Ditulis pada Mei 16, 2008 oleh me
Pada sebuah malam yang lembap, saya bertandang ke rumah seorang kawan. Siapa lagi kalau bukan Mat Bloger, teman baik saya yang sedang keranjingan blog. Di ruang tamu rumahnya yang sesak oleh barang-barang, saya lihat ia sedang duduk di depan komputer. Matanya nyaris tak berkedip menatap layar monitor.
“Sibuk, Mat?” tanya saya basa-basi.
“Nggak, Mas. Saya cuma mau mencari berita-berita, tulisan tentang Kerusuhan Mei 1998, Mas,” jawabnya.
“Untuk apa?”
“Iseng-iseng saja, Mas. Saya penasaran, ingin tahu apa yang sebetulnya terjadi waktu itu. Tapi saya tak memperoleh cukup informasi memuaskan. Data hasil penelusuran lewat mesin-mesin pencari sangat minim,” jawab Mat Bloger. Read more »
DIarsipkan di bawah: Gagasan | yang berkaitan: 1998, berita, ingatan, kenangan, kerusuhan, mei, sejarah, tulisan | Tidak ada komentar »
Ditulis pada Mei 9, 2008 oleh me
Syahdan pada sebuah siang yang lembap, saya sedang leyeh-leyeh di kursi bambu di bawah pohon jambu rumah seorang kawan–sebut saja namanya Mat Bloger. Dia blogger dari jenis yang ingin mendadak kondang seperti artis sinetron. Karena itu, dia selalu bertanya ini dan itu agar blognya juga setenar blog para selebritas.
“Sampean sudah tahu belum, Mas?” tiba-tiba dia bertanya. “Sandra Dewi baru saja memperkenalkan blog pribadinya. Desainnya segar seperti wajahnya yang ranum kemerahan. Tomat muda, Mas.”
Halah. Saya ngakak mendengar caranya berpromosi. Sandra Dewi yang ia maksud adalah bintang film Quickie Express dan bintang sinetron Hidayah, magnet baru industri hiburan asli Pangkalpinang. Ia memperkenalkan blognya pada 2 Mei lalu. Read more »
DIarsipkan di bawah: Ulasan | yang berkaitan: artikel, blog, comments, dewi, komentar, sandra, spam | 1 Komentar »
Ditulis pada Mei 2, 2008 oleh me
Saya tak tahu apakah para blogger harus merasa senang atau justru sedih setelah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UUITE) akhirnya diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan masuk Lembaran Negara.
Secara umum, undang-undang itu baik. Ia merupakan payung hukum bagi semua aktivitas dan transaksi di Internet dan media elektronik. Blog, misalnya, terlindungi dari aksi penyamunan digital (cracking), defacing, dan sebagainya.
Namun, ada satu pasal yang agak mengkhawatirkan, yakni pasal 27. Pasal ini melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, serta pemerasan dan/atau pengancaman. Pelanggaran terhadap pasal ini dikenai hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.
Ini berarti semua dokumen ataupun tulisan yang dipublikasikan di situs dan blog rawan menjadi obyek gugatan. Posting tentang buruknya sebuah produk atau layanan, misalnya, bisa membuat si produsen menggugat seorang blogger dengan tuduhan pencemaran nama baik. Kritik terhadap buruknya kinerja pejabat bisa dianggap penghinaan, dan sebagainya. Read more »
DIarsipkan di bawah: Ulasan | yang berkaitan: baik, blog, blogger, karet, menkominfo, nama, pasal, pencemaran, penghinaan, uuite | Tidak ada komentar »
Ditulis pada April 25, 2008 oleh me
Pemain ganda. Begitulah seorang kawan menjuluki saya yang jurnalis sekaligus blogger aktif. Tentu saja ia hanya sekadar meledek, meski saya menganggapnya sebagai sanjungan. Apalagi saya memang tak pernah bermain bulu tangkis sebagai pasangan ganda putra ataupun campuran.
Sebagai pemain ganda dadakan, saya sering ditanya blogger yang ingin menulis seperti jurnalis, juga para jurnalis yang mau menjadi blogger. Ini yang membuat saya tak nyaman karena saya merasa belum menjadi jurnalis yang baik, pun bukan blogger piawai. Meski demikian, suka tak suka, akhirnya saya menjalani peran ganda itu semampu saya. Kepada teman-teman blogger saya berbagi kiat menulis dan dengan para kolega, saya berdiskusi soal blog.
Menurut hemat saya, dua dunia itu, blog dan media mainstream, adalah wilayah yang mirip. Blogger pada dasarnya jurnalis, begitu pula sebaliknya. Yang berbeda hanyalah media, tempat mereka berkarya. Mestinya, kedua pihak gampang untuk saling belajar, bukan malah saling menganggap sebagai ancaman. Read more »
DIarsipkan di bawah: Gagasan | yang berkaitan: artikel, blog, jurnalis, mainstream, media, posting | 3 Komentar »
Ditulis pada April 18, 2008 oleh me
Syahdan pada sebuah siang yang terik, seorang ibu berjilbab tiba-tiba mendatangi kantor teman saya di kawasan Kebayoran Baru. Usianya sekitar 50 tahun. “Saya ingin belajar ngeblog,” kata ibu itu. “Apakah saya harus membayar?”
Teman saya kaget dan terheran-heran. Rasanya baru sehari teman saya itu memperkenalkan layanan free blog hosting miliknya, Dagdigdug, ke publik. Bagaimana bisa secepat itu seorang ibu yang belum pernah dikenalnya mendadak mengunjunginya? “Bagi saya dan teman-teman, ini sebuah keseriusan yang harus dihormati,” kata teman saya.
Bayangkan, kata teman saya, ibu ini memanfaatkan waktu rehat makan siang dan meninggalkan kantornya, sebuah departemen di Jakarta Pusat. Ia naik bus ke Blok M, kemudian disambung ojek menuju ke markas Dagdigdug hanya untuk belajar membuat blog.
Maka, di sebuah meja kecil, sebuah pemanduan singkat pun berlangsung. Laptop teman saya jadi kelas, teman saya jadi guru, dan ibu itu jadi muridnya. Dalam tempo tak sampai satu jam, pelajaran membuat blog itu pun kelar, dan ibu itu tak perlu membayar sepeser pun. Read more »
DIarsipkan di bawah: Ulasan | yang berkaitan: artikel, berita, blog, dagdigdug, hosting | 3 Komentar »