Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?&#8221;
Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. &#8220;Syukur&#8230;. Risiko jadi orang terkenal, Mas,&#8221; kata Mat Bloger.
Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=155&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seseorang tiba-tiba mengirim surat elektronik kepada saya. Isinya singkat saja, sebuah pertanyaan. &#8220;Mas, bagaimana memulai dan menjalankan komunitas blogger?&#8221;</p>
<p>Mat Bloger tertawa ngakak ketika saya memberi tahu tentang surat itu. &#8220;Syukur&#8230;. Risiko jadi orang terkenal, Mas,&#8221; kata Mat Bloger.</p>
<p>Saya tersenyum kecut karena merasa bukan orang yang tepat untuk ditanya. Tapi, agar tak mengecewakan dia, saya pun bermaksud mengirim jawaban seraya mengingat-ingat bagaimana kawan-kawan saya dulu membangun komunitas blogger.</p>
<p>&#8220;Jadi bagaimana memulainya, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger tak sabar. <span id="more-155"></span></p>
<p>&#8220;Ya, mulai saja,&#8221; jawab saya. &#8220;Mulailah mengajak blogger lain membentuk komunitas. Cari blogger yang memiliki kesamaan, misalnya keinginan, cita-cita, minat, hobi atau daerah tempat tinggal. Sampean bahkan dapat membuat komunitas penggemar artis kondang, misalnya Maria Ozawa alias Miyabi. </p>
<p>Setelah itu, buatlah aktivitas bersama secara rutin. Contohnya berenang, bersepeda, arisan, belanja, atau memancing. Buatlah aktivitas itu bisa berjalan secara paralel, baik secara offline maupun online. Komunitas, misalnya, dapat membuat acara bersepeda bersama di akhir pekan, lalu menuliskan dan mengunggah foto-foto kegiatan itu ke blog komunitas.</p>
<p>Blog komunitas adalah forum komunikasi antaranggota komunitas. Blog ini berisi tulisan-tulisan tentang, misalnya, profil anggota, kegiatan yang pernah dilakukan, serta foto-foto kegiatan. Blog juga menampung alamat blog anggota. Ia menjadi agregator, pengumpul posting setiap anggota, sekaligus papan pengumuman bagi orang di luar komunitas tersebut. Mereka yang tertarik bergabung dapat mengintip apa, siapa, dan bagaimana kegiatan sebuah komunitas melalui blog ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lantas bagaimana cara merekrut anggotanya, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Komunitas tak dibangun dalam semalam. Untuk memulainya, sampean cukup mengumpulkan tiga, empat, atau lima orang. Bertemulah secara rutin di tempat yang disepakati bersama sebagai markas. Bisa di rumah salah seorang anggota, kafe, taman kota, atau tempat yang nyaman lainnya. Yang penting, carilah lokasi yang relatif dekat, gampang aksesnya, dan cukup lebar untuk menampung seluruh anggota. Markas ini penting karena akan menjadi tempat berkumpul dan memulai aktivitas bersama.</p>
<p>Sampean tak perlu berfokus dulu pada bagaimana merekrut anggota baru atau berharap dalam waktu singkat menambah anggota. Komunitas yang anggotanya terlalu cepat bertambah biasanya justru rapuh dan kemungkinan besar bubar dalam waktu singkat. Relasi antaranggota yang kuat tentu membutuhkan waktu.</p>
<p>Lagi pula banyaknya anggota tak menjamin keberhasilan sebuah komunitas. Meski jumlah anggotanya tak lebih dari sepuluh orang, sebuah komunitas bisa saja sangat aktif bila kegiatannya banyak, semua anggota terlibat, dan membuat semua orang ketagihan ingin mengulangi lagi.</p>
<p>Lebih baik sampean memikirkan bentuk kegiatan yang dapat diikuti oleh semua anggota. Makin banyak anggota yang terlibat, makin baik. Mulai saja dari yang sederhana. Kalau anggota komunitas rata-rata suka menonton film, buatlah acara nonton bareng. Jika anggota hobi makan, ajaklah mereka ramai-ramai mencicipi sebuah kafe atau restoran baru. Sampean bahkan dapat mengajak anggota bereksplorasi, misalnya mencoba hobi baru menyulam.</p>
<p>Jangan lupa, membangun komunitas itu berarti membuat setiap anggota merasa spesial. Perlakukan setiap anggota sebagai individu yang nyata dan bukan sekadar nama pena (nickname). Buatlah agar mereka merasa dihargai. Libatkan mereka dalam setiap kegiatan. Beri penghargaan untuk setiap partisipasi. Selebihnya, biarkan waktu yang akan mengujinya.&#8221;</p>
Posted in Gagasan Tagged: blog, blogger, komunitas, maria ozawa, miyabi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=155&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/14/komunitas-penggemar-maria-ozawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telanjang di Depan Google</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/09/telanjang-di-depan-google/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/09/telanjang-di-depan-google/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2009 15:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[abdul hadi djamal]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cache]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[pan]]></category>
		<category><![CDATA[tembolok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Abdul Hadi Djamal. Dia anggota Partai Amanat Nasional dan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia juga memiliki blog di sini. Senin malam awal pekan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Hadi. Ia diduga menerima uang suap. 
