Hampir semua blogger pernah mengalaminya. Mungkin Anda juga. Seperti halnya ada siang dan malam, ada kiri dan kanan, aktivitas mengisi blog pun mengenal saat-saat yang menyenangkan dan menyedihkan. Ada masa-masa ketika cobaan datang bertubi-tubi dan Anda tertekan.
Contohnya begini. Anda bersemangat menulis, berkreasi, mengisi blog setiap hari. Lalu tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Katakanlah Anda membuat kesalahan ketik atau ada ketidakakuratan data pada sebuah posting. Semula Anda akan menganggapnya sebagai sebuah masalah sepele, sampai kemudian ada seseorang yang menulis komentar atau kritik keras pada Anda secara pribadi, dan bukan untuk kesalahan itu. Ego Anda tersenggol. Anda merasa tak dihargai.
Di lain kesempatan, seorang blogger menulis hal-hal yang buruk mengenai salah satu tulisan Anda — atau justru menulis tentang Anda — di blog. Dia mengejek Anda sebagai blogger gombal dengan karya tak bermutu. Anda terpengaruh, merasa ejekan itu memang benar adanya. Anda lalu merasa dunia seakan runtuh. Semangat Anda untuk nge-blog anjlok drastis. Anda hanya bisa terpaku menatap panel Write Post yang kosong. Gagasan mendadak lenyap. Ide-ide beterbangan.
Apa yang harus dilakukan? Baca entri selengkapnya »
Filed under: Gagasan, blog, blogger, content, depress, passion

22 November 2007 • 1:17 am 0
Polemik
Belum genap sebulan nge-blog, Yusril Ihza Mahendra telah terlibat polemik panas di blog Indonesia Matters. Polemik bermula dari sebuah posting lama, bertanggal 14 Mei 2007, tentang mantan Menteri-Sekretaris Negara yang sepekan sebelumnya dicopot dari kabinet itu. Adapun isi posting adalah analisis alasan pencopotan Yusril.
Pada mulanya posting itu menuai 18 komentar. Sampai kemudian, pada 15 November lalu, atau hampir enam bulan kemudian, Yusril menemukannya dan langsung berkomentar. Ia bukan mengomentari posting itu, melainkan komentar orang lain di posting itu. Beberapa blogger kemudian balas menyerang Yusril. Dari situlah, polemik berkembang liar, dibumbui oleh baku kata-kata kasar. Hingga tulisan ini dibuat, total ada 59 komentar di sana.
Setelah itu, Yusril menulis di blog-nya sendiri untuk meminta komentar dari pengunjung mengenai polemik itu. Tulisan ini mendapatkan 40 komentar, tapi rata-rata jauh lebih sopan ketimbang yang di Indonesia Matters. Baca entri selengkapnya »
Filed under: Ulasan, blog, blogger, comment, polemic, yusril ihza mahendra