Kolom Blog Wicaksono

Icon

koleksi tulisan tentang blog

Belajar dari jurnalis profesional

Bisakah blogger menjadi jurnalis warga? Bagaimana kita menulis berita seperti karya para jurnalis profesional? Begitulah pertanyaan beberapa teman yang berniat serius menekuni jurnalisme warga.

Mereka belum pernah mendapatkan pendidikan jurnalisme formal, tapi memiliki blog sebagai tempat berbagi kabar, dan hendak menjadikan media pribadinya tersebut sebagai sumber berita warga daring. Kebetulan, jurnalisme warga juga sedang menjadi isu hangat di beberapa blog komunitas.

Mat Bloger, yang ikut mendengar pertanyaan itu, langsung berkomentar. “Halah, begitu saja kok repot. Tulis saja semua yang sampean punya. Bebas.” Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , , , ,

Komentar Sandra Dewi

Syahdan pada sebuah siang yang lembap, saya sedang leyeh-leyeh di kursi bambu di bawah pohon jambu rumah seorang kawan–sebut saja namanya Mat Bloger. Dia blogger dari jenis yang ingin mendadak kondang seperti artis sinetron. Karena itu, dia selalu bertanya ini dan itu agar blognya juga setenar blog para selebritas.

“Sampean sudah tahu belum, Mas?” tiba-tiba dia bertanya. “Sandra Dewi baru saja memperkenalkan blog pribadinya. Desainnya segar seperti wajahnya yang ranum kemerahan. Tomat muda, Mas.”

Halah. Saya ngakak mendengar caranya berpromosi. Sandra Dewi yang ia maksud adalah bintang film Quickie Express dan bintang sinetron Hidayah, magnet baru industri hiburan asli Pangkalpinang. Ia memperkenalkan blognya pada 2 Mei lalu. Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , , , ,

Kiblat

Pemain ganda. Begitulah seorang kawan menjuluki saya yang jurnalis sekaligus blogger aktif. Tentu saja ia hanya sekadar meledek, meski saya menganggapnya sebagai sanjungan. Apalagi saya memang tak pernah bermain bulu tangkis sebagai pasangan ganda putra ataupun campuran.

Sebagai pemain ganda dadakan, saya sering ditanya blogger yang ingin menulis seperti jurnalis, juga para jurnalis yang mau menjadi blogger. Ini yang membuat saya tak nyaman karena saya merasa belum menjadi jurnalis yang baik, pun bukan blogger piawai. Meski demikian, suka tak suka, akhirnya saya menjalani peran ganda itu semampu saya. Kepada teman-teman blogger saya berbagi kiat menulis dan dengan para kolega, saya berdiskusi soal blog.

Menurut hemat saya, dua dunia itu, blog dan media mainstream, adalah wilayah yang mirip. Blogger pada dasarnya jurnalis, begitu pula sebaliknya. Yang berbeda hanyalah media, tempat mereka berkarya. Mestinya, kedua pihak gampang untuk saling belajar, bukan malah saling menganggap sebagai ancaman. Read the rest of this entry »

Filed under: Gagasan , , , , , ,

Kisah Seorang Ibu dan Blog

Syahdan pada sebuah siang yang terik, seorang ibu berjilbab tiba-tiba mendatangi kantor teman saya di kawasan Kebayoran Baru. Usianya sekitar 50 tahun. “Saya ingin belajar ngeblog,” kata ibu itu. “Apakah saya harus membayar?”

Teman saya kaget dan terheran-heran. Rasanya baru sehari teman saya itu memperkenalkan layanan free blog hosting miliknya, Dagdigdug, ke publik. Bagaimana bisa secepat itu seorang ibu yang belum pernah dikenalnya mendadak mengunjunginya? “Bagi saya dan teman-teman, ini sebuah keseriusan yang harus dihormati,” kata teman saya.

Bayangkan, kata teman saya, ibu ini memanfaatkan waktu rehat makan siang dan meninggalkan kantornya, sebuah departemen di Jakarta Pusat. Ia naik bus ke Blok M, kemudian disambung ojek menuju ke markas Dagdigdug hanya untuk belajar membuat blog.

Maka, di sebuah meja kecil, sebuah pemanduan singkat pun berlangsung. Laptop teman saya jadi kelas, teman saya jadi guru, dan ibu itu jadi muridnya. Dalam tempo tak sampai satu jam, pelajaran membuat blog itu pun kelar, dan ibu itu tak perlu membayar sepeser pun. Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , ,

Perihal

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 18,212 hits