Dalam sekejap, blog Hadi diserbu pengunjung. Mereka ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci maki dan hujatan di shout box. Aksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=151&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Namanya Abdul Hadi Djamal. Dia anggota Partai Amanat Nasional dan Komisi Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat. Ia juga memiliki blog di <a href="http://abdulhadijamal.blogspot.com">sini</a>. Senin malam awal pekan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Hadi. Ia diduga menerima uang suap. </p>
<p>Dalam sekejap, blog Hadi diserbu pengunjung. Mereka ramai-ramai meninggalkan komentar bernada caci maki dan hujatan di shout box. Aksi kecaman ini bahkan diberitakan di media-media daring, seperti <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/03/03/brk,20090303-162910,id.html"><em>Tempo Interaktif</em></a>.</p>
<p>Entah kenapa, pada Selasa malam, blog itu mendadak tak bisa diakses. Blokir berlangsung sekitar satu jam, pukul 18.00-19.00 WIB. Dalam kurun tersebut, pengakses hanya mendapatkan satu halaman bertulisan &#8220;Blog ini terbuka hanya untuk pembaca yang diundang saja&#8221;.</p>
<p>Ada apa gerangan? <span id="more-151"></span></p>
<p>Teka-teki itu terjawab kemudian, setelah blokir dibuka. Aha! Ternyata tampilan dan isi blog telah berubah total. Warna <em>theme</em> blog, misalnya, bersalin dari biru menjadi abu-abu. Header yang semula bertulisan &#8220;Ir Abdul Hadi Djamal, MM, anggota Komisi V DPR RI (saat ini kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN) di daerah pemilihan I Sulsel meliputi Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar)&#8221; berubah menjadi &#8220;Perjuangan tidak berakhir di ujung terali besi, Pak!!!&#8221;</p>
<p>&#8220;Lantas isinya berubah seperti apa, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Semula blog itu berisi tulisan-tulisan mengenai profil, aktivitas, dan album foto Hadi. Tercantum juga jadwal kunjungan harian Hadi sebagai politikus. Pendeknya, sebuah blog kampanye. Maklum, Hadi memang akan mencalonkan diri lagi sebagai calon legislator pada pemilu mendatang. Tapi sekarang blog itu berisi tulisan-tulisan yang bersifat membela Hadi.&#8221;</p>
<p><img src="http://inlinethumb04.webshots.com/44611/2520766970096703381S500x500Q85.jpg" alt="versi awal" /></p>
<p><img src="http://inlinethumb07.webshots.com/45190/2984548970096703381S500x500Q85.jpg" alt="versi revisi" /></p>
<p>&#8220;Komentar orang-orang yang menghujat Hadi masih ada, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Jelas sudah dihapus, Mat. Tampaknya pengelola blog itu, mungkin pendukung atau tim suksesnya, tak ingin citra Hadi semakin tercoreng. Mereka lalu menyalin rupa blog itu. Tapi mereka lupa&#8211;atau mungkin&#8211;tak tahu bahwa kita punya mesin pencari paling hebat sepanjang sejarah, sebuah perpustakaan peradaban raksasa yang cerdas: Google.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa hubungannya, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begini, Mat. Google itu memiliki apa yang disebut tembolok (<em>cache</em>). Ini semacam wadah sementara untuk menyimpan data digital agar sewaktu-waktu dapat diakses kembali. </p>
<p>Data yang tersimpan di tembolok ini bisa berbeda dengan data yang tersimpan di server asalnya. Jadi, meski data di server asal sudah diganti atau dihapus, tembolok Google masih menyimpan duplikatnya. </p>
<p>Dengan demikian, meski blog Hadi itu sudah bersalin rupa, kita masih dapat melihat bentuk awalnya di tembolok Google.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oalah, paham, paham, Mas. Berarti upaya salin rupa itu mubazir ya, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitulah. Dari kasus ini, sekali lagi, kita melihat bagaimana kedigdayaan Internet dan Google. Anak kandung teknologi ini membuat kita telanjang, transparan. Ia membongkar praktek-praktek gelap, tipu muslihat, menjadi terang benderang. </p>
