26 September 2008 • 11:06 am
Mat Bloger mengernyitkan jidat di depan layar komputer. Siang itu, parasnya menyiratkan ia tengah berpikir keras. Tumben, pikir saya dalam hati. Tak biasanya ia serius di depan monitor. Pasti ada sesuatu. Pelan-pelan saya menghampiri mejanya, lalu mencolek punggungnya.
“Serius amat, Mat. Baca apa sih? Cerita porno ya?” tanya saya.
“Hush, sembarangan. Siang-siang begini dilarang melihat hal-hal yang bisa bikin batal puasa, Mas,” kata Mat Bloger. “Ini lo, Mas. Saya sedang mengintip blog para politikus, baca-baca isi kepala mereka lewat blog.”
“Punya siapa, Mat?” Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , blog, kritik, passion, politikus, soul
19 September 2008 • 5:13 am
Siang itu, di puncak rasa kantuk yang nyaris tak tertahankan, Mat Bloger, kawan saya, tiba-tiba datang dan menggebrak meja. “Dhuaaar! Ha-ha-ha.. Ngantuk, ya?” begitu dia berteriak.
Keruan saja saya kaget dan gelagapan. “Semprul!” saya memaki ulah Mat Bloger yang mengganggu sebagian nikmat puasa saya itu.
Mat Bloger tergelak. “Siang-siang jangan tidur dong, Mas, nanti sampean dikira sedang puasa lo.”
“Sontoloyo kamu. Siapa yang tidur? Saya lagi baca-baca e-mail, Mat,” saya mengelak. Read the rest of this entry »
Filed under: Gagasan , danau, indonesia, komodo, krakatau, nature, pulau, seven, toba, visit, wisata, wonders, year
12 September 2008 • 2:43 am
RAMADAN membuat saya dan Mat Bloger kerap menghabiskan waktu bersama menjelang senja untuk ngabuburit. Kalau bukan di warung dekat kantor, ya, di perpustakaan. Ada saja obrolan kami, dari urusan pekerjaan sampai remeh-temeh. Sesekali kami membahas isu-isu di ranah blog dan gosip-gosip seputar para blogger. Sore itu, saya bertanya kepada Mat Bloger, kenapa belakangan ini dia jarang memperbarui blog multiuser miliknya. Blog itu dibangun dan dihidupkan oleh Mat dan kawan-kawan secara gotong-royong (user generated content).
“Saya kira karena blog itu ternyata barang mewah bagi sebagian orang, Mas,” jawab Mat Bloger singkat.
“Maksudmu, harganya mahal?” Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , blog, content, generated, kesempatan, mewah, privilese, user
5 September 2008 • 7:11 am
PUASA membuat Mat Bloger seperti layang-layang ditinggal angin. Badannya lunglai. Wajahnya lesi. Sepanjang hari kegiatannya begitu-begitu melulu. Kalau tak tidur di kursi kerja, ya, menonton televisi seharian, atau membaca koran hingga azan magrib berkumandang. Begitu pula siang itu, ketika saya kebetulan lewat di depannya. Ia tengah tekun membaca lembaran sebuah koran lokal.
“Ada berita apa, Mat? Ada yang seru?” tanya saya mencoba berbasa-basi.
“Ini, Mas, soal artis Dian Sastro,” jawab Mat Bloger.
“Kenapa? Cerai?” Read the rest of this entry »
Filed under: Ulasan , bima, blog, dian, hindu, hukum, internet, isi, koridor, lintasan, pandawa, protes, sastro
Komentar Terakhir