Kolom Blog Wicaksono

Icon

koleksi tulisan tentang blog

Jemaah Tarekat Al-Fesbuqiyah

MAT Bloger uring-uringan sejak pagi. Tanpa hujan, tanpa angin, dia misuh-misuh sendiri di depan komputernya. Sesekali dia ngedumel seraya menepuk jidat. Dari jauh terlihat lucu sekali tampangnya.

“Saya lihat dari tadi tingkah sampean nggak keruan. Kerasukan setan ya, Mat?” saya bertanya.

“Iya, Mas. Saya kerasukan setan-setan anggota jemaah “tarekat Al-Fesbuqiyah”,” jawab Mat Bloger seraya bersungut.

“Jemaah apa, Mat? Al-Fesbuqiyah? Ha-ha-ha….” Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , ,

Kontroversi Puyer dan Ponari

Puyer dan Ponari. Itulah dua kata kunci yang beberapa hari belakangan ini paling dicari orang di Internet. Publik ingin mengetahui informasi mengenai puyer setelah di milis-milis dan beberapa blog muncul perdebatan tentang manfaat dan mudaratnya. Ponari jadi buah bibir setelah sebagian orang yakin bocah Jombang itu memiliki batu ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Khalayak ingin mengetahui perkembangan dukun kecil yang ternyata bisa sakit tersebut.

Mat Bloger ikut-ikutan arus kebingungan khalayak dan terjun ke dalam pusaran kontroversi dua isu besar itu. Sebagai blogger sok tahu, dia merasa wajib tahu perihal puyer dan Ponari yang memicu geger. Dia sibuk bertanya ke kiri dan kanan, membongkar koran dan majalah, serta tekun mengikuti setiap berita di televisi yang membahas dua kasus tersebut. Saya sampai geli sendiri melihat polahnya yang tak keruan itu. Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , , ,

Kartu Pewarta Warga Bisa Lolos Tilang?

Perlukah pewarta warga (citizen journalist) memiliki kartu anggota yang berfungsi seperti kartu pers?

Mat Bloger mengajukan pertanyaan itu ketika kami tengah membaca blog Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Di situ ada posting baru mengenai pembagian kartu anggota untuk para blogger, pewarta warga, atau siapa saja yang berminat.

Peminat hanya perlu membayar Rp 25 ribu sampai Rp 45 ribu, tergantung domisili, untuk memperoleh kartu. Mereka yang ingin mendapatkan kartu itu juga diharuskan mengisi formulir pendaftaran, mematuhi kode etik pewarta warga, dan beberapa persyaratan lain. Read the rest of this entry »

Filed under: Ulasan , , , , ,

Kode Etik atau Kode Buntut

Perlukah blogger memiliki kode etik? Kalau iya, siapa yang membuat? Pertanyaan ini menari-nari di kepala setelah juragan saya mengajak ngobrol tentang ranah blog dan aktivitas para blogger Indonesia.

Bincang-bincang ringan itu terjadi di tepi kuburan Pasar Senen, Purwakarta, Senin lalu. Kami tengah menghadiri pemakaman Yusril Djalinus, jurnalis senior dan pendiri Tempo Interaktif yang wafat setelah terkena serangan stroke. Langit mendung. Gerimis sesekali jatuh. Tanah liat becek, membuat sol sepatu kami menebal.

Mula-mula juragan saya itu bertanya, “Apakah blogger itu memiliki kode etik seperti para jurnalis mempunyai kode etik jurnalistik?”

Saya kaget karena tiba-tiba dia bertanya seperti itu. Saya pun balik bertanya, “Kenapa sampean bertanya soal itu? Kalau saya tahunya cuma kode buntut, he-he-he ….” Read the rest of this entry »

Filed under: Gagasan , , , , , , ,

Perihal

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 18,284 hits