<p>Para calon legislator dan tim kampanyenya harus berhati-hati mulai sekarang jika hendak memanfaatkan blog sebagai media kampanye. Mereka boleh saja berkelit dan lolos dari kejaran aparat hukum di dunia nyata. Tapi, jika hendak bermuslihat di Internet, Google bakal mencatat seluruh amal, pahala, dan dosa-dosa mereka. Mereka tak bisa ngumpet lagi.&#8221;</p>
<p>&#8220;Halah, sampean ini sudah seperti kiai saja, Mas, ha-ha-ha,&#8221; Mat Bloger tergelak.</p>
Posted in Ulasan Tagged: abdul hadi djamal, blog, cache, caleg, google, koruptor, makassar, pan, tembolok <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=151&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/03/09/telanjang-di-depan-google/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inlinethumb04.webshots.com/44611/2520766970096703381S500x500Q85.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">versi awal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://inlinethumb07.webshots.com/45190/2984548970096703381S500x500Q85.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">versi revisi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jemaah Tarekat Al-Fesbuqiyah</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/28/jemaah-tarekat-al-fesbuqiyah/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/28/jemaah-tarekat-al-fesbuqiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 06:23:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[asterix]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[euphoria]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[galia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[MAT Bloger uring-uringan sejak pagi. Tanpa hujan, tanpa angin, dia misuh-misuh sendiri di depan komputernya. Sesekali dia ngedumel seraya menepuk jidat. Dari jauh terlihat lucu sekali tampangnya.
&#8220;Saya lihat dari tadi tingkah sampean nggak keruan. Kerasukan setan ya, Mat?&#8221; saya bertanya.
&#8220;Iya, Mas. Saya kerasukan setan-setan anggota jemaah &#8220;tarekat Al-Fesbuqiyah&#8221;,&#8221; jawab Mat Bloger seraya bersungut.
&#8220;Jemaah apa, Mat? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=147&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>MAT Bloger uring-uringan sejak pagi. Tanpa hujan, tanpa angin, dia misuh-misuh sendiri di depan komputernya. Sesekali dia ngedumel seraya menepuk jidat. Dari jauh terlihat lucu sekali tampangnya.</p>
<p>&#8220;Saya lihat dari tadi tingkah sampean nggak keruan. Kerasukan setan ya, Mat?&#8221; saya bertanya.</p>
<p>&#8220;Iya, Mas. Saya kerasukan setan-setan anggota jemaah &#8220;tarekat Al-Fesbuqiyah&#8221;,&#8221; jawab Mat Bloger seraya bersungut.</p>
<p>&#8220;Jemaah apa, Mat? Al-Fesbuqiyah? Ha-ha-ha&#8230;.&#8221; <span id="more-147"></span></p>
<p>Mat Bloger nyengir, memamerkan tampang bloonnya. Jemaah yang dimaksud Mat Bloger adalah para pengguna layanan jejaring sosial Facebook. Teman-teman kantornya memang keranjingan layanan daring yang tengah naik daun ini. </p>
<p>Mat Bloger pun tak mau ketinggalan. Mereka menjadi bagian dari anggota jemaah Al-Fesbuqiyah Indonesia yang jumlah totalnya sudah <a href="http://www.allfacebook.com/facebook-demographic-statistics/?country_id=ID&amp;gender=MF&amp;age=0t0&amp;country_id2=SG&amp;gender2=MF&amp;age2=0t0&amp;country_id3=MY&amp;gender3=MF&amp;age3=0t0">lebih dari 1.380.000</a> pada akhir bulan ini. </p>
<p>Nyaris setiap detik, setiap menit, mereka membuka Facebook hanya untuk mengetahui apakah ada perubahan status teman, kiriman pesan atau foto, atau permintaan teman baru.</p>
<p>&#8220;Tapi saya jadi bingung, Mas,&#8221; kata Mat Bloger. &#8220;Jemaah Al-Fesbuqiyah ini lama-lama mirip orang-orang Galia di komik Asterix. Gila. Absurd. Irasional.&#8221;</p>
<p>&#8220;Maksudmu?&#8221; saya bertanya.</p>
<p>Mat Bloger lalu menjelaskan bagaimana tingkah polah para pengguna Facebook yang menurut dia mulai tak masuk akal. Di media massa, misalnya, bertebaran berita-berita yang berkaitan dengan Facebook. Ada pria ditangkap polisi, seorang istri meminta cerai gara-gara suaminya mengubah status dari menikah menjadi lajang, seorang gadis meminta putus karena pacarnya berselingkuh setelah melihat foto mereka terpampang di halaman profil teman lain. Semua gara-gara tarekat Al-Fesbuqiyah.</p>
