Hari-hari ini, Mat Bloger seperti layang-layang kurang angin. Badannya loyo. Geraknya lamban. Tampangnya pun lusuh. Saya jadi penasaran, ada apa gerangan dengan kawan saya yang biasanya bergerak liar bagaikan Kali Ciliwung di musim hujan ini?
“Jago saya keok, Mas,” jawab Mat Bloger singkat.
“Jago? Memangnya sampean masih suka sabung ayam? Nggak takut ditangkap polisi, Mat?”
“Hus, ini bukan judi sabung ayam, Mas. Ini tentang pemilihan presiden itu lo. Jago saya kalah karena mendapat suara lebih sedikit dibanding sang pemenang.”
“Oalah, pilpres to. Kirain sabung ayam. Ya sudah, nggak usah dipikirkan, Mat. Tenang saja. Lima tahun mendatang bakal ada lagi. Lebih baik kita ngobrol soal lain.”
“Misalnya?”
“Membuat blog perusahaan. Ini juga seperti pilpres lo, Mat. Ada taktik dan strateginya.”
“Halah, sampean bisa saja, Mas. Dari pilpres kok langsung ke blog. Beloknya terlalu jauh itu, Mas,” kata Mat Bloger sambil tergelak.
Saya nyengir. Saya lalu menjelaskan alasan mengajak Mat Bloger berdiskusi tentang blog perusahaan. Kebetulan ada seorang kawan yang ingin membuat blog untuk perusahaannya (corporate blog). Karena nyaris tak tahu apa pun soal blog, dia lalu mengontak saya.
Nah, setelah bertemu dan ngobrol ngalor-ngidul, dari A sampai Z, tentang blog, dia mengajukan pertanyaan, “Bagaimana cara membuat pelanggan atau pengunjung datang dan datang lagi ke blog perusahaan saya, Mas”
Menurut saya, blog perusahaan dibuat, antara lain, untuk membentuk kesadaran, memberikan edukasi, dan menambah pengetahuan pelanggan. Karena itu, buatlah posting secara reguler. Isinya bukan tentang perusahaan itu sendiri, melainkan isu-isu yang berkaitan dengan industri yang digeluti.
Kalau sampean bergerak di industri seluler, buatlah tulisan, misalnya, tentang jenis-jenis ponsel; kelebihan dan kekurangan teknologi GSM, HSDPA, atau CDMA; atau paket data. Jika sampean bekerja di industri makanan, bisa saja menulis tentang makanan sehat, bahaya bahan pengawet, pentingnya gizi, dan seterusnya.
Blog perusahaan sebaiknya menjadi semacam tempat edukasi pelanggan. Bukan tempat promosi. Buatlah informasi edukasi tersebut semenarik mungkin dan membuat pembaca membutuhkannya tanpa harus menyebut merek produk atau jasa tempat sampean bekerja.
Usahakan agar pelanggan dapat berinteraksi tentang informasi itu, misalnya mereka dapat bertanya atau memberi masukan. Semakin sering sampean menulis hal-hal seperti itu tanpa terkesan sedang berpromosi, semakin baik juga citra perusahaan di mata pelanggan.”
“Boleh nggak Mas, kalau blog perusahaan dijadikan tempat publikasi siaran pers?” tanya Mat Bloger.
“Kenapa tidak? Tapi buatlah seringkas mungkin. Dan yang penting, pelanggan dapat menanggapi isinya. Interaksi itu penting karena blog memang dirancang sebagai tempat dialog antara perusahaan dan pelanggan.
Agar blog perusahaan makin menarik, eluslah ego pelanggan. Tampilkan profil mereka sekali sepekan. Lengkapi dengan foto mereka. Kalau mereka juga punya blog, sertakan tautannya. Pelanggan yang diperlakukan secara personal pasti akan loyal.
Yang juga penting, meski ini blog perusahaan, jangan sampai isinya terkesan serius. Gunakan bahasa yang santai dan ringan. Lalu buatlah agar posting di blog itu menghibur dan menyenangkan orang. Contohnya dengan membuat permainan daring, kuis, atau jajak pendapat berhadiah. Dan, untuk memperluas jaringan, jangan lupa tautkan blog itu dengan Facebook dan media-media sosial lainnya.”
Filed under: Gagasan, blog, korporat, perusahaan

taktik blog korporat sangat bermanfaat mas, terima kasih
Blog keluarga apa masuk katagori ini ya mas ? Mungkin tidak ya karena hanya sebagai media komunikasi antar warganya saja.
Salam hangat dari Surabaya
Tanah di Jual
tanah Untuk Usaha di JAKARTA SElatan
di jl. radio dalam raya
samping bank panin,
1574M2
kirinya dia showroom toyota,
kanan nya bank panin
dijamin ga bermasalah
lokasi strategiskan
lokasi usaha ,Pinggir jalan raya
Hub : amri +6281322329363
Matur Suwun Mas….
mantap ndoro
weh
blog-e wes gag diapdet maneh.