<p>&#8220;Ini tadi malah ada seorang calon legislator yang meminta di-add sebagai teman. Padahal saya tahu dia bukan kandidat di daerah pemilihan saya. Ngapain dia minta jadi teman saya, Mas? Memangnya saya mau milih dia? La wong daerah pemilihannya saja beda.&#8221;</p>
<p>&#8220;Ha-ha-ha&#8230;,&#8221; saya tergelak mendengar cerita Mat Bloger. Calon legislator itu mungkin belum memahami betul cara bergaul melalui Facebook. </p>
<p>Tapi dia tak sendiri. Saya juga mulai merasa Facebook telah mengubah pandangan, nilai-nilai sosial, hdup banyak orang. Seorang teman bercerita, Facebook bahkan memberi definisi baru tentang &#8220;teman&#8221;. </p>
<p>Bagi para anggota jemaah daring ini, teman adalah orang-orang yang mereka lihat fotonya terpampang di Facebook atau mereka yang menjadi anggota jaringan kawan. Tak peduli apakah orang itu benar-benar dikenal di dunia nyata atau tidak, mereka tak segan mengajukan permintaan sebagai teman di Facebook. Perilaku ini tentu saja jarang terjadi di dunia nyata.</p>
<p>&#8220;Sampean pasti juga belum pernah tiba-tiba diajak berkenalan oleh seseorang di halte bus kan, Mat? Saya rasa sampean juga tak pernah bertukar foto dengan orang yang hanya sampean tahu nama dan wajahnya. Tapi lihat perilaku kita di Facebook. Sedikit-sedikit minta add friend.&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya betul, Mas. Dan anehnya lagi, teman-teman saya menggunakan Facebook hanya untuk menyapa teman-teman kantornya sendiri. Lalu mereka ngobrol di wall. Bertukar kabar dan foto. Kenapa mereka nggak bertemu dan ngobrol langsung saja? Toh meja mereka bersebelahan. Ini kan absurd, Mas,&#8221; kata Mat sambil geleng-geleng kepala.</p>
<p>&#8220;Ya, seperti kita sekarang, Mat. Ngobrol lewat Yahoo! Messenger, padahal meja sampean di depan saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh iya Mas, ha-ha-ha&#8230;. Kita semua benar-benar penduduk Galia.&#8221;</p>
Posted in Ulasan Tagged: asterix, blog, euphoria, facebook, galia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=147&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/28/jemaah-tarekat-al-fesbuqiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Puyer dan Ponari</title>
		<link>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/23/kontroversi-puyer-dan-ponari/</link>
		<comments>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/23/kontroversi-puyer-dan-ponari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 08:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>me</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[dukuncilik]]></category>
		<category><![CDATA[kontroversi]]></category>
		<category><![CDATA[ponari]]></category>
		<category><![CDATA[puyer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kolomblog.wordpress.com/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[Puyer dan Ponari. Itulah dua kata kunci yang beberapa hari belakangan ini paling dicari orang di Internet. Publik ingin mengetahui informasi mengenai puyer setelah di milis-milis dan beberapa blog muncul perdebatan tentang manfaat dan mudaratnya. Ponari jadi buah bibir setelah sebagian orang yakin bocah Jombang itu memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=145&subd=kolomblog&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Puyer dan Ponari. Itulah dua kata kunci yang beberapa hari belakangan ini paling dicari orang di Internet. Publik ingin mengetahui informasi mengenai puyer setelah di milis-milis dan beberapa blog muncul perdebatan tentang manfaat dan mudaratnya. Ponari jadi buah bibir setelah sebagian orang yakin bocah Jombang itu memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khalayak ingin mengetahui perkembangan dukun kecil yang ternyata bisa sakit tersebut.</p>
<p>Mat Bloger ikut-ikutan arus kebingungan khalayak dan terjun ke dalam pusaran kontroversi dua isu besar itu. Sebagai blogger sok tahu, dia merasa wajib tahu perihal puyer dan Ponari yang memicu geger. Dia sibuk bertanya ke kiri dan kanan, membongkar koran dan majalah, serta tekun mengikuti setiap berita di televisi yang membahas dua kasus tersebut. Saya sampai geli sendiri melihat polahnya yang tak keruan itu. <span id="more-145"></span></p>
<p>&#8220;Jadi kita masih boleh mengkonsumsi puyer nggak, Mas? Kita bakal keracunan nggak? Terus si Ponari itu apa sakti betul, Mas?&#8221; tanya Mat Bloger.</p>
<p>&#8220;Nggak tahu, Mat. Saya bukan dokter. Saya juga belum pernah merasakan kehebatan batu ajaib Ponari itu,&#8221; jawab saya sekenanya.</p>
<p>&#8220;Tapi sampean blogger kan, Mas? Jadi blogger itu harus tahu segalanya dong.&#8221;</p>
<p>&#8220;Gundulmu!&#8221; saya mengumpat. &#8220;Blogger itu bukan orang yang tahu semua persoalan, Mat. Dalam urusan ini, saya sama bloonnya dengan sampean.&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, payah! Percuma sampean jadi blogger kalau nggak tahu apa-apa, Mas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Lo, sampean kok malah menyebut saya payah. Kalau sampean ingin tahu soal puyer dan Ponari, ya, tanya ahlinya saja. Jangan tanya saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kalau sampean nggak tahu apa-apa, terus ngapain ngeblog? Apa gunanya jadi blogger, Mas?&#8221;</p>
<p>&#8220;Begini, Mat. Sebagai blogger, kita memang nggak perlu tahu semua hal. Tapi sampean tetap bisa berpartisipasi menjelaskan duduk perkara puyer dan Ponari itu, Mat.&#8221;</p>
<p>&#8220;Bagaimana caranya, Mas? Saya bukan dokter, bukan apoteker. Saya cuma blogger abal-abal. La wong kalau sakit, saya, ya, berobat ke dokter, dan bukan minta tolong dukun cilik Ponari yang menghebohkan itu, Mas.&#8221;</p>
<p>&#8220;Sampean bisa meniru kerja para jurnalis. Jurnalis bukan orang yang selalu benar dan tahu segalanya. Pekerjaan para jurnalis itu mencari, mengumpulkan, lalu menyebarkan informasi ke publik. Kadang-kadang, mereka memang jadi tempat bertanya. Tapi jika tak bisa menjawab, mereka minimal bisa memandu orang untuk mendapat jawaban. Misalnya dengan menunjukkan orang atau lembaga yang tepat untuk ditanya.</p>
<p>Begitu juga dengan para blogger seperti sampean, Mat. Kalau sampean tak mengerti perihal puyer, sampean dapat membantu masyarakat mencari informasi. Caranya, menunjukkan situs-situs kedokteran yang tepercaya. Bisa juga sampean menyediakan mereka tautan alamat blog-blog para dokter. Sekarang kan sudah banyak dokter yang mempunyai blog. Mereka sering menulis masalah-masalah kedokteran dan kesehatan, termasuk kontroversi tentang puyer.</p>
<p>Sebagai blogger abal-abal, sampean nggak usah sok tahu, ikut-ikut menganalisis puyer itu lebih banyak manfaatnya atau mudaratnya. Sampean nggak memiliki kompetensi dan otoritas. Nanti hasil analisis sampean malah menyesatkan. Pembaca blog sampean bukannya jadi tercerahkan, tapi malah tambah bingung. Seperti halnya para jurnalis, tugas sampean hanya memberikan sebanyak mungkin informasi yang dibutuhkan supaya publik mampu mengambil keputusan sendiri. Paham?&#8221;</p>
<p>&#8220;Siap, Mas!&#8221; </p>
Posted in Ulasan Tagged: blog, blogger, dukuncilik, kontroversi, ponari, puyer <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kolomblog.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kolomblog.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kolomblog.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kolomblog.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kolomblog.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kolomblog.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kolomblog.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kolomblog.wordpress.com/145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kolomblog.wordpress.com/145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kolomblog.wordpress.com/145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kolomblog.wordpress.com&blog=2105951&post=145&subd=kolomblog&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kolomblog.wordpress.com/2009/02/23/kontroversi-puyer-dan-ponari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4e6e5a09a2f11d49cb0fcf169103565?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">me</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>